Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Kawanan Gajah Rusak Sawit Warga di Pujud

Selasa, 31 Januari 2012 14:50 | Rokan Hilir | Riau Pos


TANJUNG MEDAN - Sekawan gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) berkeliaran di sebagian areal perkebunan dan dekat dengan pemukiman warga di Kepenghuluan Tanjung Medan, Kecamatan Pujud, Rokanhilir.

Datuk Penghulu Tanjung Medan, H Danir Mukhtar kepada Riau Pos, Senin, (30/1) mengatakan, kawanan Gajah tersebut sudah terdeteksi kedatangannya sekitar empat hari yang lalu. Setidaknya 1.000 batang sawit telah dirusak kawanan gajah ini.

“Ini mencemaskan kita, karena bisa saja suatu saat terjadi konflik yang menimbulkan korban manusia,” kata Danir.

Kekhawatiran tersebut beralasan, mengingat areal perkebunan sawit ini menjadi jalur lintasan lalu lalang gajah. Kawasan ini sekaligus sasaran perusakan dan lumbung makanan bagi gajah itu. Apalagi kawasan ini berdekatan dengan kediaman warga.

“Hingga saat ini gajah-gajah itu masih berada di kawasan kepenghuluan, namun berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya,” jelas Danir lagi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga, jelas Danir jumlah pohon sawit yang rusak karena diinjak ataupun dicabut umbinya oleh Gajah untuk dimakan, mencapai 1.000 pokok.

“Tapi tidak milik satu warga. Jika dihimpun dari setiap warga, ada yang mengalami kerusakan sekitar 50 pohon, 100, 150. Kalau dihitung-hitung mencapai 1.000 pokok di Kepenghuluan Tanjung Medan,” jelas Danir. 

Saat ini, kawasan perhentian gajah itu ada di Simpang Buntal, Kepenghuluan Tanjung Medan. Tidak hanya tanaman sawit, karet juga rawan dari amukan gajah, terutama tempurung yang berfungsi untuk menampung getah. Begitu lewat di areal karet warga, tempurung tersebut diinjak dan mengakibatkan getah  terbuang.(f/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.