PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
Selesaikan Konflik SARA Melalui Pendekatan Kekeluargaan
Sabtu, 21 Januari 2012 18:04 | Siak | Riau Pos
Laporan ABU KASIM, Depok
Dinamika kehidupan dan kerukunan umat beragama berkembangan semakin komplek. Jika kondisi itu dipandang sebelah mata, tentu akan berakibat fatal nantinya.
Makanya dalam mengantisipasi persoalan yang timbul dan tidak diingini, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Siak selama dua hari lalu, Kamis dan Jumat (19-20/1) melakukan studi banding ke FKUB Kota Depok, yang dinilai cukup mapan dalam penanganan konflik agama dan sara.
Rombongan FKUB Siak yang dipimpin ketuanya H Fathurrahman, bersama anggotanya di antaranya H Kadimi, H Muhyaruddin SAg, Zubir Efendi MA, Kaspul Anuar SAg, Nizamul Muluk, Dahrizon, Salmen Tumagor, Tigor Sitanggang, Joko Susilo MA Sekjen FKUB, Rasiian Simamora, H Saribun, Sucipto, H Fahruddin, Agus Mudzofar SAg MM.
Rombongan juga mengikutkan Kemenag Siak Drs H Nursya Kemenag Siak dan Kakan Kesbangpol dan Linmas Siak Yurnali Khatib.
Sebelum disambut oleh Wakil Walikota Depok bersama unsur Muspida dan jajaran pejabat Kota Depok serta ketua dan pengurus FKUB Kota Depok, rombongan sempat bertandang ke Kantor Pusat Kerukunan Umat Beragama, yang diterima oleh Dr Abdul Fatah, pejabat Kemenag RI yang membidangi Masalah Kerukunan Umat Beragama dan Erna Warti, Kepala Bidang Kerukunan Umat Beragama.
Pada pertemuan itu, rombongan FKUB Siak sempat saling bertukar pikiran dan informasi, terkait penanganan konflik agama dan sara. Bahkan informasi berharga dalam menangani persoalan umat beragama disampaikan oleh pejabat Kemenag RI.
Di Indonesia, suasana kehidupan umat beragama berkembang sangat cepat, sehingga perkembangan itu tidak bisa diprediksi apa yang terjadi dalam dua atau tiga hari ke depannya.
Jadi pemberdayaan umat beragama sangat baik dalam menanggulangi persoalan tersebut.
‘’Dalam keberagamaan, Indonesia diakui oleh dunia sebagai negara baik, dan masih tetap utuh dengan keragaman agama, etnis dan budaya. Makanya ini harus menjadi perhatian kita bersama,’’ ujar Abdul Fatah.
Sesuai Keputusan Bersama Tiga Menteri, jika sebuah rumah ibadah belum memenuhi syarat untuk didirikan, bukan berarti tidak boleh beribadah. Mereka harus bisa melaksanakan ibadah.
Tidak punya tempat ibadah tidak apa-apa, tapi bisa beribadah dengan baik. Makanya tugas FKUB, selain pembinaan umat, pemberdayaan umat juga harus dikedepankan.
‘’Selesaikan konflik SARA dan agama melalui pendekatan kekeluargaan dan juga pemberdayaan umat. Sehingga gesekan apapun yang menerpa, tentu umat itu tidak akan bisa terpecah belah,’’ ucap Abdul Fatah, yang mengaku pernah menjadi Ketua Tim penyelesaikan Konflik SARA dan Maluku dan Ambon.
Pada kesempatan itu, Ketua FKUB Kota Depok H Muhsin Ahmad Alatas bersama pengurusnya di antaranya Prof Dr Rifit Gulton, Idrus Yahya, menyambut baik kedatangan rombongan dari Siak. Karena pertemuan yang dinilai penting, dalam menjaga stabilitas wilayah.
‘’Kita menilai pertemuan ini sangat penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Apalagi konflik dan isu sara akan menjadi api dalam sekam jika tidak ditangani dengan baik. Karena sewaktu-waktu bisa meledak,’’ ucapnya.
Dari rangkaian studi banding FKUB Siak tersebut, banyak pengetahuan yang didapat. Sehingga FKUB Siak akan menjadikan acuan pengalaman yang didapat dalam penanganan setiap konflik umat yang terjadi.(rpg)