Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Ulah Gajah, India dan Nepal Bersitegang

Sabtu, 30 Juli 2011 16:11 | Internasional | Lintas Dunia | Redaksi
Pengawas hutan India menegaskan gajah liar tidak mengerti batas negara. Perbesar Gambar

 

Penduduk desa di kawasan Nepal timur meminta pemerintah India untuk melindungi mereka dari gerombolan gajah liar yang menyeberang dari suaka margasatwa India ke Nepal, dan menimbulkan kekacauan bahkan kematian.


   Jumlah gajah-gajah liar yang menyeberang itu bervariasi antara 60 hingga 100 ekor.
Mereka semestinya hidup kawasan suaka margasatwa di Bengal Barat di India tetapi sering berpindah-pindah dan masuk ke kawasan pemukiman di pedesaan Nepal.


   Kawanan gajah itu sering menerjang ladang dan rumah penduduk.


   Minggu lalu dua orang pengungsi dari Bhutan meninggal karena pemukiman mereka diterjang binatang ini.


   Banyak penduduk desa yang mengaku tidak bisa menyimpan makanan di rumah mereka maupun melakukan cocok tanam karena gajah-gajah itu akan merusaknya.


   Mereka sekarang meminta kompensasi dan menuntut pemerintah India untuk mencari cara mengendalikan gajah-gajah liar itu agar tidak menyeberang ke Nepal.


   Seorang pengawas hutan India mengatakan gajah liar itu tentu saja tidak mengerti akan batas negara maupun daerah buatan manusia.(bbc)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.