Tutup DAPATKAN BUKU:

Karya Sastra, Seni Budaya, Jurnalistik dan lain sebagainya

Kontak: 081365007573


Riau

Ratusan Buruh PT Adei Unjuk Rasa di Kantor D ...

DURI (RIAUPOS.CO) - Sekitar 700 buruh PT Adei Plantation and Industry di bawah koordinasi pengurus Serikat Buruh Riau Independen (SBRI) mendatangi kantor Disnakertrans Kabupaten Bengkalis di Jalan P

Pekanbaru

Soal Bendera ISIS, Kesbangpol Riau: Upaya Ga ...

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol), merespon adanya penemuan Bendera ISIS di Jalan Hangtuah, Pekanbaru. Diduga, penemuan bendera IS

Nasional

Jokowi : Semua Mafia

SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Presiden terpilih Joko Widodo memaparkan banyak persoalan di negeri ini yang terjadi karena mafia bebas berbuat seenaknya.Selain terkait BBM, dia juga menengarai mafia juga


Riau Gaet Investor Timur Tengah

Kamis, 27 September 2012 10:48 | Ekonomi | Redaksi


 

JAKARTA - Salah satu Investor ternama asal negara Yaman Mr Salah Hayel Saeed berencana menanamkan modalnya lagi di Provinsi Riau. Mereka mau membangun pabrik di Riau, tepatnya di Kota Dumai.

"Mereka mau datang ke Riau dalam waktu dekat ini. Insya Allah minggu depan. Mereka mau membangun pabrik yang kedua di Riau, tepatnya di Dumai," ujar Gubri usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Yaman untuk Indonesia HE Mr. Ali Mohammed Al Soswa dan investor asal Yaman Mr Salah Hayel Saeed di Hotel Mulia, Jakarta Rabu (26/9).

Dijelaskan Gubri, para investor asal Timur Tengah kini banyak yang tertarik berinvestasi Riau negeri Lancang Kuning. "Sebelumnya Yaman sudah membangun satu pabrik (downstream/industri hilir, red) kelapa sawit di Dumai. Sekarang mereka mau membangun pabrik yang kedua," kata Gubri lagi.

Menurut Gubri, sejak Riau dikenal sebagai daerah yang memiliki jutaan hektar kebun kelapa sawit, para investor dari berbagai belahan dunia mulai melirik Riau. Sebab sebut Gubri, bila Riau hanya menjual kelapa sawit secara gelondongan, maka nilai ekonomisnya tidak bernilai ekonomis.

"Tapi kalau kita mampu membangun industri hilirnya. Dari sawit kita jadikan sabun, obat-obatan dan lainnya, nilai ekonomisnya (value added) menjadi lebih tinggi dan tentu saja sangat menguntungkan masyarakat Riau," terang Rusli.

Mengingat Riau terkenal dengan industri kelapa sawit sangat besar di Indonesia, maka kini para investor yang telah dan ingin menanamkan modalnya berharap agar faktor keamanan di Riau dapat terjaga secara kondusif.

Begitu juga dengan hukum, dan apalagi infrastruktur. Semua investor pasti berharap infrastruktur Riau lebih baik. "Ini pasti menjadi harapan kita semua. Makanya, kita terus menggesa pembangunan infrastruktur agar investor tertarik menanamkan uangnya," harapnya.

Gubri menekankan pentingnya investor bagi kemajuan ekonomi suatu daerah. Tidak ada daerah yang maju tanpa kehadiran investor. "Investor itu datang membawa uang dan membuka lapangan kerja baru. Dengan begitu, ekonomi daerah akan bertumbuh dan berkembang," kata dia.

Rencananya, tidak hanya dubes Yaman yang akan berkunjung ke Riau. Paling tidak ada 7 dubes dari negara-negara Timur Tengah yang dalam waktu dekat ingin berkunjung ke Riau untuk melihat secara langsung peluang investasi di Riau yang pada 2013 mendatang bakal menghelat iven olahraga internasional Islamic Solidarity Games (ISG) III yang dikuti 57 negara Islam. (yud/rpg)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.