Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Berebut Kebun, Warga Nyaris Bentrok

Senin, 20 Februari 2012 12:37 | Indragiri Hulu | Riau Pos




RENGAT - Bentrok fisik nyaris pecah antara ratusan warga dari Desa Selunak, Kecamatan Batang Peranap, Inhu dengan warga Desa Pulau Jambu Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi (Kuansing), Ahad (19/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

Konflik kedua kubu yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam itu dipicu persoalan tapal batas kedua kabupaten yang belum duduk. Kedua kubu saling klaim wilayah perkebunan yang saat ini dikelola oleh PT Asia Sawit Makmur Jaya (ASMJ). Sebelumnya, perusahaan sawit ini disebut-sebut telah mengantongi izin dari Pemkab Kuansing untuk mengelola lahan perkebunan yang lokasinya di Desa Pulau Jambu Kecamatan Cerenti.

Salah seorang tokoh masyarakat Peranap H Sunardi Ibrahim SSos MM kepada RPG Ahad (19/2) menyebutkan, kisruh ini dimulai saat warga dari Desa Selunak disandera warga Desa Pulau Jambu, Kuansing. Warga Pulau Jambu melakukan ini karena beberapa warga Desa Selunak berupaya menghalangi alat berat yang akan menggarap kebun milik warga daerah itu.

“Beberapa warga yang disandera meminta bantuan kepada warga lainnya. Kemudian ratusan warga lainnya datang memberi bantuan. Ternyata warga dari Desa Pulau Jambu juga sudah menghadang di lokasi tersebut,” ujarnya.

Kapolres Inhu, AKBP Hermansyah SH SIK ketika dikonfirmasi membenarkan atas kejadian itu. “Ini dipicu oleh lahan yang berada di perbatasan,” ucapnya.

Kapolres juga sudah meminta Kapolsek Peranap dan Camat Batang Penarap untuk turun tangan. Dia juga meminta kepada unsur pimpinan kecamatan (Upika) yang ada untuk melakukan mediasi dengan Upika Kecamatan Cerenti.

“Upaya mediasi berjalan lancar dan disepakati untuk menyelesaikannya pada Kamis (23/2) mendatang dan situasi sudah kondusif,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Kuantan Singingi AKBP Wendry Purbyantoro SH yang dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (19/2) kemarin juga membenarkan nyaris bentroknya dua daerah yang meributkan masalah tapal batas tersebut. Dia juga sudah menyampaikan kejadian ini kepada Pemkab Kuansing.

“Nggak ada bentrokan fisik di daerah tersebut, mereka itu ribut karena masalah tapal batas di lahan yang dikelola oleh PT ASMJ. Di mana, warga Selunak itu mengklaim, wilayah yang dikerjakan ASMJ itu lahannya mereka,” jelas Wendry.

Tidak ingin persoalan ini berlarut-larut, pihaknya melalui Polsek Cerenti, melakukan mediasi agar persoalan ini tidak menimbulkan bentrokan fisik yang nantinya merugikan kedua belah pihak.

Sementara itu, anggota DPRD Kuantan  Singingi, Arlimus yang dihubungi Riau Pos terpisah, mengatakan bahwa permasalahan itu muncul terkait masalah tapal batas di daerah tersebut. Menurutnya, lahan yang sekarang dikelola ASMJ itu dikerjasamakan dengan masyarakat Desa Pulau Jambu Cerenti. Namun, di tengah perjalanannya, lahan yang telah mulai dikerjakan oleh ASMJ itu, diklaim oleh sekelompok warga dari Desa Selunak Batang Peranap.

Diungkapkan Arlimus, keributan masalah tapal ini bermula pada saat pihak ASMJ mengerjakan lahan yang telah mendapat izin dari Pemkab Kuansing dengan bekerjasama dengan masyarakat Desa Pulau Jambu. Nah, pada saat pihak ASMJ bekerja, lanjutnya, datang sekelompok warga Selunak yang menghentikan pekerjaan pihak ASMJ tersebut.

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.