Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Museum dan Taman Budaya Dirombak

Sabtu, 21 Januari 2012 18:05 | Riau | Seni Budaya | Riau Pos
PEKANBARU - Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP mengatakan, Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Riau yang ada sekarang ini, kondisinya terlihat kurang terurus.

Padahal, kedua bangunan tersebut merupakan bagian dari upaya Riau untuk menjadikan sebagai pusat kebudayaan Melayu.

Sebagai langkah awalnya, Pemprov berencana akan melakukan pemugaran dan perombakan gedung, terutama pagar yang memisahkan kedua gedung. Sehingga, kedua bangunan gedung ini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Gubri Rusli Zainal, di kediaman budayawan Riau H Tenas Effendi usai melakukan ekspos pengembangan kawasan Bandar Serai, Jumat (20/1) mengatakan, keberadaan Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya, di luar negeri menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Namun di Riau, justru ini terkesan terabaikan. Karena itu, pihaknya telah menyiapkan desain gambar tentang perombakan kedua bangunan gedung tersebut menjadi satu kesatuan.

Rusli mengaku sedikit kecewa ketika simbol-simbol Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara belum terlihat.

Dia mengatakan, sebagai seorang Gubernur, ia hanya memiliki dua tangan. Karena keterbatasan tersebut, seharusnya dinas dan badan di Riau yang ada, ikut kreatif menyiapkan penataan, perencanaan, program apa yang harus dilakukan.

Kepala dinas atau Satker, ibaratnya seperti “Gubernur” di lingkungan dinas mereka masing-masing.

Karenanya, sudah selayaknya, seorang kepala dinas merancang program apa yang akan mereka lakukan. Perombakan bangunan museum dan gedung ini, bisa menjadikannya sebagai tempat kunjungan orang datang ke Riau dan menjadi salah satu ciri Provinsi Riau.(dac/rpg)
 

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.