Riau

80 Ribu Warga di Riau Membiru

 PEKANBARU — Sekitar 80 ribu warga Pekanbaru mengikuti jalan santai yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Riau dengan tema ”Riau Membiru”. Ini sesuai dengan jumlah tiket yang di

Pekanbaru

Graha Pena Pekanbaru Dibangun 11 Lantai

PEKANBARU - Ahad (20/5) ini menandakan dimulainya pembangunan gedung Graha Pena Pekanbaru yang akan menjadi gedung Riau Pos Media Group (RPMG). Graha

Nasional

Identifikasi Jenazah Tuntas

 Tim DVI (Disaster Victim Identification) sedang membawa jenazah korban pesawat Shukoi Superjet 100 dari tenda identifikasi menuju ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta - Timur, Senin (14/05). Foto : Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/JPNN JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Sesuai manife

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Bawa Heroin, SRS Empat Kali Lolos

Selasa, 07 Februari 2012 17:36 | Dumai | Hukum Kriminal | Riau Pos


 
DUMAI - Mulai Senin (6/2) kemarin, penanganan kasus heroin seberat 1,3 kilogram resmi dilimpahkan pihak Bea dan Cukai Dumai ke Mapolres Dumai.

Dalam pemeriksaan awal, SRS pelaku yang membawa tas berisi 1,3 kilogram heroin itu mengaku ada jaringan di Malaysia dan Indonesia. Yang mengejutkan, SRS sudah empat kali lolos dari pemeriksaan.

SRS mengaku hanya membawa tas yang berisi heroin tersebut. SRS mengaku dia hanya dititipkan tas itu untuk dibawa ke Indonesia melalui Pelabuhan Dumai.

“Saya dititipkan tas dari B di Malaysia dan dibawa ke Indonesia. Selanjutnya saya diminta untuk bertemu L di Pekanbaru dan selanjutnya dibawa ke Jakarta,” kata SRS Senin (6/2), di Mapolres Dumai.

Menurut SRS, L dikenalnya setahun yang lalu di Jakarta, L juga sempat mampir di Kota Dumai beberapa waktu yang lalu.

‘’Sebelum berangkat ke Malaysia, sempat menginap dua malam di Dumai bersama L,’’ katanya.

Menurut pengakuannya, dia tidak menyangka tas tersebut ada barang yang dilarang seperti yang di tangkap Bea Cukai Dumai. SRS mengaku tak percaya ketika melihat tas tersebut dalam kondisi rapi.

‘’Rupanya ada barang itu di dinding tas yang saya bawa, saya pun tak ada curiga dengan tas itu,’’ ujarnya kesal.

Ketika B memberikan tas tersebut, SRS mengisinya dengan barang-barang yang akan dibawa pulang ke Indonesia seperi baju dan sendal. Karena tidak ada merasa membawa sesuatu, SRS pun mengaku saat membawa tas tersebut tak mendapat bayaran sepeser pun dari penitip.

‘’Saya ke Malaysia sudah sebanyak empat kali. Sebelumnya juga sering dititipkan barang yang sama, namun tidak pernah terpantau saat pemeriksaan di pelabuhan,’’ urai SRS.

‘’Saya tidak tahu kalau di dalam tas itu ada barang itu. Karena sudah beberapa kali saya bolak-balik makanya tidak curiga,’’ bebernya.

SRS (34), tersangka yang menjadi kurir pembawa barang haram dari Malaysia, berupa heroin seberat 1,3 kilogram, merupakan wanita asal Cipondoh, Tangerang, Banten.(nzr/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.