Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Ratu Heroin Berbelit-belit

Selasa, 07 Februari 2012 17:43 | Dumai | Hukum Kriminal | Dumai Pos


DUMAI 
— Setelah melakukan pemeriksaan dan melakukan narcotest terhadap barang bawaan, Ahad (5/2) Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Dumai melimpahkan kasus penyeludupan heroin dengan tersangka inisial SRS (34), berikut barang bukti ke Polresta Dumai. Melalui uji narcotest tersangka SRS warga Cipondoh, Banten ini terbukti membawa heroin seberat sebanyak 1.385 gram yang diselipkan di balik kopernya.

 ‘’Pelaku berikut barang bukti berupa serbuk heroin seberat 1.385 gram dan satu buah koper hitam telah kita serahkan ke polresta Dumai, pelimpahan kasus ini untuk ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, penyerahan itu kita lakukan pada Ahad (5/2) petang,’’ ujar Humas Bea Cukai Dumai, Budi Hermanto kepada Dumai Pos, Senin (6/2).

Seperti diwartakan sebelumnya SRS ditangkap aparat bea dan Cukai Dumai pada Sabtu (4/2) sekitar pukul 14.00 wib di Terminal Penumpang Pelindo I Dumai setelah pemeriksaan X Ray diketahui kedapatan membawa psikotropika jenis heroin yang terselip di dinding kopernya. Diduga barang haram dibawa dari Malaysia.

Budi mengatakan pelimpahan kasus narkoba ke Polresta Dumai itu diharapkan agar aparat yang berwenang dapat lebih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka dan mudah-mudahan dapat mengungkap aktor utama yang selama ini bermain di balik aksi penyeludupan narkotika yang coba dibawa masuk ke Kota Dumai.

‘’Seperti yang sudah-sudah setiap kasus penyeludupan narkotika selalu kita serahkan ke pihak ke polisian, karena kita berharap pemeriksaan yang dilakukan bisa lebih mendalam,’’ ucapnya.

Berbelit-belit
Ratu heroin yang membawa sebanyak 1.385 gram berinisial Srs (34), asal Cipondoh Tanggerang, Provinsi Banten yang sebelumnya diamankan petugas Bea dan Cukai Dumai memang tergolong pemain yang profesional dalam menjalankan bisnis haram ini.

Buktinya, saat mulai menjalani pemeriksaan di penyidik Sat Narkoba Polres Dumai, Senin (6/2) setiap pertanyaan yang disampaikan penyidik dijawab berbelit-belit, bahkan ada pertanyaan yang dijawab tidak mengetahui.

Dari keterangan yang diberikan, namun saat di cek banyak ditemukan ketidaksesuai dengan apa yang disebutkannya. Meskipun demikian, polisi tetap akan melakukan penyidikan lebih dalam. Termasuk kepada barang bukti. Pihaknya tetap harus melakukan cek di Labfor Medan.

Seperti halnya nama pemesan kamar tempatnya menginap di Hotel City, tetap dijawabnya tidak mengetahuinya. Begitu juga saat ditanya, siapa pemilik barang dan hendak diberikan kepada siapa, juga dia menjawab tidak tahu. Bahkan, dia (tersangka) mengakui, tertangkapnya di pelabuhan lantaran di jebak oleh orang setelah diantar seseorang yang juga tidak dikenalnya.

“Dia malah mengakui dijebak, sehingga dia ditangkap saat berada di pelabuhan oleh pihak Bea dan Cukai. Walau berbelit-belit dalam pemeriksaan, memang begitulah sindikat ini. Tapi kita tetap melakukan dengan upaya maksimal mengungkap sindikat ini, walau Dumai sebagai tempat transit,”kata Kapolres Dumai, melalui Kasat Narkoba, AKP Dodi Harza Kesumah, yang didampingi Kaur Bin Ops, Iptu Budi, yang dihubungi Dumai Pos, Senin (6/2).

Katanya lagi, untuk jumlah berat dan jenis narkotika ini pihak Polres Dumai mengirimkan sampelnya ke Labfor di Medan.”Kita akan mengirimkan sampel ke Labfor, untuk mengetahui jenis narkotika ini serta beratnya. Dan untuk tersangka, kita sudah mulai melakukan pemeriksaan,”kata Budi.

