Tutup DAPATKAN BUKU:

Karya Sastra, Seni Budaya, Jurnalistik dan lain sebagainya

Kontak: 081365007573

Riau

Presiden Ternyata Belum Terima RTRW Riau

  JAKARTA (RIAUPOS.CO) -  Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi menyatakan hingga saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Pekanbaru

Masyarakat Riau Long March, Kecam Kebiadaba ...

Ribuan warga Riau yang berada di Pekanbaru melakukan aksi long march dan penggalangan dana. Mereka juga mengecam aksi serangan Israel ke warga Gaza di Palestina, Ahad (13/7/2014). Foto: DEFIZAL/RIAU POS   PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sejumlah elemen masyarakat di Pekanbaru terus menggelorakan kecaman keras pada aksi biadab Israel. Ahad (13/7) kemari

Nasional

Biaya Naik, Paspor JCH Digratiskan

  JAKARTA (JPNN.COM) - Pemerintah telah menetapkan kenaikan pembuatan paspor biasa dari Rp255 ribu menjadi Rp355 ribu. Kenaikan harga itu bertep

OPINI PEMBACA

Mungkinkah Kita Sudah Kafir?

BILA kita mau merenung dan memikirkan secara sungguh-sungguh, mencari jawaban untuk pertanyaan “mengapa atau apa penyebab dari semua bencana yang menimpa manusia? maka jawabannya hanya satu, yaitu karena hukum tidak ditegakk


Eksekusi dan Makam Imam NII Terkuak

Foto Kartosoewirjo Bisa Sulut Luka Lama

Kamis, 06 September 2012 15:18 | Nasional | Nasional | Redaksi
FAKTA SEJARAH: Foto eksekusi Kartosoewirjo saat peluncuran buku di TIM.(foto FERY PRADOLO/INDOPOS/jpnn) Perbesar Gambar



JAKARTA - Teka-teki proses eksekusi dan lokasi pemakaman Sekarmadji Ma ridjan Kartosoewirjo (SMK) akhirnya terkuak. Publikasi 81 foto jelang dan sesudah eksekusi Imam Negara Is lam Indonesia (NII) di Pulau Ubi, Kab Kepulauan Seribu, Pemprov DKI Ja karta, menjawab kesimpangsiuran. ’’Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya saya hari ini (kemarin).

Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan akan keluar fakta sejarah dengan dukungan foto yang su lit terbantahkan,’’ kata Sardjono Kar to soewirjo, putra bungsu SMK, saat peluncuran dan bedah buku ’’Hari Terakhir Kartosoewirjo: 81 Foto Eksekusi Mati Imam DI/TII’’ yang ditulis Fadli Zon, di Taman Ismail Mar zuki Jakarta, Rabu (5/9).

Dengan foto-foto yang didapat Fadli Zon ini, Sardjono menjadi yakin bila eksekusi tembak mati ayahnya dilakukan sesuai standar termasuk dimakamkan secara islami. ’’Saya menganggap ini prosedur standar,’’ ucapnya Dalam foto terlihat jelas proses eksekusi yang dilakukan.

Saat di kapal, Karto soewirjo tampak dalam foto berdoa, di bantu rohaniwan dari TNI. Usai ditembak, Kartosoewirjo juga diperiksa dok ter dan dimakamkan dengan cara dikafani. Setelah dimakamkan tiang eksekusi Kartosoewirjo dibakar. Sardjono mengaku tidak khawatir terbitnya buku yang dilengkapi 81 foto ini tidak akan menyulut luka lama.

’’Saya rasa sudah terlalu lama, 50 tahunan sudah ganti generasi,’’ tuturnya. ’’Inilah fakta sejarah yang terjadi dan mungkin tanggapan masyarakat yang memberikan nilai. Dan saya yakin ini tidak bisa menyulut teroris, kenapa? Karena emosi teroris tersulut walaupun tak ada gambar,’’ imbuh Sardjono yang berusia 5 tahun saat ayahnya ditembak mati.

Sardjono menjelaskan, hari terakhir pelaksanaan eksekusi mati 5 September 1962 ada empat permintaan Kartosoewirjo kepada penguasa saat itu. Pertama pertemukan dia dengan perwira-perwira terdekat DI/TII. Kedua, saat eksekusi berlangsung, Kartosoewirjo memohon hadirkan perwakilan keluarganya. Ketiga, jenazahnya minta dimakamkan di makam keluarga dan keempat, pertemukan Kartosoewirjo dengan keluarga sebelum eksekusi mati dilaksanakan.

’’Dari keempat permohonan tersebut hanya satu yang depenuhi Mahkamah Darurat Perang yaitu bertemu pihak keluarga dan saya sendiri tidak ikut hadir karena masih kecil,’’ ungkap Sardjono. Di tempat sama, penulis buku Fadli Zon menjelaskan, buku tersebut disusun terinspirasi dari tawaran pihak swasta yang menyodorkan sejumlah foto eksekusi mati Kartosoewirjo berikut dengan teks yang ada tentang foto-foto tersebut.

’’Dokumen foto-foto dimulai dengan acara makan siang Kartosoewirjo dengan rendang Padang, tumpukan barangbarang milik Kartosoewirjo antara lain jam tangan Rolex,’’ ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu. Lebih lanjut Fadli Zon mengutip sebagian dari teks yang tertulis di foto. ’’Setelah mendarat di Pulau Ubi, Kepu lauan Seribu, Kartosoewirjo dibawa ke sebuah lokasi di mana tiang papan pengikat sudah menunggu.

Petugas militer mengikat Kartosoewirjo pada tiang tersebut, disaksikan beberapa pejabat yang hadir dan regu tembak 12 orang siap menembak mati Kartosoewirjo. Tak ada yang tahu pada senjata siapa peluru disarangkan,” kata Fadli Zon. Namun sesaat setelah komandan memberi instruksi, beberapa peluru me nembus dada sebelah kiri Kartosoe wirjo.

Terakhir, komandan regu penembak melakukan tembakan tambahan jarak dekat sekali. ”Begitulah wafatnya Sang Imam, Kartosoewirjo. Kesan saya dari foto, ia pergi dengan tegar dan tak kelihatan sedikitpun rasa takut,” imbuh Fadli Zon. Dalam karya-karya mengenai Karto soewirjo yang telah ada, jika ditelaah, sangat sedikit bukti-bukti foto yang ditampilkan.

Apalagi detik akhir Kartosoe wirjo saat menjalani eksekusi matinya. ”Padahal arsip foto adalah kekayaan yang sangat berharga dalam me ngem bangkan sebuah sejarah,” kata Fadli Zon. Minimnya publikasi foto Kartosoewirjo tidaklah mengherankan karena memang sangat sulit untuk memperolehnya.

Dengan minimnya sumber foto tersebut mengakibatkan informasi penting mengenai kapan dan di mana Kartosoewirjo dieksekusi mati, sampai sekarang masih menjadi misteri sejarah yang belum tuntas. ”Dan buku ini hadir untuk melengkapi puzzle yang belum tuntas itu,” imbuhnya. (fas/jpnn)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.