Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Dipindah ke Komisi III, ke Komisi VIII lalu Kembali ke Komisi X

Anggie Ditolak Sana-sini

Sabtu, 18 Februari 2012 18:01 | Nasional | Politik | Redaksi




JAKARTA - Kepindahan Angelina Sondakh dari Komisi X DPR ke Komisi III DPR menuai kecaman dari luar maupun internal Partai Demokrat. Bahkan dikabarkan, rotasi mendadak yang dilakukan oleh fraksi Demokrat di DPR itu telah membuat geram SBY. Karena itu, posisi janda almarhum Adjie Masaid itu dikembalikan ke komisinya yang lama, komisi X. Sebelumnya, Angie dikabarkan akan dipindah ke komisi VIII yang membidangi agama dan kesra. Pemindahan Angie ke komisi VIII karena dia dianggap tidak etis berada di komisi III.

Namun, kabar Angie pindah ke komisi VIII lagi-lagi diprotes dan akhirnya dikembalikan ke komisi X yang membidangi pendidikan, budaya, dan olahraga. Ketua Fraksi Demokrat, Jafar Hafsah menegaskan, Angie batal dipindah ke Komisi III DPR. Begitupun dengan kabar yang menyebutkan bahwa Angie dirolling ke komisi VIII. "Ibu Angie akhirnya tetap di Komisi X.

Sementara posisi Nasir yang semula di Komisi III DPR, digantikan oleh Chotibul Umam Wiranu," kata Jafar di gedung DPR, kemarin. Tidak hanya itu, Jafar juga membantah bila keputusan ini setelah SBY marah besar begitu tahu Angelina ditempatkan di Komisi Hukum. Jafar menjelaskan, jauh sebelum Angelina ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, fraksi sudah memutuskan lebih dulu, Angelina akan dipindah ke Komisi III.

"Jadi, sebelum ada keputusan penegak hukum (KPK) sebenarnya sudah ada keputusan Angie ditempatkan di komisi hukum. Tapi, karena sekarang sudah ada keputusan, untuk menghindari dugaan yang tidak-tidak, Angie kita pertahankan di Komisi X,"tandasnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Sekertari Fraksi Demokrat Saan Mustofa. Dirinya mengaskan, bahwa keputusan penempatan Angie di Komisi III dari Komisi X sudah diubah.

Putri Indonesia 2001 itu tetap bekerja di Komisi X DPR. Kendati demikian, Saan mengaku tidak mengetahui soal marahnya Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait pemindahan Angie ke Komisi III DPR, itu. "Saya belum mendengar itu. Baru mendengar sekarang (soal kemarahan SBY). Sekarang Angie tetap ke komisi X.

Yang masuk ke Komisi III adalah Khotibul Imam Urano dari Komisi II. Dan rotasi ini hal yang wajar terjadi di setiap fraksi di DPR," kata Saan. Ia menegaskan, keputusan itu sudah dilaksanakan. Seperti diketahui, pemindahan Angie ke Komisi III mengundang kontroversi di tengah status yang disandangnya sebagai tersangka Wisma Atlet Palembang.

Bahkan, Ketua KPK Abraham Samad mengancam tak menghadiri rapat jika ada Angie di Komisi III. Bahkan, Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Malaranggeng menegaskan, bahwa SBY marah Angie dipindah ke Komisi III yang membidangi hukum itu. "Beliau marah besar. Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina segera memerintahkan Ketua Umum dan Ketua Fraksi Demokrat untuk membatalkan rotasi Angie.

Komentar beliau, itu sama sekali tidak cerdas," kata Andi. Sebelumnya, aktivis Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) Fadjroel Rahman mengatakan, penempatan Angie di Komisi Hukum DPR merupakan penghinaan negara Indonesia sebagai negara hukum. Karena penempatan Angie didudukkan sebagai pengawas negara hukum. Sementara, KPK telah menetapkan dia sebagai tersangka merupakan pelecehan logika publik.

"Ini jelas sudah tidak betul, rotasi yang dilakukan Demokrat tersebut merupakan antitesa (kebalikan) dari pidato Presiden Susilo Bambang Yudhono yang memiliki komitmen untuk memberantas kasus korupsi," kata Fadjroel. Lebih lanjut dikatakan, Presiden Yudhoyono bahkan dengan bangga mengatakan, pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini merupakan yang paling agresif dalam sejarah di negeri ini.

Karena itu dirinya menilai, kepindahan Angie, dapat melecehkan hukum. Pasalnya, pemindahan ini dilakukan ketika mantan Wasekjen Partai Demokrat itu tengah menjadi tersangka dalam kasus suap proyek Wisma Atlet. ""Anda bisa bayangkan, rekan Komisi III adalah penegak hukum, salah satunya KPK. Sedangkan Angie yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK, malah melakukan pengawasan terhadap KPK. Ini kan melecehkan hukum," ujarnya.

 

Foto Angie Asli

Sementara itu, pakar telematika Roy Suryo memastikan foto Angie yang sedang memegang blackberry (BB) pada 2009 adalah asli. "Ini supaya jelas saja, karena banyak sekali pertanyaan ke saya terkait hal ini. Foto-foto AS (Angelina Sondakh) dengan BB yang banyak beredar saat ini di berbagai media, terutama online tersebut memang asli," tegas anggota Komisi I dari Fraksi Dmokrat ini kepada INDOPOS, Kamis (16/2).

Dipastikan Roy pula, dalam foto yang terekam kamera wartawan itu memang benar Angie yang sedang memegang piranti blackberry nampak menunjukkan ke arah dua pria yang duduk di belakangnya. Dalam foto memang Angie duduk di depan dengan kepala yang sedang menengok ke belakang, ke arah dua pria yang duduk berdampingan di belakang Angie, yakni suaminya (alm) Adjie Mas Said dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Foto itu diambil dengan menggunakan kamera jenis DSLR (Digital Single Lens Reflex) merk Nikon type D40. Dipotret pada hari Selasa, 2 Juni 2009, sekitar pukul 14.30 di Gedung Nusantara I DPR," tegas Roy. Namun saat ditanyakan, apakah dirinya tahu secara pribadi sebagai sesama kolega separtai dan kolega sesama anggota parlemen kalau Angie memang menggunakan blackberry.

Ia enggan menjawabnya. Pengamat telematika lainnya Heru Sutadi mengatakan, cara lain untuk membuktikannya, aparat institusi hukum seperti pihak pengadilan Tipikor atau jaksa KPK dapat meminta keterangan Research In Motion (RIM), operator blackberry. "Dapat diketahui, apakah Angie atau tidak yang pakai BB itu," katanya.

Sebelumnya beredar foto-foto Angie memegang blackberry type Bold 9000 warna hitam di sidang paripurna DPR pada Juni 2009 lalu yang dipotret oleh fotografer media Tribun Timur, Abbas. Namun, dalam persidangan, Angie selalu membantah memiliki BB dan mengaku baru memakai BB akhir 2010. Padahal, foto tersebut diklaim para pakar diambil pada Juni 2009. (ind/dms/jpnn)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.