Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Rumbai 774 Kasus ISPA

Selasa, 24 Januari 2012 22:50 | Pekanbaru | Kesehatan | Riau Pos



PEKANBARU - Penderita penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Pekanbaru jumlahnya mencapai 3.606 penderita sepanjang Desember 2011 lalu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Rumbai menempati penderita tertinggi dengan 774 orang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melalui Kasi Pengamatan Penyakit dan Krisis Bencana, M Napiri kepada Riau Pos, Senin (23/1) kemarin.

Dia mengatakan, jika cuaca ekstrim dan musim kemarau yang terjadi saat ini, sebagai faktor yang dapat menyebabkan penderita ISPA meningkat di Pekanbaru.

Dari data yang dilaporkan 20 Puskesmas yang ada di Pekanbaru, jumlah penderita ISPA tertinggi terdapat di Puskesmas Rumbai dengan 774 penderita.

Kemudian disusul oleh Puskesmas Harapan Raya menempati 513 penderita dan Puskesmas Sail menempati sebanyak 443 penderita.

“Secara keseluruhan Penderita ISPA tersebut, penyakitnya masih bersifat ringan. Misalnya saja dengan gejala batuk pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Namun demikian anak akan menderita pneumonia bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik, dapat mengakibatkan kematian,'' ujarnya.

Dijelaskan Napiri, Program Pemberantasan Penyakit (P2) ISPA membagi penyakit ISPA dalam 2 golongan, yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia. Pneumonia dibagi atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat.

“Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia,” tuturnya.(uci/rpg)


Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.