Riau

Riau Masuk Kategori Cukup Baik

 JAKARTA - Tidak satu pun Pemda yang akuntabilitas kinerjanya di 2011 memuaskan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Kementrian Pendayaguna

Pekanbaru

Penutupan Jembatan Melihat Elevasi Geomet ...

Pekerja memasang geofon (alat pengukur getaran). Geofon dipasang di tiap tiang Jembatan Siak III untuk mengukur getaran, Selasa (21/2/2012). (Foto: defizal/riau pos) PEKANBARU - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau SF Hariyanto menilai, rencana penutupan jembatan Siak III hanya bersifat sementara. Penutupan ak

Nasional

Honorer Dites Sebelum jadi PNS

   Sejumlah guru honorer menggelar aksi di depan Istana, Jakarta, Senin (20/2). Foto: Dwi P/RM JAKARTA —Pemerintah akan menerapkan tes seleksi kepada seluruh tenaga honorer untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menteri Pe

OPINI PEMBACA

Bisakah Merpati Hidup Lagi?

Suasana kerja di Merpati pun sudah seperti perusahaan yang no hope! Maka, jelaslah bahwa persoalan Merpati tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa.

Bercanda, Polisi Tembak Dahi Polisi

Jum´at, 27 Januari 2012 16:38 | Nusantara | Hukum Kriminal | Redaksi



JAKARTA - Niatnya bercanda, seorang polisi di Jakarta Utara tewas dengan dahi pecah, Rabu malam (24/1). Pelakunya adalah sesama polisi yang saat itu sedang bersama-sama membersihkan pistol. Mengira pistol tidak ada peluru, mereka saling bercanda hingga akhirnya pistol meletus menembus dahi korban.

Informasi yang diperoleh INDOPOS, pelaku adalah seorang polisi yang bertugas di Direktorat Polair Mabes Polri, Jakarta Utara. Korban adalah Bripda Farid, 23, yang juga teman sekerjanya.

Korban tertembak saat sedang berada di rumah kos di Jalan Enim RT 05/10, Kelurahan  Sungai Bambu, Tanjung Priok Jakarta Utara. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Kramat Jati  untuk diotopsi. Sementara tersangka yang diketahui bernama Bripda Hendromus, 21, saat ini masih dimintai keterangan oleh petugas provost Polda Metro Jaya.

"Korban dan juga pelaku merupakan rekan di kesatuan Direktorat Polair Mabes Polri. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kejadian itu diduga ada unsur kelalaian. Hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia," ujar Humas Polres Jakarta Utara Kompol Maskur Bujang Chaniago seperti dilansir Indopos edisi hari ini. "Senjata yang menewaskan korban merupakan senjata organik," imbuhnya.

Lebih lanjut perwira dengan satu melati di pundaknya itu mengatakan, peristiwa nahas itu bermula saat korban dan pelaku tengah membersihkan senjata. Senjata itu, milik rekan mereka yang lain, Briptu F, yang mengontrak di rumah tersebut. Usai dibersihkan, pistol sempat dicoba ditembakkan ke bawah. Namun, pistol itu Tidak meletus dan tidak mengeluarkan peluru.

Hal itu membuat keduanya mengira senjata memang tidak ada pelurunya. Hingga mereka bercanda menggunakan senjata api tersebut. Pada suatu saat, pelaku pura-pura menodong korban tepat di dahinya. Picu pun ditarik dan "dor"!

Tiba-tiba, senjata tersebut meletus serta mengeluarkan peluru yang mengarah ke dahi korban. Akibatnya fatal. Korban langsung ambruk dengan dahi lobang. Korban sempat dibawa ke RS Puri Medika dan akhirnya meninggal dunia. "Tersangka saat ini sedang diperiksa oleh petugas propam dan juga dari kesatuannya," terang Maskur.

Sementara itu, Maryati, ketua RT mengatakan warga sempat mendengar suara tembakan dari rumah kontrakan berwarna krem tersebut. Tidak lama setelah itu, dari dalam rumah keluar korban yanga digotong. Serta dibawa ke dalam mobil sedan berwarna abu-abu "Polisi sudah datang memeriksa rumah kontrakan dan membawa sejumlah barang," terangnya.

Dikatakan, rumah tersebut dikontrak sejak empat tahun lalu. Si pengontrak yang juga anggota polisi, biasa pulang setiap Sabtu dan Minggu. (dai/jpnn)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.