Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Pertarungan Sulit Dikendalikan

Manajemen Konflik di PD Buruk

Sabtu, 18 Februari 2012 17:59 | Nasional | Politik | Redaksi



JAKARTA–Angelina Sondakh yang dipingpong dari satu ke komisi lainnya menunjukkan friksi di tubuh Partai Demokrat semakin liar. Friksi dan pertarungan antarfraksi di parpol ini semakin kuat dan tak bisa dikendalikan.


Hal ini juga membuktikan manajemen konflik internal di partai berkuasa itu tidak berjalan baik. Seperti diketahui, sejak ditetapkan sebagai tersangka, Fraksi Demokrat tiba-tiba memindah Angie dari komisi X yang membidangi pendidikan dan olahraga ke komisi III yang membidangi hukum. Karuan saja pemindahan tersebut mengundang protes publik.

 
Sebagai tersangka, tentu sangat aneh jika Angie harus bertugas mengawasi para penegak hukum, khususnya KPK yang menetapkan mantan Putri Indonesia tersebut sebagai tersangka. Tentu saja keputusan tersebut membuat ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berang.

Dia lalu meminta fraksinya di DPR agar bisa bekerja lebih cerdas.Jangan melakukan kesalahan yang tak perlu sehingga merugikan partai. Apalagi sampai mengulang tindakan tersebut. ”Dewan pembina hanya berharap fraksi bertindak cerdas. Jangan sampai melakukan fool's boy mistake, kesalahan yang tak perlu terjadi, karena hanya akan merugikan partai,” kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman di Kompleks DPR, (17/02).

Hayono mengatakan, rotasi kader di parlemen memang kewenangan fraksi. Namun, kata anggota Komisi I itu, fraksi harus memperhatikan situasi partai yang tengah mengalami penurunan dukungan publik. ”Sebagai pembina, saya berharap DPP dan fraksi mencermati arahan SBY. Sudah jelas beliau bilang di tengah situasi dukungan publik yang menurun, kader diminta bekerja lebih cermat, cerdas dalam mengambil keputusan. Karena itu, penempatan Angie langkah yang tidak cerdas dan perlu ditempatkan di komisi lain,” ucapnya.

Setelah memimpong, Fraksi Partai Demokrat akhirnya mengembalikan Angelina Sondakh ke habitatnya di Komisi X DPR setelah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY turun tangan. “Kami patuh terhadap arahan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan mendengar masukan dari publik, sehingga memutuskan mengembalikan Angelina ke Komisi X,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsah di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Ditegaskannya, keputusan Demokrat merotasi anggota di komisi dan alat kelengkapan dewan dengan pertimbangan untuk melakukan penyegaran dalam melaksanakan tugas, bukan dengan maksud tertentu untuk tidak mematuhi hukum. Pimpinan Fraksi Demokrat DPR, menurut dia, merotasi 17 anggotanya baik di komisi-komisi maupun di alat kelengkapan dewan, salah satunya adalah Angelina, dari Komisi X ke Komisi III. “Angelina Sondakh dipindahkan ke Komisi III agar lebih segar menjalankan tugas resminya bersama mitra komisi,” katanya.

Namun publik, kata dia, menafsirkan pemindahan itu kurang tepat, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah diberi arahan SBY, Fraksi Demokrat akhirnya memutuskan mengembalikan Angelina ke Komisi X. Jafar menjelaskan, semula Angie dipindahkan ke Komisi III untuk menggantikan Muhammad Nasir yang dirotasi ke Komisi XI. Karena Angie dikembalikan ke Komisi X, kata dia, maka posisi kursi di Komisi III diisi oleh Khotibul Umam Wiranu. Sementara itu, anggota Komisi III DPR, Nudirman Munir mendesak pimpinan KPK, agar memeriksa penyidiknya yang diduga ‘menghilangkan’ Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pembicaraan BBM Angelina Sondakh dengan Mindo Rosalia Manulang.

”Langkah itu penting dilakukan pimpinan KPK karena menyangkut nama baik KPK sendiri. Sebab hilangnya hasil penyidikan tentang percakapan keduanya yang terungkap di persidangan harus diusut, karena bisa saja hal itu disengaja,” kata Nudirman seusai diskusi di DPR, kemarin, (17/02). Politisi Golkar itu mengingatkan, boleh saja Angie melakukan pengingkaran di persidangan. Tetapi kalau melakukan kebohongan dan itu terbukti, maka hukumannya berat.

”Kalau terbukti dia berbohong, hukumannya berat loh, jadi jangan main-main dalam persidangan sebab hukuman bagi saksi yang berbohong itu berat,” kata Nudirman. Anggota Komisi Hukum DPR yang lain, Bambang Soesatyo juga mendesak pimpinan KPK berbenah diri. Kasus BAP hilang yang terungkap di persidangan Tipikor, harus menjadi pelajaran agar ke depan tidak terulang kembali.

”Tidak ada salahnya Pimpinan KPK segera lakukan evaluasi dan bersih-bersih dalam bentuk rotasi khususnya di bidang penyidikan. KPK memang harus lakukan audit kinerja penyidik KPK. Semua ini demi kebaikan KPK,” ujarnya. Menurut Bambang, kasus hilangnya BAP sangat memalukan KPK. Karena sekarang ini wibawanya berangsur-angsur pulih setelah gebrakan Abraham Samad yang berani mengungkap kasus-kasus besar yang bersinggungan dengan kekuasaan. ”Saya setuju bila Komite Etik KPK turun tangan untuk mengusut tuntas kasus hilangnya BAP yang berisi pembicaraan antara Engelina dan Rosa Manulang yang terungkap di persidangan kemarin,” kata Bambang.

Seperti diberitakan, dalam persidangan, kemarin, Angelina berkali-kali tidak mengaku memiliki BB pada 2009, padahal ada fotonya beredar di sebuah media online. Nazaruddin menunjukkan bukti foto itu -dari berita salah satu media online yang berjudul 'Dipotret 2009, Angie Sudah Bawa BlackBerry-' kepada majelis hakim. Saat ditanya, apakah berbelit-belitnya Angelina Sondakh saat memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor 2 hari lalu dalam rangka memproteksi sejumlah petinggi Demokrat agar mereka tidak terseret kasus Wisma Atlet, Ketua Fraksi Demokrat, M. Jafar Hafsah mengelak.

“Itu harus ditanyakan kepada yang bersangkutan karena klarifikasi yang dia sampaikan sudah terproses, jangan kepada saya. Kok pertanyaannya seperti jaksa, kalau saya jawab nanti jadi polemik. Saya tak mau berkomentar soal kesaksian Angelina, saya serahkan sepenuhnya pada proses hukum yang berjalan di KPK,” katanya. (dms/jpnn)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.