Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

11 Rumah Ludes Terbakar

Minggu, 05 Februari 2012 22:02 | Dumai | Riau Pos
Sekelompok warga berusaha menjinakkan api yang menghanguskan belasan rumah di Teluk Binjai Kota Dumai, Sabtu (4/2/2012). (Foto: AFRIMEN/RIAUPOS) Perbesar Gambar

 



KEBAKARAN hebat terjadi di pemukiman warga Jalan Al Mubin, Teluk Binjai, Dumai. Akibat kebakaran yang terjadi, Sabtu (4/2), sekitar pukul 11.00 WIB tersebut, sebelas rumah miliki warga ludes. Bahkan seorang balita, Ibra (4), mengalami luka bakar di bagian punggung dan sampai saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit.

Informasi yang dirangkum di tempat kejadian, kebakaran yang menghabiskan rumah warga tersebut, diduga akibat kompor gas ukuran 3 Kg meledak.

‘’Tadi kami mendengarkan ledakan yang cukup keras di rumah Tek Mur,’’ kata Ali, salah seorang warga yang sibuk memadamkan api dengan air selokan.

Sementara itu, cepatnya kobaran api yang membakar bangunan rumah yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar, menyebabkan api tidak terkendali. Belasan rumah yang berdiri bersebelahan dengan cepat dilalap si jago merah. Meski warga sekitar segera berupaya memadamkan kobaran api dengan air dan peralatan seadanya, namun 11 rumah ludes dilalap api.

Cepatnya kobaran api menyebabkan para penghuni rumah tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga yang ada dalam rumah. ‘’Api yang sudah hidup di belakang rumah cepat sekali membesar. Dan tidak ada satupun barang yang bisa dibawa keluar,’’ tutur Yeni, salah seorang pemilik rumah yang tebakar, sambil menangis saat melihat rumahnya yang sudah menjadi arang.

Api yang mulai berkobar sekitar pukul 11.00 WIB tersebut, dapat dipadamkan pada pukul 12.00 WIB, dengan menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemko Dumai dan dibantu warga setempat dengan menggunakan air yang berasal dari selokan.

Terhadap kejadian itu, Kapolsek Dumai Timur, Kompol Besus Agung S juga menyebutkan, terjadinya kebakaran yang melanda 11 rumah yang berada di Gang Mesjid, Jalan Al-Mubin, RT 19, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, disebabkan tabung gas ukuran 3 KG.

‘’Dari bukti yang ada di TKP dan informasi yang ada di lapangan, bahwa penyebabnya berasal dari tabung gas ukuran 3 Kg, dan untuk memastikannya tabung gas ini akan kita periksa ke forensik,’’ ujarnya.

Dikatakan Kapolsek, selain menghanguskan 11 rumah, seorang balita bernama Ibra (4) mengalami luka bakar, pada bagian punggungnya. Saat ini sudah mendapatkan pertolongan dan dirawat di RSUD Kota Dumai.

Sementara itu, pantauan Riau Pos di RSUD Dumai, bocah yang mengalami luka bakar pada punggung dan lengan kakinya tersebut, hanya bisa menangis dan meminta air minum, kepada orangtuanya saat dirawat di ruang bedah. Bocah itu mengalami sedikit luka bakar di bagian punggung.

Iyan (23) ibu Ibra mengatakan, dirinya tidak tahu bahwa anak keduanya tersebut masih dalam rumah. ‘’Saya tidak tahu kalau Ibra masih berada di dalam rumah. Saya hanya terpana dengan kobaran api yang menghanguskan rumah saya,’’ ujar Iyan sambil menggendong putra bungsunya yang masih berumur 8 bulan.

Ia mengatakan, anaknya waktu itu diselamatkan orang yang sedang menyaksikan rumahnya terbakar. Sampai saat ini dirinya tidak tahu siapa orang tersebut, dan dirinya mengucapkan terima kasih kepada warga yang menolong anaknya.(afr/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.