Tutup DAPATKAN BUKU:

Karya Sastra, Seni Budaya, Jurnalistik dan lain sebagainya

Kontak: 081365007573


Riau

Pendaftaran CPNS Riau Dua Pekan Lagi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Diperkirakan dua pekan lagi pendaftaran lowongan penerimaan CPNS 2014 Provinsi Riau dan kabupaten/kota akan dibuka. Karena disepakati penerimaan akan dilaksanakan secara ser

Pekanbaru

Kuota CPNS Pemko Pekanbaru 200 Orang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah pusat sudah menegaskan jika pengumuman formasi CPNS untuk daerah di Indonesia tidak dilakukan serentak. Hal tersebut juga terjadi di Kota Pekanbaru yang hingga sa

Nasional

Jokowi : Semua Mafia

SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Presiden terpilih Joko Widodo memaparkan banyak persoalan di negeri ini yang terjadi karena mafia bebas berbuat seenaknya.Selain terkait BBM, dia juga menengarai mafia juga


Puluhan Kapal PETI Dihanyutkan

Selasa, 25 September 2012 11:20 | Kuansing | Riau Pos


 

INUMAN - Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Inuman membuat Camat Inuman, Mastur Ismail dan masyarakat berang.  

 

Senin (24/9), Camat bersama Upika Inuman lainnya dan seluruh unsur pemerintahan desa merazia puluhan kapal PETI. Dalam razia tersebut, Camat beserta rombongan berhasil menghanyutkan puluhan mesin kapal dompeng yang selama ini beraktivitas menambang emas secara ilegal.

 

“Banyak, sejauh ini sudah ada 30 kapal yang kami hanyutkan ke Sungai Kuantan. Ini baru di tiga desa (Pulau Panjang Hulu, Pulau Panjang Hilir dan Pasar Inuman, red),” jelas Camat Inuman Mastur Ismail SE kepada Riau Pos, Senin (24/9).

 

Sebelum puluhan kapal ini dihanyutkan, kata Mastur, pihaknya telah menertibkan sejumlah barang-barang yang bisa diangkat, dan sisanya ini hanyut bersama kapal.

 

Menurut Mastur, ia tidak peduli siapa yang punya kapal dan siapa yang berada dalam kapal. Akan tetapi, dirinya lebih mengedepankan keprihatinannya terhadap semakin rusaknya lingkungan di Inuman. 

 

“Tak peduli kita siapa yang mem-backing dan melakukan usaha PETI ini, semuanya kita sikat dan kita hanyutkan ke sungai,” tegasnya.

 

Sebelum melaksanakan razia ini, Mastur bersama sejumlah pihak lainnya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan, menyurati seluruh kepala desa dan menyebarkan imbauan kepada masyarakat supaya menghentikan aktivitas PETI ini.

 

“Tak ada yang harus kita sesali, karena sebelum kita melaksanakan razia ini, surat edaran berupa imbauan sudah dilayangkan kepada masyarakat dan pemerintah desa. Kalau masih ada yang beraktivitas di Sungai Kuantan, tentu kita sikat,” ujar Mastur.

 

Menurutnya, banyak dampak negatif dari aktivitas PETI ini. Di samping lingkungan yang tidak sehat, juga mengancam timbulnya penyakit kejiwaan di masyarakat yang telah memanfaatkan air sungai yang sudah tercemar terutama para generasi muda. 

 

Bisa juga kata Mastur, hilangnya pendengaran dari para pekerja, karena setiap saat berkutat dengan kerasnya suara mesin.

 

“Banyak sekarang masyarakat kami yang tuli akibat PETI ini, dan kita tidak menginginkan ini terjadi terus-terusan di Inuman. Kasihan dan iba kita melihat mereka. Makanya, aktivitas ilegal ini harus kita hentikan bersama-sama,” katanya.

 

Diakui Mastur, pihaknya tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memberantas aksi ilegal ini. Pasalnya, juga diperlukan partisipasi dari pemerintah dan masyarakat. 

 

“Setelah ini hendaknya jangan ada lagi PETI di Inuman, kalau nanti masih kita temukan, kami siap ambil tindak lebih keras lagi,” tukasnya.(jps/rpg)



Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.