| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 15:30:42 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
TEMBILAHAN - Tiga oknum polisi bersama satu orang mantan anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir dan seorang warga sipil, Rabu (25/1) malam sekitar pukul 00.00 WIB di bekuk Tim Gabungan Polres Indragiri Hilir (Inhil) sedang pesta sabu-sabu dalam rumah di Jalan Serumpun, Kelurahan Pekanarba, Kecamatan Tembilahan.
Ketiga oknum polisi itu di antaranya SL (38) sekaligus pemilik rumah yang sehari-hari dinas di Polsek Pulau Burung dan sedang menjalani proses PTDH.
Kemudian dua oknum anggota Mapolres Inhil yakni BL (29) dan DMP (22), seorang mantan anggota DPRD Inhil inisial HR (41) dan ZE (34).
Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan lima unit handphone, dua laptop, satu notebook, tas hitam berisi tabung kaca, timbangan digital, satu bungkus plastik pembungkus ukuran kecil, kalkulator, gunting, satu set peralatan sabu dan dua peket kecil sabu siap pakai.
Wakapolres Inhil, Kompol Imran Amir, didampingi Kabang Ops Polres Inhil, Kompol Yuniar Ary, Kasat Narkoba, AKP Holalupa, dan Paur Humas Polres Inhil, Ipda Azhari, mengatakan proses penangkapan malam itu berlangsung selama tiga jam dan sempat terjadi perlawanan hingga baku tembak antara tersangka dengan petugas.
‘’Kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang mulai resah dengan aktivitas para pelaku, kemudian kita lakukan pengintaian hingga penggerebekan,’’ ujar Wakapolres, Kompol Imran Amir.
Dia menyebutkan penggerebekan malam itu sudah direncanakan dengan baik karena para pelaku yang merupakan oknum anggota Polri memiliki senjata api selain itu rumah tersangka SL memiliki CCTV.
Tersangka SL juga diduga sebagai salah satu bandar sabu di Tembilahan yang biasa memasok barang dari Pekanbaru dan Batam.
Saat ini jajaran Polres Inhil tengah melacak jejak jaringan SL yang ada di Kota Bertuah dan Kepri.
Sedangkan empat tersangka lain merupakan komplotan SL. Waka juga menegaskan tidak pandang bulu dalam menangani masalah Narkoba meskipun para pelakunya adalah oknum Polri.
Justru, Kompol Imran Amir, meminta masyarakat terus bekerjasama dengan kepolisian dan melapor jika menemukan ada oknum anggota Polres Inhil yang melakukan tindakan di luar koridor hukum.
Waka juga menyebutkan SL sendiri merupakan anggota Polri yang saat ini sedang menjalani proses PTDH dan tidak masuk kantor sejak Agustus 2011 lalu. Sedangkan dua tersangka lain merupakan anggota aktif Polres Inhil.
Ditanya tentang sanksi hukum bagi oknum anggotanya yang terlibat Narkoba ini, Waka mengaku ketiga oknum anggotanya itu selain dikenakan tindak pidana umum mereka juga mendapat sanksi internal melalui siding Komisi Kode Etik dengan maksimal hukuman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Namun para oknum Polri itu terlebih dulu akan menjalani pidana umum.(fat/rpg)