Tutup Hubungi Kami :

RIAU MEDIALINK
0761- 787502


Riau

Tuntut Ganti Rugi, Warga Blokir Jalan

      Tuntut ganti rugi pelebaran jalan, Aliansi Warga Jalan Sudirman Duri memblokir separuh badan Jalan Sudirman dengan menumpukkan tanah timbun di badan jalan, Senin (13/5/2013). Foto: syukri datasan/riau pos     DURI  - Warga memblokir Jalan Jendral Sudirman Duri, Senin (13/5) pagi. Pemblokiran dengan cara menumpukkan tanah timbun itu berlangsun

Pekanbaru

Supir Trans Metro Mogok, Penumpang Bingung

  PEKANBARU - Aksi mogok yang dilakukan oleh supir Trans Metro Pekanbaru (TMP) sejak Senin (13/5) hingga Selasa (14/5), dalam upaya menuntut hak dan kejelasan status membuat calon penumpang ya

Nasional

Ujian Nasional SD Dihapus

  JAKARTA - Pemerintah sudah siap melakukan perombakan di dunia pendidikan. Hal ini dilakukan, seiring akan dilaksanakannya Kurikulum Baru pad

OPINI PEMBACA

Pekanbaru Mualaf

MEREKA boleh berkacak pinggang seraya berujar: Kami kota tua, kami kota warisan dunia, kami kota yang menghidupi air, kami kota yang sibuk di darat, sibuk pula di air, kami kota yang akrab dengan gerigi roda dan rel. Dan kami kota modern berbasis benua,


Penerbangan Tertunda Akibat Pramugari Stres

Sabtu, 10 Maret 2012 14:46 | Internasional | Lintas Dunia | Redaksi



TEXAS - Pesawat American Airlines yang akan lepas landas dari Dallas, Texas ke Chicago, Amerika Serikat, Jumat (9/3) pagi kemarin terpaksa menunda keberangkatan. Penundaan dilakukan setelah salah seorang pamugari yang diduga stres, tiba-tiba berteriak dan memaki pilot dengan mikrofon.

Dilaporkan oleh ABC News Sabtu (10/3), pesawat terpaksa kembali ke gerbang keberangkatan dan sang wanita itu pun diamankan polisi. Greg Lozano, salah seorang penumpang di pesawat, mengungkapkan kepada ABC News bahwa sang pramugari berteriak kepada pilot: “Hey, saya tidak akan bertanggung jawab kalau pesawat ini akhirnya jatuh.”

Ini adalah kata-kata terakhirnya sebelum seorang pramugari lain merebut mikrofon dari tangannya. Sebelumnya, dia berceloteh tentang kejadian bom di menara kembar WTC di New York tahun 2001 lalu dan masalah haknya sebagai pekerja yang telah diabaikan pihak perusahaan.
 
American Airlines sendiri dikabarkan sedang mengalami masalah keuangan setelah perusahaan induknya, AMR Corp, menyatakan pailit bulan November tahun lalu. Pihak perusahaan beserta beberapa serikat pekerja yang juga meliputi kru kabin saat ini sedang menegosiasikan kompensasi atas rencana PHK lebih dari 13,000 karyawan perusahaan.
 
Tindakan tak terduga dari sang pramugari memancing pertengkaran mulut dengan seorang rekan. Akibat kejadian itu pilot memutuskan kembali ke arah terminal bandara.

Si pramugari stres terus menerus berteriak sepanjang perjalanan menuju terminal dan beberapa penumpang terpaksa turun-tangan menahan si pramugari sampai polisi akhirnya naik ke pesawat dan memasukkannya ke salah satu dari beberapa mobil polisi yang mengepung pesawat saat tiba di area terminal.
 
Seorang penumpang bernama Brad LeClear yang ikut menenangkan pramugari stres tersebut berkata, sang wanita terus meronta dan mencoba menyerang dirinya dan beberapa penumpang lain dalam usahanya melepaskan diri. Brad menyatakan, si wanita mengaku menderita sindrom bipolar. Seorang penderita sindrom bipolar biasanya mudah emosi dan berubah-ubah.

Pihak maskapai mengatakan, sang pramugari bersama seorang rekannya telah dilarikan ke 2 rumah sakit berbeda. Namun tidak disebutkan alasan mengapa sang rekan dibawa ke rumah sakit.
American Airlines mengumumkan tidak ada satu pun penumpang yang terluka dalam insiden ini. Disebutkan, para penumpang pesawat akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Chicago setelah mereka mengganti seluruh kru kabin dan pesawat lepas landar puku 9:46 waktu setempat.

Lebih lanjut  American Airlines menyatakan bahwa mereka telah berkordinasi dengan pihak berwenang guna menyelidiki kejadian tersebut. Sementara pengelola bandara menyatakan pihaknya tidak akan menuntut pihak manapun atas kejadian ini.(ara/jpnn)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.