Tutup DAPATKAN BUKU:

Karya Sastra, Seni Budaya, Jurnalistik dan lain sebagainya

Kontak: 081365007573


Riau

Untung Bertuah Belum Terhadang

 Seorang anak melihat miniatur jalur yang terbuat dari kayu alam dipajang untuk dijual di tepian Narosa Teluk Kuantan. Foto: teguh prihatna/riau pos   TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) - Sang juara bertahan, Jalur Untung Bertuah dari Danau Baru Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, belum terhadang

Pekanbaru

Razia Spa, 19 Wanita dan 10 Pria Diamankan

 Sejumlah wanita dan pria diamankan di Kantor Satpol PP Pekanbaru saat tim yustisi melakukan razia di tempat spa di Jalan Tuanku Tambusai, Kamis (21/8/2014). Foto: defizal/riau pos   PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim Yustisi Pekanbaru menggelar razia di dua tempat spa and massage yakni Grand Diamond Spa dan Glamor Spa, Jalan Tua

Nasional

MK Kukuhkan Jokowi-JK Pemenang Pilpres 2014 ...

 Putusan Sidang MK Kukuhkan Jokowi-JK Pemenang Pilpres 2014. JPNN.com   JAKARTA (JPNN.COM) - Mahkamah Konstitusi mengukuhkan kemenangan pasangan calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pengukuhan it

OPINI PEMBACA

Aksi Brutal si JAGAL KANIBAL

Aksi si penjagal yang juga kanibal ini begitu brutal. Enam bocah dibunuh, alat vitalnya dipenggal. Perlakuan berikutnya terhadap potongan tubuh korban, biadab dan keterlaluan!


Riau Gaet Investor Timur Tengah

Kamis, 27 September 2012 10:48 | Ekonomi | Redaksi

 

JAKARTA - Salah satu Investor ternama asal negara Yaman Mr Salah Hayel Saeed berencana menanamkan modalnya lagi di Provinsi Riau. Mereka mau membangun pabrik di Riau, tepatnya di Kota Dumai.

"Mereka mau datang ke Riau dalam waktu dekat ini. Insya Allah minggu depan. Mereka mau membangun pabrik yang kedua di Riau, tepatnya di Dumai," ujar Gubri usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Yaman untuk Indonesia HE Mr. Ali Mohammed Al Soswa dan investor asal Yaman Mr Salah Hayel Saeed di Hotel Mulia, Jakarta Rabu (26/9).

Dijelaskan Gubri, para investor asal Timur Tengah kini banyak yang tertarik berinvestasi Riau negeri Lancang Kuning. "Sebelumnya Yaman sudah membangun satu pabrik (downstream/industri hilir, red) kelapa sawit di Dumai. Sekarang mereka mau membangun pabrik yang kedua," kata Gubri lagi.

Menurut Gubri, sejak Riau dikenal sebagai daerah yang memiliki jutaan hektar kebun kelapa sawit, para investor dari berbagai belahan dunia mulai melirik Riau. Sebab sebut Gubri, bila Riau hanya menjual kelapa sawit secara gelondongan, maka nilai ekonomisnya tidak bernilai ekonomis.

"Tapi kalau kita mampu membangun industri hilirnya. Dari sawit kita jadikan sabun, obat-obatan dan lainnya, nilai ekonomisnya (value added) menjadi lebih tinggi dan tentu saja sangat menguntungkan masyarakat Riau," terang Rusli.

Mengingat Riau terkenal dengan industri kelapa sawit sangat besar di Indonesia, maka kini para investor yang telah dan ingin menanamkan modalnya berharap agar faktor keamanan di Riau dapat terjaga secara kondusif.

Begitu juga dengan hukum, dan apalagi infrastruktur. Semua investor pasti berharap infrastruktur Riau lebih baik. "Ini pasti menjadi harapan kita semua. Makanya, kita terus menggesa pembangunan infrastruktur agar investor tertarik menanamkan uangnya," harapnya.

Gubri menekankan pentingnya investor bagi kemajuan ekonomi suatu daerah. Tidak ada daerah yang maju tanpa kehadiran investor. "Investor itu datang membawa uang dan membuka lapangan kerja baru. Dengan begitu, ekonomi daerah akan bertumbuh dan berkembang," kata dia.

Rencananya, tidak hanya dubes Yaman yang akan berkunjung ke Riau. Paling tidak ada 7 dubes dari negara-negara Timur Tengah yang dalam waktu dekat ingin berkunjung ke Riau untuk melihat secara langsung peluang investasi di Riau yang pada 2013 mendatang bakal menghelat iven olahraga internasional Islamic Solidarity Games (ISG) III yang dikuti 57 negara Islam. (yud/rpg)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.