Tutup DAPATKAN BUKU:

Karya Sastra, Seni Budaya, Jurnalistik dan lain sebagainya

Kontak: 081365007573


Riau

Pendaftaran CPNS Dua Pekan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menjelang dimulainya waktu pendaftaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membentuk panitia lokal. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan tahapan seleksi calon pegawai negeri

Pekanbaru

Pedagang MTC Panam Tolak Direlokasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ratusan Pedagang atau Pemilik Tenant di Mega Trade Center (MTC) Panam, Pekanbaru berdemo didepan pusat perbelanjaan tersebut, Selasa (16/9/2014) pagi. Mereka menolak renca

Nasional

Kalau Ada Jatah-jatahan, Bukan Koalisi Tanpa ...

Pasangan presiden-wapres terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Foto: dok.JPNN JAKARTA - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, ada sisi positif dan negatif dari pengumuman komposisi menteri yang disampaikan

OPINI PEMBACA

Redesign Pilkada

Pertama, pijakan kita tentu berangkat dari uji materi judicial review/JW) UU Nomor 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) oleh Koalisi Masyarakat Sipil (Effendi Gazali) pada 2013 lalu. Salah satu poinnya, meminta MK membatalkan sejumlah pasal dalam UU tersebut. Yaitu Pasal 3 ayat (5) UU PPWP yang menyatakan; Pilpres dilaksanakan setelah pemilu DPR, DPD, dan DPRD....


Riau Gaet Investor Timur Tengah

Kamis, 27 September 2012 10:48 | Ekonomi | Redaksi


 

JAKARTA - Salah satu Investor ternama asal negara Yaman Mr Salah Hayel Saeed berencana menanamkan modalnya lagi di Provinsi Riau. Mereka mau membangun pabrik di Riau, tepatnya di Kota Dumai.

"Mereka mau datang ke Riau dalam waktu dekat ini. Insya Allah minggu depan. Mereka mau membangun pabrik yang kedua di Riau, tepatnya di Dumai," ujar Gubri usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Yaman untuk Indonesia HE Mr. Ali Mohammed Al Soswa dan investor asal Yaman Mr Salah Hayel Saeed di Hotel Mulia, Jakarta Rabu (26/9).

Dijelaskan Gubri, para investor asal Timur Tengah kini banyak yang tertarik berinvestasi Riau negeri Lancang Kuning. "Sebelumnya Yaman sudah membangun satu pabrik (downstream/industri hilir, red) kelapa sawit di Dumai. Sekarang mereka mau membangun pabrik yang kedua," kata Gubri lagi.

Menurut Gubri, sejak Riau dikenal sebagai daerah yang memiliki jutaan hektar kebun kelapa sawit, para investor dari berbagai belahan dunia mulai melirik Riau. Sebab sebut Gubri, bila Riau hanya menjual kelapa sawit secara gelondongan, maka nilai ekonomisnya tidak bernilai ekonomis.

"Tapi kalau kita mampu membangun industri hilirnya. Dari sawit kita jadikan sabun, obat-obatan dan lainnya, nilai ekonomisnya (value added) menjadi lebih tinggi dan tentu saja sangat menguntungkan masyarakat Riau," terang Rusli.

Mengingat Riau terkenal dengan industri kelapa sawit sangat besar di Indonesia, maka kini para investor yang telah dan ingin menanamkan modalnya berharap agar faktor keamanan di Riau dapat terjaga secara kondusif.

Begitu juga dengan hukum, dan apalagi infrastruktur. Semua investor pasti berharap infrastruktur Riau lebih baik. "Ini pasti menjadi harapan kita semua. Makanya, kita terus menggesa pembangunan infrastruktur agar investor tertarik menanamkan uangnya," harapnya.

Gubri menekankan pentingnya investor bagi kemajuan ekonomi suatu daerah. Tidak ada daerah yang maju tanpa kehadiran investor. "Investor itu datang membawa uang dan membuka lapangan kerja baru. Dengan begitu, ekonomi daerah akan bertumbuh dan berkembang," kata dia.

Rencananya, tidak hanya dubes Yaman yang akan berkunjung ke Riau. Paling tidak ada 7 dubes dari negara-negara Timur Tengah yang dalam waktu dekat ingin berkunjung ke Riau untuk melihat secara langsung peluang investasi di Riau yang pada 2013 mendatang bakal menghelat iven olahraga internasional Islamic Solidarity Games (ISG) III yang dikuti 57 negara Islam. (yud/rpg)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.

Check PageRank