Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Jembatan Desa Merangin Pulau Terap Mulai Lapuk

Jum´at, 17 Februari 2012 22:41 | Kampar | Infrastruktur | Riau Pos


KAMPAR - Para petani karet gusar dengan keadaan jembatan penghubung antara perbatasan Desa Merangin dan Desa Pulau Terap. Pasalnya jembatan sepanjang lebih kurang dua puluh meter tersebut mulai lapuk di makan usia.

‘’Jangankan pengendara sepeda motor, pejalan kaki yang melalui di atasnya pun sudah terasa goyah, sehingga masyarakat yang lewat mulai waspada. Sebagai alternatif, masyarakat sekitar secara swadaya membuat jembatan di sebelahnya dengan susunan kayu ala kadarnya,’’ kata Kepala Desa Pulau Terap, Husni, melalui Sekretaris Desa, Syaiful, kepada Riau Pos, Kamis (16/2).

Selain faktor usia, sebutnya, air sungai yang deras bila hujan turun juga mempengaruhi kekokohan jembatan. Tidak hanya jembatan saja, bila hujan tergolong cukup deras, maka pepohonan karet yang berada di areal tebing rubuh terkena gerusan aliran sungai dan menghantam kaki-kaki jembatan. Maka untuk mengantisipai warga dengan swadaya seadanya membuat jembatan dengan tumpukan kayu seadanya asal bisa dilalui.

Meski beberapa kali telah di ajukan permohonan agar bisa di bangun jembatan permanen, namun warga hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Bahkan bukan dari pihak Desa Puau Terap saja yang mengusulkan agar ada perhatin terhadap jembatan tersebut, akan tetapi dari Desa Merangin juga ikut mengajukan permohonan.

Dia menyatakan, pihaknya mencoba memberi pengertian kepada warga agar bersabar dengan kondisi tersebut, karena pihak desa juga sedang melakukan permohonan pada Pemerintahan Kabupaten Kampar agar permohonan tersebut mampu direalisasikan.

‘’Jembatan tersebut memang cukup menjadi urat nadi hilir mudik warga, terlebih mereka yang ingin bekerja memotong karet, karena itu hanyalah satu-satunya jembatan yang ada. Namun bila jembatan tersebut di kemudian hari memang tidak bisa difungsikan lagi, maka yang terjadi, para petani dan pekerja karet akan terhenti aktivitasnya dan menyebabkan perekonomian tersendat,’’ ujarnya.

Menurutnya lagi, meski bisa dilalui dengan cara membuat jembatan tumpukan kayu seadanya, hal tersebut juga membuat proses pekerjaan itu tersendat karena harus dilakukan secara perlahan.

‘’Bisa dilalui dengan jembatan swadaya warga, tapi cukup menyendat pekerjaan, karena hasil karet harus dibawa dengan cara di angkat dan secara bergantian,’’ tambanhnya.(rdh/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.