Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Lilin Sambar Bensin, Anak Tewas Terbakar

Kamis, 16 Februari 2012 16:52 | Rokan Hulu | Riau Pos
Hendra menemani istrinya, Indah (32) yang dirawat di RSUD Pasir Pengaraian, setelah mengalami luka bakar, Rabu (15/2/2012). (Foto: HARJONO/ RIAU POS) Perbesar Gambar


 
 
KUNTODARUSSALAM - Seorang bocah bernama Najri (1,6) warga Dusun Sungai Kuti, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Rabu (15/2) tewas setelah mengalami luka bakar di bagian wajah, kedua tangan dan kedua kakinya. Sedangkan sang ibu, Indah (32), kondisinya kritis dan kini dirawat di RSUD Pasirpengaraian, karena mengalami luka bakar di bagian wajah, kedua tangan dan sebagian kakinya.  

Dari informasi yang disampaikan Hendra Hidayat (30) ayah Najri, saat menemani istrinya di ruang Cempaka Klas III RSUD Pasirpengaraian, peristiwa yang merenggut nyawa anak bungsunya, Najri dan melukai istrinya, terjadi begitu cepat tanpa ada firasat apapun. 

Menurutnya, dia sudah 2 tahun bersama dua anak dan isterinya tinggal di pondok kebun majikan yang ditungguinya. Pada, Selasa (14/2) sekitar pukul 19.00 WIB, karena tidak ada penerangan listrik PLN, Hendra menghidupkan genset di rumahnya.   Seperti malam-malam sebelumnya, malam itu Hendra juga menghidupkan genset. Namun, baru satu jam gensetnya hidup, tiba-tiba genset tersebut mati. Kemudian Hendra mencoba mengutak-atiknya, namun tetap tidak bisa hidup. Lalu Hendra melihat karburator genset yang kotor lalu membersihkannya.  

‘’Saat saya tuangkan bensin ke baskom, saat itu datang anak sulung saya, Riski(4) membawa lilin. Sementara anak saya Najri sudah ada sama saya dan ibunya. Karena terlalu dekat, api lilin yang dibawa Riski menyambar ke bensin yang ada di dalam baskom dan langsung menyambar badan istri dan anak saya,’’ jelasnya.
 
Pada saat itu, tambah Hendra, api menyambar bagian wajah  istrinya serta membakar kedua tangannya. Saat Hendra mencoba menolong sang istri, ternyata anak bungsunya juga terbakar. Saat itu juga Hendra meminta pertolongan warga.

Sang anak akhirnya meninggal dunia karena mengalami luka bakar serius. Sedangkan istrinya Indah  dilarikan ke RSUD Pasirpengaraian.(har/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.