Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Generasi Emas Gagal Lagi

Selasa, 14 Februari 2012 22:57 | Olahraga | Redaksi
Penalti Kolo Toure gagal tembus gawang Zambia Perbesar Gambar




BERAKHIR sudah era generasi emas sepak bola Pantai Gading. Mereka gagal menjuarai Piala Afrika 2012 setelah kalah adu penalti dari tim kejutan Zambia di final. Parahnya, kegagalan itu diakibatkan eksekusi penalti buruk para bintangnya.

"Generasi ini nyaris mendapatkannya pada 2006 lalu (kalah adu penalti dari Mesir). Generasi ini sudah berakhir. Kami harus membawa darah baru, tetapi kita lihat saja apa yang dilakukan federasi," kata Frans Zahoui, pelatih Pantai Gading, seperti dikutip Reuters.

Begitu bola eksekusi penalti Gervinho sebagai eksekutor kesembilan melesat di atas mistar gawang Zambia yang dikawal kiper Kennedy Mweene, para pemain Pantai Gading langsung lemas. Apalagi, setelah gelandang Zambia Stoppila Sunzu sukses mengeksekusi penalti terakhir.

Ya, harapan juara mereka melayang. Penyebabnya, para bintang mereka yang bermain di Premier League, gagal menampilan performa terbaik. Selain Gervinho, sebelumnya Kolo Toure yang menjadi eksekutor kedelapan juga gagal.

Sejatinya, pertandingan itu tidak perlu diakhiri dengan adu penalti kalau saja Didier Drogba mampu menjalankan tugasnya sebagai eksekutor pada waktu normal, sehingga laga tidak berahir tanpa gol. Drogba gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-70.

"Terkadang kami harus mendapatkan hasil buruk dan kami harus bisa menerimanya. Kami menyadari bahwa kami kalah di adu penalti dan tim lain juga bisa kalah seperti itu. Itu seperti rolet Rusia, benar-benar tidak terhormat," ketus Zahoui.

Kegagalan itu, membuat generasi emas, yang bersinar sejak 2006 lalu, berpotensi mengakhiri karirnya tanpa gelar. Memang, masih ada Piala Afrika tahun depan dan juga Piala Dunia 2014, tetapi mereka bisa dibilang telah kehilangan momentum.

Para pilar generasi emas yang tersisa seperti Drogba saat ini berusia 33 tahun, Kolo Toure, 30, Didier Zokora, 31, dan Kader Keita, 30. Sekarang, Pantai Gading mulai dihuni para darah muda, seperti Max Gradel, 24, Gervinho, 24, dan Cheick Tiot, 25.

Bagi Drogba sangat menyakitkan. Sebab, dua kali mencapai final Piala Afrika, dua kali dia gagal mengeksekusi penalti. Terlepas dari eksekusi penaltinya di babak adu penalti, kemarin dini hari. Ketika final Piala Afrika 2006 melawan Mesir, dia dan Bakari Kone yang gagal mengeksekusi penalti di babak adu penalti dan membuat Les ants, julukan Pantai Gading, kalah 2-4 dari Mesir. (ham/jpnn)



Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.