Tutup DAPATKAN BUKU:

Karya Sastra, Seni Budaya, Jurnalistik dan lain sebagainya

Kontak: 081365007573


Riau

Rumit, Syarat CPNS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi saat mengakses website panselnas Menpan membuat ratusan pelamar CPNS kebingungan. Hal ini terlihat di hari pertama, Sabtu (20/9) sa

Pekanbaru

Pesawat Dara Air Meledak di Bandara SSK II P ...

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pesawat Dara Air jenis B737-900-ER dengan nomor penerbangan DRA 128 route Jakarta-Pekanbaru meledak dan terbakar di  shoulder area Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanb

Nasional

Kalau Ada Jatah-jatahan, Bukan Koalisi Tanpa ...

Pasangan presiden-wapres terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Foto: dok.JPNN JAKARTA - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, ada sisi positif dan negatif dari pengumuman komposisi menteri yang disampaikan

OPINI PEMBACA

Redesign Pilkada

Pertama, pijakan kita tentu berangkat dari uji materi judicial review/JW) UU Nomor 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) oleh Koalisi Masyarakat Sipil (Effendi Gazali) pada 2013 lalu. Salah satu poinnya, meminta MK membatalkan sejumlah pasal dalam UU tersebut. Yaitu Pasal 3 ayat (5) UU PPWP yang menyatakan; Pilpres dilaksanakan setelah pemilu DPR, DPD, dan DPRD....


Riau Dikepung 131 Titik Api

Rabu, 03 Agustus 2011 12:24 | Riau | Lingkungan | Riau Pos




PEKANBARU - Provinsi Riau kembali mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal ini disebabkan kondisi udara yang kering.

Selain karena kondisi tanah di Riau yang mudah terbakar juga didukung oleh suhu yang panas.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Philip Mustamu melalui staf analisa Watih Budi Lestari. Ia menyebutkan berdasarkan monitoring satelit NOAA 18, untuk Sumatera terdapat 298 titik api, sedangkan untuk Riau menyumbang 131 titik.

Dari jumlah 131 titik temuan di Riau itu, terdapat di Rohil 39 titik api, Rohul 14, Dumai delapan, Bengkalis 12, Siak 11, Kampar empat, Pelalawan 13, Inhu 12, Inhil tujuh, dan Kuansing 11. Sedangkan 167 titik api di Pulau Sumatera lainnya terpantau di Aceh sembilan, Sumut 34, Sumbar 10, Jambi 47, Sumsel 56, Bengkulu tiga, Lampung enam dan Bangka Belitung dua.

‘’Untuk hari ini jumlah titik api banyak terpantau dari satelit NOAA 18, ada 298 titik. Khusus untuk Riau ada 131 titik, jumlah ini menjadi yang terbanyak diawal Agustus ini,’’ kata Warih kepada Riau Pos, Selasa (2/8).

Semakin meluasnya kebakaran lahan ini, dikatakan Warih pengaruh dari hujan yang minim, dan memang saat ini merupakan musim kemarau. Sedangkan untuk temperatur suhu sesuai dengan apa yang diprediksikan sebelumnya, 34,0 derajat celicius, dan ini merupakan angka maksimum untuk Selasa.

‘’Terhadap kabut asap pekat yang terjadi dan terlihat sore hari, selain akibat dari kebakaran di Provinsi Riau, juga merupakan kiriman dari Jambi dan Sumsel. Hal ini dipengaruhi oleh arah angin,’’ jelasnya.

Lahan Terbakar
Kebakaran juga terjadi di areal gambut Km 21,5 lintas barat persisisnya di Rimbo Panjang Kabupaten Kampar. Aksi kebakaran lahan ini terbilang cepat, dalam waktu singkat sudah meluluhlantakkan kiri-kanan lahan di sepanjang Rimbo Panjang.

Pantauan Riau Pos, kebakaran lahan ini terjadi di lahan gambut, yang sebelumnya sudah dilakukan pemadaman oleh Badan Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, media Juni kemarin.

Pada saat pemadaman yang dilakukan itu, api belum padam semuanya, hingga sekarang meriak dan terjadi kebakaran yang menghabiskan tanaman nenas dan juga perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

Kebakaran ini juga mempengaruhi arus lalu lintas kendaraan, dan juga jarak pandang, namun belum terjadi kecelakaan.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Riau langsung menurunkan tim Karhutla ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman. Menurutnya, kebakaran ini terjadi secara tiba-tiba, dan belum diketahui apa penyebabnya.

Sebelumnya memang timbul kekhawtiran akibat suhu mencapai 34 derajat celcius, namun begitu belum menujukkan adanya hotspot.

Selain itu juga, biasanya hot spot itu muncul di atas 40 derajat celcius, baru terdeteksi. Adanya kebakaran ini harus segera ditanggulangi agar jangan sampai melebar. Meski diketahui lahan yang terbakar itu adalah lahan gambut, namun perlu segera di padamkan. ‘’Tim bekerja sama dengan Dishut Kampar dan masyarakat untuk melakukan pemadaman, mudah-mudahan saja api dapat dipadamkan dan tak menimbulkan korban jiwa,’’ harapnya.

Asap Tebal
Terkait Karhutla di perbatasan Pekanbaru-Kampar persisnya dekatan Kampus UIN Suska, Rimbo Panjang dan Kualu, yang terjadi sejak sepekan terakhir, menyebabkan kabut asap semakin menjadi-jadi.

Bahkan akibatnya, warga setempat maupun pengendara juga ikut mengalami efeknya, seperti halnya masalah kesehatan yaitu mata perih, batuk, flu, maupun penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Riadi (45), warga Rimbo Panjang menuturkan kebakaran lahan tersebut telah berlangsung sepekan. Di mana kebakaran lahan ini terjadi di sepanjang jalan Rimbo Panjang hingga Kualu Nenas.

‘’Asap ini datang akibat dari hasil pembakaran lahan yang berada di sekitaran jalan Rimbo Panjang dan Kualu Nenas,’’ ungkapnya ketika di temui Riau Pos, Selasa (2/8).

Hal senada juga diungkapkan Marni (24) warga Panam. Saat ini anaknya yang masih berusia lima tahun juga mengalami dampak akibat dari kebakaran lahan tersebut. ‘’Anak saya usia lima tahun, saat ini mengalami batuk dan demam,’’ jelas lagi.

Marni juga mengakui jika dirinya mulai khawatir dengan asap yang ditimbulkan oleh kebakaran lahan tersebut. Bahkan dua hari belakangan ini semakin terasa.

‘’Saya terpaksa mamakai masker untuk menjaga pernapasan, karena jika di atas motor, asap sudah mulai menyesakkan dada,’’ katanya lagi.(gus/s/aal/rnl/rpg)



Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.

Check PageRank