Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Tiap Sejam, 2 Ibu Meninggal

Jum´at, 03 Februari 2012 11:37 | Nasional | Kesehatan | Redaksi



BANDUNG - Angka Kematian ibu (AKI) melahirkan di Indonesia masih sangat tinggi. Hampir tiap satu jam, ada dua ibu meninggal. Angka ini selevel dengan Myanmar yang kondisi negaranya jauh lebih miskin.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukkan angka kematian ibu di Indonesia 228 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi 34 per 1.000 kelahiran hidup. Pada 2010, kematian ibu menurut provinsi di Indonesia diperkirakan mencapai 11.534 orang.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DR dr Sugiri Syarief MPA mengatakan, dari seluruh provinsi, Jawa Barat menduduki tempat pertama untuk jumlah kematian ibu. Lalu, diikuti Provinsi Jawa Tengah, NTT, Banten, dan Jatim.

"Jika dibandingkan Malaysia yang memiliki AKI 31 per 100.000 kelahiran hidup, Indonesia masih tertinggi. AKI di Indonesia sama dengan Myanmar yang kondisi negaranya jauh lebih miskin," kata Sugiri Syarief MPA usai menerima Anugerah "Champion Program Keselamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir kepada Kepala BKKBN dari Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/2) malam.

Sugiri menambahkan, laju pertambahan penduduk Indonesia 1,49 persen per tahun mempersulit upaya menekan AKI. Karenanya perlu ada upaya besar menekan laju pertambahan penduduk agar target MDG (Millenium Development Goals) untuk menurunkan AKI pada 2015 menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dapat tercapai.

"Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia kebanyakan disebabkan pendarahan, hipertensi saat hamil/pre eklamsi dan infeksi. Pendaharaan menempati prosentase tertinggi sebagai penyebab kematian ibu (28 persen)," jelas alumnus School of Public Administration, University of Southern California, ini.

Ada pun penyebab tidak langsung kematian ibu di Indonesia, lanjut Sugiri, di antaranya usia terlalu muda atau pun terlalu tua saat melahirkan, terlalu sering melahirkan dan terlalu banyak anak dilahirkan atau sering disebut dengan istilah "empat terlalu". (fdi/jpnn)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.