Pantauan Dumai Pos, wanita yang sebagai Ratu heroin terlihat menggunakan baju pink dan celana jeans, duduk bersandar di kursi menghadap penyidik. Bahkan, disekitarnya terdapat makanan, yang sesekali dicicipinya.

Aksi penyeludupan narkotika jenis yang diduga jenis heroin ini digagalkan, Sabtu (4/2) sekitar pukul 14.00 WIB di Terminal Penumpang Pelindo I Dumai. Barang larangan yang dibawanya ditemukan di balik koper yang dibawanya yang baru turun dari Kapal Indomal Ekspres 3 yang datang dari Port Klang Malaysia.

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan empat bungkusan paket yang terbungkus rapi oleh alumunium foil. Ketika dibuka ternyata di dalam bungkusan tersebut terdapat bubuk berwarna krem dan berwarna coklat, yang kemudian melalui uji narcotest dipastikan adalah narkotika jenis heroin.

Setelah melakukan pemeriksaan dan uji narcotest terhadap barang bawaan, Ahad (5/2) Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Dumai melimpahkan kasus penyeludupan heroin.’’Pelaku berikut barang bukti berupa serbuk heroin seberat 1.385 gram dan satu buah koper hitam telah kita serahkan ke polresta Dumai, pelimpahan kasus ini untuk ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, penyerahan itu kita lakukan pada Minggu (5/2) sore,’’ ujar Humas Bea Cukai Dumai, Budi Hermanto kepada Dumai Pos Senin (6/2).

Budi mengatakan, pelimpahan kasus narkoba ke Polresta Dumai itu diharapkan agar aparat yang berwenang dapat lebih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka dan mudah-mudahan dapat mengungkap aktor utama yang selama ini bermain di balik aksi penyeludupan narkotika yang coba dibawa masuk ke Kota Dumai.

‘’Seperti yang sudah-sudah setiap kasus penyeludupan narkoba selalu kita serahkan ke pihak ke polisian, karena kita berharap pemeriksaan yang dilakukan bisa lebih mendalam,’’ ucapnya.

Tanpa Imbalan
Dalam pengakuannya, saat membawa tas tersebut tersangka tak mendapat sepeser pun upah dari penitip. “Tak nyangka dalam tas tersebut ada barang itu. Awalnya saya tak percaya. Melihat kondisi tas tersebut tak ada menaruh curiga,” katanya mengisahkan dengan santai saat ditemui Dumai Pos di ruangan penyidik Sat Narkoba Polres Dumai.

Diakuinya, tas tersebut diisinya dengan barang-barang yang akan dibawanya seperi baju dan sandal. Ia diminta untuk menemuin sesorang yakni L setelah tiba di Pekanbaru. Sedangkan L dikenalnya setahun yang lalu saat di Jakarta.

Dengan penangkapan yang dilakukan pihak Bea dan Cukai Dumai tersebut karena dijebak. Kepergianya ke Malaysia sudah sebanyak empat kali. Sebelumnya, dia memang sering dititipkan barang yang sama, namun tidak pernah tersendat saat pemeriksaan.

“Saya tak tahu kalau didalam itu ada barang itu. Karena sudah beberapa kali saya bolak-balik, makanya tidak curiga dengan isinya. Tak percaya saat diperiksa di dinding tas itu ada isi didalamnya,” katanya.
Bahkan, diakuinya saat diberikan tas tersebut, ia melihat kondisi tas tersebut tidak tersimpan apa-apa. Diakuinya barang yang tersimpan cukup dilakukan dengan rapi, sehingga tak menyangka.

Meskipun demikian, sebelum berangkat ke Malaysia, ia sempat menginap dua malam di Dumai bersama L. Bahkan setelah berada di Malaysia, L juga sempat menanyakan tas yang disebutkan tersangka adalah oleh-oleh.
Ia pun tak mengetahui, barang tersebut akan dibawa kemana. Sesuai intruksi L, ia diminta untuk menemui L di Pekanbaru. Dan selanjutnya akan melanjutkan ke Jakarta.

Tersangka ini merupakan kurir dari sindikat narkoba International. Dalam menjalankan bisnis ini, memang sudah sering dilakukanya balak balik Malaysia-Indonesia.(rio/men/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.