| Senin 21-05-2012 | ||
| 17:08 | | | Graha Pena Pekanbaru Dibangun 1 ... |
| 17:07 | | | Waspadai Cuaca Ekstrem Picu Put ... |
| 17:07 | | | 80 Ribu Warga di Riau Membiru |
| 17:05 | | | Anas Beri Restu Mambang Mit |
| 17:05 | | | Herman Abdullah Temui PW Muhammad ... |
| 17:04 | | | Identifikasi Jenazah Tuntas |
| 17:03 | | | Semua Korban Sukhoi Teridentifi ... |
| 17:02 | | | Rampok Bersenpi Gasak Rp220 Jut ... |
| 17:01 | | | Italia Diguncang Gempa Bumi, Rib ... |
| 16:59 | | | Mobil Reli Sasar Penonton, Dua T ... |
| Selasa, 22-05-2012 11:32:55 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di
PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha
JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
TANGERANG - Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Tangerang. Kali ini naas dialami satu keluarga kecil asal Jakarta Barat. Sepeda motor yang dikendarai ayah, ibu dan anak yang hendak pulang kampung dengan sepeda motor ke Lampung itu dihantam dan diseret truk gandeng.
Akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Serang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/2) pagi kemarin itu, membuat ibu dan anaknya yang masih balita (bayi di bawah lima tahun, Red) tewas digilas. Korban bernama Farhatun Kutsyah, 23 dan Nur Latifatun Nisa berusia 2 tahun. Sedangkan, Arif Suranto, 29, sang ayah yang juga menjadi pengemudi motor mengalami luka serius. Dia dirawat intensif di RSUD Tangerang karena kaki kirinya patah dan beberapa bagian tubuhnya luka.
Sedangkan sopir truk gandeng dan kernetnya yang menyebabkan ibu-anak itu tewas diamankan petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Tangerang. Peristiwa bermula kala keluarga kecil ini hendak menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.
Dengan berboncengan sepeda motor Yamaha Jupiter B 6612 AUG ketiganya melaju dari kontrakan mereka di kawasan Jakarta Barat sekitar pukul 05.00. Saat pukul 06.30 motor melintas di Jalan Raya Serang. Motor berwarna merah itu hendak menyalip truk gandeng bernopol B 9495 ZZ yang tengah melaju dari arah kiri. Sang pengendara sepeda motor tidak menyadari terjadi penyempitan bahu jalan.
Karena laju kendaraan kencang, membuat Arif Suranto tidak bisa mengerem motornya. Sehingga membelokkan motor ke sebelah kanan. Sepeda motor tersebut terserempet bodi depan truk gandeng. Dampaknya, motor jatuh dan ketiga penumpangnya terpelanting. Naas, Farhatun Kutsyah yang tengah menggendong Nur Latifatun Nisa masuk ke kolong truk. Tubuh keduanya remuk digilas truk dan tewas seketika.
”Kejadian kecelakaan itu sangat cepat. Korban yang tengah menggendong anaknya masuk dalam kolong truk gandeng. Lalu digilas dan tewas seketika,” terang Sabeni, saksi mata kejadian memilukan tersebut. Sedangkan sang ayah yang mengemudikan motor juga terjatuh dan tubuhnya menghantam bodi truk. ”Yang pria selamat tapi luka serius karena sempat terseret truk,” terangnya juga. Sedangkan motornya hancur digilas. Mereka lantas ditolong warga dan polisi.
Selanjutnya, ketiganya dibawa ke RSUD Tangerang. Wakasat Lantas Polres Kota Tangerang AKP Darto mengatakan kalau sopir dan kernet truk gandeng yang menyebabkan dua korban meninggal telah diamankan. Dia juga mengatakan kasus kecelakaan itu tengah ditangani Unit Laka Polres Kota Tangerang. ”Kami masih memintai keterangan sopir truk,” terangnya.
Darto juga mengatakan kalau keluarga kecil itu mengalami kecelakaan saat hendak pulang kampung ke Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur, Provinsi Lampung dengan sepeda motor. ”Diduga mereka mengejar waktu agar tidak tertinggal kapal roro untuk menyeberang di Pelabuhan Merak. Mungkin karena terburu-buru maka kecelakaan ini terjadi,” tandasnya. (gin/jpnn)