Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Cartagena, Kota di Kolombia Tempat Persembunyian Nazaruddin

Kota Pantai, Bebas Visa, Iklim Mirip Indonesia

Selasa, 09 Agustus 2011 10:59 | Internasional | Feature | Redaksi




Seperti apa kota yang menjadi pelarian Nazaruddin itu? Cartagena adalah sebuah kota di Kolombia yang dikenal sebagai kota wisata atau biasa disebut Cartagena de Indias.



TERLETAK di pesisir utara Kolombia dan disebut-sebut sebagai kota terbesar kelima di Kolombia. Saking indahnya, kota tersebut juga dikenal melalui aktifitas perfilmannya.
     
Tidak sedikit telenovela yang berlatar belakang kota tersebut. Telenovela yang pernah menyapa pemirsa di Indonesia diantaranya Luz Maria yang diperankan oleh Angie Cepeda. Kota tersebut menjadi favorit pembuatan telenovela karena bangunan bergaya abad 16 banyak ditemukan. Disana banyak bangunan kuno karena kota itu didirikan 1 Juni 1553.

      Cartagena adalah kawasan wisata favorit di Kolombia. Tidak hanya itu, Cartagena juag merupakan pusat kegiatan ekonomi di Karibia. Mengutip  situs Wikipedia, Cartagena adalah kota bekas jajahan Spanyol dan menjadi kunci perkembangan kota saat masih dijajah negeri matador. Keindahan arsitektus membuat kota kolonial itu ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
     
Yang membuat kota itu tampak indah adalah letaknya di tepi laut Karibia. Letak geografis itu membuat pantai Cartagana menjadi indah dengan air lautnya yang biru cemerlang. Menjadi komposisi yang pas dengan bangunan-bangunan bergaya kolonial Spanyol. Itulah mengapa Cartagena juga disebut sebagai kota untuk berjalan-jalan.

      Iklimnya yang tropis bisa jadi membuat Nazaruddin semakin nyaman dalam pelariannya. Sebab, iklim tersebut tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Pesatnya pertumbuhan kota tersebut juga membuat banyaknya pendatang. Sehingga, kemungkinan terungkapnya penyamaran Nazaruddin tidak akan mudah.

      Tidak hanya itu. Nazaruddin bisa berada di Kolombia karena negara tersebut ternyata memberlakukan visa gratis bagi turis. Dalam situs Colombia Embassy, Indonesia termasuk negara yang diberi kebebasan untuk masuk di Negara asal penyanyi Shakira berasal. Disebutkan, turis bisa tinggal di Kolombia tanpa visa maksimal 90 hari.

     
Meski kota tersebut tampak indah, bukan berarti tanpa masalah. Sama seperti kota lainnya di Kolombia yang identik dengan peredaran narkoba. Cartagena juga menjadi salah satu jantung peredarannya. Pengungkapan besar terjadi akhir Mei lalu saat polisi menemukan container berisi 13,2 ton kokain.

     
Kriminolog Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menilai Cartagena dipilih Nazaruddin karena selain iklimnya sesuai, jarak dengan Indonesia juga cukup jauh. "Perlu 36 jam dengan pesawat," katanya.

     
Selain itu, sebagai kota wisata, orang tak mudah curiga di Cartagena. "Karena itu, daerahnya memang cocok digunakan sebagai tempat sembunyi," katanya.

     
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam menjelaskan, posisi Nazaruddin saat berada di Kolumbia sebenarnya sudah berada dalam radar tim pemburu. Termasuk saat melakukan komunikasi Skype dengan Iwan Piliang. "Saat itu dia sudah di Bogota," katanya.(dim/rdl/jpnn)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.