Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Penutupan Jembatan Melihat Elevasi Geometrik

Rabu, 22 Februari 2012 14:17 | Pekanbaru | Pekanbaru | Riau Pos
Pekerja memasang geofon (alat pengukur getaran). Geofon dipasang di tiap tiang Jembatan Siak III untuk mengukur getaran, Selasa (21/2/2012). (Foto: defizal/riau pos) Perbesar Gambar


PEKANBARU
- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau SF Hariyanto menilai, rencana penutupan jembatan Siak III hanya bersifat sementara. Penutupan akses jalan selama dua jam itu dilakukan untuk melihat tingkat elevasi geometrik di jembatan yang kini dikenal dengan nama Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazam Syah.

‘’Penutupan hanya sementara untuk menghitung kembali tentang penurunan jembatan seperti yang dikhawatirkan berbagai pihak. Untuk itu kita melibatkan berbagai pihak, baik dari ahli Universitas Riau, kontraktor hingga konsultan agar melihat kondisi di lapangan,’’ tutur Hariyanto kepada Riau Pos, Selasa (21/1).

Menurutnya, hasil pengukuran elevasi geometrik tersebut akan memberikan angka pasti untuk penurunan yang terjadi di jembatan wilayah Rumbai itu. Dia juga telah menawarkan beberapa konsep dan metode agar tingkat validasi tetap diperoleh dalam proses pengukuran.

‘’Pertama alat ukurnya harus dikalibrasi agar hasilnya akurat. Kemudian metodologinya harus jelas, apakah pada titik simpul atau pada bagian lainnya. Yang terakhir adalah waktu pengukuran yang harus konsisten, ini diperlukan agar suhu udara dalam pengukuran tetap sama,’’ papar Hariyanto.

Dia menambahkan, saat pengukuran, seluruh tim diharapkan ikut membaca waterpass sebagai salah satu indikator melihat proses penurunan. Sehingga dapat diketahui, penurunan masih dalam keadaan normal atau sudah diluar ambang batas.

‘’Untuk pengukutan jembatan memang harus ditutup sementara agar hasilnya maksimal. Pasca itu, dapat didata dan dicatat serta ditandatangai, oleh konsultan, kontraktor dan Unri sehingga dapat diketahui kondisi yang sebenarnya. Ini juga diperlukan untuk menjawab kecemasan warga tentang jembatan Siak III,’’ imbuhnya.

Saat ditanyakan mengenai lama penutupan sementara tersebut, dia mengatakan hal tersebut tentunya disesuaikan dengan waktu pengukuran. Begitu juga kesimpulan dan rekomendasi dari hasil pengamatan oleh tim terpadu.

‘’Kita mengharapkan masyarakat dapat bersabar. Kalau memang rekomendasi dilanjutkan kita lanjutkan, kalau diminta untuk diperbaiki, akan kita perbaiki, bahkan kalau rekomendasi harus ditutup, akan kita laksanakan,’’ tegasnya.

‘’Pembahasan terus dilakukan secara berkelanjutan. Jika tidak ada halangan, Rabu (22/2) akan dilakukan pertemuan dengan pakar jembatan, akademisi Universitas Indonesia dan Kasubdit Jembatan di Kementerian PU. Ini dilakukan agar diperoleh solusi untuk Siak III.(rio/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.