Tutup DAPATKAN BUKU:

Karya Sastra, Seni Budaya, Jurnalistik dan lain sebagainya

Kontak: 081365007573


Riau

Untung Bertuah Belum Terhadang

 Seorang anak melihat miniatur jalur yang terbuat dari kayu alam dipajang untuk dijual di tepian Narosa Teluk Kuantan. Foto: teguh prihatna/riau pos   TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) - Sang juara bertahan, Jalur Untung Bertuah dari Danau Baru Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, belum terhadang

Pekanbaru

Razia Spa, 19 Wanita dan 10 Pria Diamankan

 Sejumlah wanita dan pria diamankan di Kantor Satpol PP Pekanbaru saat tim yustisi melakukan razia di tempat spa di Jalan Tuanku Tambusai, Kamis (21/8/2014). Foto: defizal/riau pos   PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim Yustisi Pekanbaru menggelar razia di dua tempat spa and massage yakni Grand Diamond Spa dan Glamor Spa, Jalan Tua

Nasional

MK Kukuhkan Jokowi-JK Pemenang Pilpres 2014 ...

 Putusan Sidang MK Kukuhkan Jokowi-JK Pemenang Pilpres 2014. JPNN.com   JAKARTA (JPNN.COM) - Mahkamah Konstitusi mengukuhkan kemenangan pasangan calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pengukuhan it

OPINI PEMBACA

Aksi Brutal si JAGAL KANIBAL

Aksi si penjagal yang juga kanibal ini begitu brutal. Enam bocah dibunuh, alat vitalnya dipenggal. Perlakuan berikutnya terhadap potongan tubuh korban, biadab dan keterlaluan!


Penerbangan Tertunda Akibat Pramugari Stres

Sabtu, 10 Maret 2012 14:46 | Internasional | Lintas Dunia | Redaksi



TEXAS - Pesawat American Airlines yang akan lepas landas dari Dallas, Texas ke Chicago, Amerika Serikat, Jumat (9/3) pagi kemarin terpaksa menunda keberangkatan. Penundaan dilakukan setelah salah seorang pamugari yang diduga stres, tiba-tiba berteriak dan memaki pilot dengan mikrofon.

Dilaporkan oleh ABC News Sabtu (10/3), pesawat terpaksa kembali ke gerbang keberangkatan dan sang wanita itu pun diamankan polisi. Greg Lozano, salah seorang penumpang di pesawat, mengungkapkan kepada ABC News bahwa sang pramugari berteriak kepada pilot: “Hey, saya tidak akan bertanggung jawab kalau pesawat ini akhirnya jatuh.”

Ini adalah kata-kata terakhirnya sebelum seorang pramugari lain merebut mikrofon dari tangannya. Sebelumnya, dia berceloteh tentang kejadian bom di menara kembar WTC di New York tahun 2001 lalu dan masalah haknya sebagai pekerja yang telah diabaikan pihak perusahaan.
 
American Airlines sendiri dikabarkan sedang mengalami masalah keuangan setelah perusahaan induknya, AMR Corp, menyatakan pailit bulan November tahun lalu. Pihak perusahaan beserta beberapa serikat pekerja yang juga meliputi kru kabin saat ini sedang menegosiasikan kompensasi atas rencana PHK lebih dari 13,000 karyawan perusahaan.
 
Tindakan tak terduga dari sang pramugari memancing pertengkaran mulut dengan seorang rekan. Akibat kejadian itu pilot memutuskan kembali ke arah terminal bandara.

Si pramugari stres terus menerus berteriak sepanjang perjalanan menuju terminal dan beberapa penumpang terpaksa turun-tangan menahan si pramugari sampai polisi akhirnya naik ke pesawat dan memasukkannya ke salah satu dari beberapa mobil polisi yang mengepung pesawat saat tiba di area terminal.
 
Seorang penumpang bernama Brad LeClear yang ikut menenangkan pramugari stres tersebut berkata, sang wanita terus meronta dan mencoba menyerang dirinya dan beberapa penumpang lain dalam usahanya melepaskan diri. Brad menyatakan, si wanita mengaku menderita sindrom bipolar. Seorang penderita sindrom bipolar biasanya mudah emosi dan berubah-ubah.

Pihak maskapai mengatakan, sang pramugari bersama seorang rekannya telah dilarikan ke 2 rumah sakit berbeda. Namun tidak disebutkan alasan mengapa sang rekan dibawa ke rumah sakit.
American Airlines mengumumkan tidak ada satu pun penumpang yang terluka dalam insiden ini. Disebutkan, para penumpang pesawat akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Chicago setelah mereka mengganti seluruh kru kabin dan pesawat lepas landar puku 9:46 waktu setempat.

Lebih lanjut  American Airlines menyatakan bahwa mereka telah berkordinasi dengan pihak berwenang guna menyelidiki kejadian tersebut. Sementara pengelola bandara menyatakan pihaknya tidak akan menuntut pihak manapun atas kejadian ini.(ara/jpnn)



Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.