| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 15:41:23 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
BANGKINANG - Bentrok yang memakan korban kembali terjadi di Kabupaten Kampar, Jumat (29/7).
Puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) bentrok dengan aparat keamanan dari PT RAKA. Akibatnya, satu korban tewas.
‘’Korbannya security PT RAKA,’’ ujar Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kampar AKBP Trio Santoso pada Riau Pos saat dihubungi Jumat (29/7) malam.
Dijelaskan Kapolres, kejadian berawal dari sengketa antara SPI dan PT RAKA. Sengketa ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan kedua belah pihak sudah hearing ke DPRD Kampar yang janji akan memediasi.
Namun sayang, baik pihak SPI maupun PT RAKA, sama-sama tak bisa mengendalikan diri. SPI sendiri sudah berkemah di perbatasan wilayah PT RAKA di Dusun IV Flamboyan, Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir (lebih kurang 100 Km dari Bangkinang, ibu kota Kabupaten Kampar), Jumat siang.
Entah bagaimana dan entah siapa yang memulainya kedua belah pihak terlibat perang mulut dan berakhir dengan bentrok massal.
‘’Dalam aksi ini salah satu petugas keamanan PT RAKA yaitu M Sihombing tewas,’’ jelasnya.
Aparat dari Polsek Tapung Hilir yang dapat laporan langsung turun ke lapangan dan setelah beberapa saat situasi dapat dikendalikan.
Aparat kepolisian pun segera membawa korban ke RS untuk divisum dan akhirnya dikembalikan ke keluarga. Sementara pelakunya sampai kini masih dalam penyelidikan. Kapolres sangat menyayangkan hal ini. Seharusnya semua pihak bisa menahan diri, sehingga bentrok yang menimbulkan korban jiwa bisa dihindari. ‘’Saya harap ke depan semua pihak bisa lebih bersabar,’’ ujar Kapolres.
Wakil Bupati Kampar Teguh Sahono Sp ketika diberi tahu mengenai hal ini sangat kaget. ‘’Innalillahi. Saya malah belum tahu persoalan ini,’’ ujar Teguh.
Teguh sangat menyayangkan terjadinya aksi bentrok ini, apalagi pemerintah masih mengupayakan jalan keluar. Dengan adanya bentrok ini, baik SPI maupun PT RAKA sama-sama rugi, karena warga tentu saja di pihak yang bersalah dan PT RAKA kehilangan pegawainya.
‘’Harusnya semua pihak sama-sama bisa menahan diri karena menyelesaikan masalah sengketa tanah tak semudah membalik telapak tangan,’’ ujarnya. Dengan sudah diurus pemerintah, DPRD dan BPN, kondisi jadi status quo dan kedua belah pihak harus menunggu. Teguh berharap polisi dapat menjaga suasana aman dan semua pihak juga melakukan hal yang sama.
Bentrok ini bermula dari sengketa lahan seluas 1.200 Ha sejak tujuh tahun lalu. Saat itu PT RAKA sebagai mitra menanam sawit di desa tersebut, dan ketika itu juga ada pola KKPA yang memang diperuntukkan bagi masyarakat.
Tapi lahan itu malah diklaim milik PT RAKA sementara lahan ada di pemukiman warga. Perebutan lahan tak pernah berhenti hingga sawit dipanen. PT RAKA menjaga ketat sehingga warga tak bisa panen.
Masalah makin besar sejak ratusan massa yang tergabung dengan SPI melakukan unjuk rasa ke DPRD Kampar dan BPN Kampar sebulan yang lalu. Mereka menuntut PT RAKA hengkang dari lahan yang mereka tinggali sejak 1997.
Tentu saja ini ditolak. Namun DPRD dan Pemkab janji memediasikan. Namun sebelum itu terwujud aksi bentrok sudah memakan korban.(rdh/rpg)