Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Jika Tak Dibatalkan, Akan Digugat

Pembelian Pesawat Kepresidenan Disomasi

Senin, 20 Februari 2012 13:20 | Nasional | Nasional | Redaksi




JAKARTA – Pembelian pesawat kepresidenan yang menelan anggaran Rp 910 miliar menuai gugatan. SejumlahLSM mendesak pemerintah agar memba tal kan pembelian pesawat kepre sidenan. Jika tidak, gabungan LSM itu akan melayangkan gugatan warga negara (citizen law suit) ke pengadilan negeri setempat. ’’Jika dalam tujuh hari somasi ini tidak ditindaklanjuti, kami akan melayangkan gugatan warga negara,’’ ujar Uchok Sky Khadafy, koordinator Investigasi dan Advokasi Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra), di Jakarta kemarin (19/2).

Menurut Uchok, pembelian pesawat kepresidenan dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) telah melanggar ketentuan konstitusi. Sesuai dengan pasal 23 ayat 1 UUD 1945 disebutkan, APBN sebagai wujud pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk kemakmuran rakyat.

Belanja pemerintah yang di se - tujui DPR untuk membeli pesawat jenis Boeing 737-800 business jet 2 itu dituangkan dalam APBN yang sifatnya multiyears atau dilakukan di lebih dari satu tahun anggaran berjalan. Pada tahun anggaran 2011 sebesar Rp 92 miliar, tahun 2012 sebesar Rp 339 miliar untuk pesawat, ditambah dengan lelang pengadaan interior dan keamanan senilai USD 31 juta.

Namun, diketahui sumber pema sukan APBN untuk pembelian pesawat kepresidenan itu ber asal dari utang luar negeri. Angga r an pembelian pesawat kepresidenan tersebut tercantum dalam pos belanja lain-lain bagian lancar utang luar negeri dan pos utang jangka panjang luar negeri APBN. ’’Hal ini jelas-jelas membebani APBN itu sendiri,’’ ujar Uchok.

Pemerintah beralasan bahwa dengan membeli pesawat kepresidenan, negara bisa menghemat anggaran USD 33 juta selama lima tahun. Logika penghematan itu dinilai menyesatkan publik dan sekaligus ’’mengelabui’’ DPR. Sebetulnya sewa pesawat ke presidenan sangat bergantung kepada frekuensi perjalanan yang dilakukan. ’’Selama presiden mela kukan pengetatan perjalanan ke luar negeri, tentunya biaya sewa ini akan jauh lebih murah,’’ ujar Uchok.

Jika dibandingkan dengan era presiden sebelumnya, belanja perjalanan luar negeri Presiden SBY relatif lebih mahal. Berdasar anggaran yang dikeluarkan Se kretariat Negara, disebutkan da lam perincian anggaran sewa pesawat selama 2005–2009 mencapai USD 81 juta atau sekitar Rp 729 miliar. Di era Presiden KH Abdurrahman Wahid, biaya perjalanan dengan sewa pesawat menghabiskan anggaran Rp 48 miliar (1999–2001). Di era Presiden Megawati (2001– 2004), perjalanan dengan sewa pesawat menghabiskan anggaran sekitar Rp 48,645 miliar.

Uchok menambahkan, jika ingin menghemat, seharusnya yang dibandingkan bukan dengan membeli atau menyewa. Perbandingan semacam itu menyesatkan logika publik. ’’Seharusnya yang dibandingkan adalah merek yang berbeda dengan tipe pesawat yang sama dan ini baru logika sambung,’’ sindirnya. Aktivis Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) Gunawan menyatakan, pemerintah juga harus me nang - gung biaya perawatan mes ki pun pesawat tersebut tidak diper gunakan.

Selain itu, pembelian pesawat yang berasal dari utang akan menjadi beban rakyat Indonesia yang harus membayar pokok utang dan bunga utang. Sementara dengan sewa pesawat, rakyat Indonesia tidak dibebani utang maupun biaya perawatan pesawat. ’’Penggunaan APBN (untuk pem belian pesawat, Red) ini tidak bisa dipertanggungjawabkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,’’ ujar Gunawan. Koalisi tersebut terdiri atas beberapa LSM seperti IHCS, FITRA, Asosiasi Pendamping Perempuan dan Usaha Kecil (ASPPUK), dan Koalisi Antiutang (KAU).

Somasi ditujukan kepada presiden RI, pimpinan DPR, Badan Anggaran DPR, menteri sekretaris negara RI, dan menteri keuangan. Ketua Banggar DPR Melchias MarkusMekkengsaat dikonfi rmasi menyatakan, banggar selama ini tidak secara langsung membahas kesepakatan pengadaan pesawat kepresidenan. Dalam pengertian, banggar tidak pernah terlibat pembahasan teknis pembelian pesawat kepresidenan secara perinci. ’’Komisi yang lebih tahu,’’ ujar Mekeng.

Sementara dari pihak Istana Negara belum memberikan tanggapan atas pengajuan somasi tersebut. Saat dikonfi rmasi via telepon, tidak ada tanggapan dari Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. Namun, Julian sebelumnya menegaskan bahwa pembelian pesawat kepresidenan bukan merupakan pemborosan. Bilamana pesawat itu dioperasikan, jangka waktu penggunaannya tidak hanya lima tahun. Penggunaannya diperkirakan bisa mencapai 35 tahun. (bay/c4/jpnn)

 1 Komentar

>> Fitry
Senin, 27 Februari 2012 - 16:17

mbok yang sederhana aja, kualitas ya cuma sgitu aja kok nggaya ...hehehehehehheee. [ Balas ]


Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.