| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 15:28:20 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
TEMBILAHAN - Kepala Desa Sungai Raya, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Sulaiman, mengabarkan buaya kembali muncul di Parit 6 Desa itu.
Berdasarkan laporan warga, sejak kejadian penyerangan buaya terhadap M Amin, sudah yang kedua kali buaya itu dilihat warga.
Dikatakan Sulaiman, Ahad (22/1), saat ini warga sedang melakukan pengintaian dan berencana melakukan perburuan. Sebab jika dibiarkan berkeliaran warga merasa tidak nyaman dalam beraktivitas di kawasan Parit 6 Sungai Raya.
‘’Sejak kejadian penyerangan terhadap Amin, sudah dua kali warga melihat buaya muncul di Parit 6, kuat dugaan itu buaya yang sama,’’ kata Sulaiman.
Dia juga mengaku sudah melaporkan adanya konflik buaya dan manusia di Sungai Raya namun pihak BKSDA belum memastikan apakah akan turun ke lokasi atau tidak. Justru pihak BKSDA malah menyarankan agar dilakukan suatu ritual untuk mengusir buaya tersebut.
‘’Orang BKSDA menyarankan diadakan ritual seperti yang pernah dilakukan warga Rengat, Inhu memberi makan buaya untuk mengusirnya tapi masyarakat kita tidak pernah melakukan itu,’’ ujar Sulaiman.
Di sisi lain, jika buaya dipanggil kemudian diusir menggunakan jasa pawang diperlukan biaya jutaan rupiah. Sementara pihak keluarga korban maupun warga tidak memiliki dana sebanyak itu. Sulaiman berharap ada solusi lain nantinya.(fat/rpg)