Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

G-spot Hanya Dongeng

Sabtu, 21 Januari 2012 18:18 | Teknologi | Riau Pos

 

PARA ilmuwan melakukan penelitian untuk membuktikan G-spot, area sensitif seksual wanita yang diyakini mampu memberikan orgasme. Namun hasilnya, keberadaan G-spot hampir dipastikan tidak ada. 

G-spot pertama kali dijelaskan Dr Grafenberg pada tahun 1950. Ia menyatakan daerah berbentuk kacang pada dinding vagina menjamin orgasme perempuan setelah dirangsang.

Pernyataan ini didukung teks kitab kuno Kama Shastra yang menggambarkan bahwa ada area sensitif pada vagina yang menyebabkan "kesenangan yang besar".

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine meragukan keberadaan G-spot. Laporan itu menyebutkan zona sensitif seksual hanyalah dongeng.

Sebagaimana yang dilansir Daily Mail, penelitian yang Dr Amichai Kilchevsky, dari Yale-New Haven Hospital di Connecticut, mempelajari hampir 100 artikel yang dipublikasikan selama enam dekade terakhir. Artikel ini termasuk uji klinis, laporan kasus dan ulasan. Dari hasil penelitian itu, tidak satupun yang dapat membuktikan secara meyakinkan bahwa zona G-spot benar-benar ada. Penelitian ini justru membuktikan bahwa G-spot hanyalah mitos dan sebuah anekdot.

Penelitian Dr Amichai Kilchevsky juga didukung hasil studi 2008 yang dilakukan Dr Amichai Kilchevsky. Dengan menggunakan pencitraan USG untuk survei dinding vagina, ia tidak menemukan adanya hubungan antara orgasme dengan jaringan tebal atau jaringan tipis di area G-spot wanita.

Dr Kilchevsky juga melaporkan hasil yang kurang jelas dari biopsi jaringan, dengan beberapa studi melaporkan ujung saraf lebih banyak di "area G-spot" sementara yang lain ditemukan lebih sedikit.

Karenanya, dengan temuan ini, Dr Kilchevsky berharap agar wanita yang sulit orgasme terbebas dari tekanan yang menyebutkan adannya area G-spot. Menurutnya, istilah G-spot sengaja dipopulerkan pada tahun 1980-an ketika terjadinya pembebasan seksual dalam masyarakat Barat. (awa/jpnn)
 

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.