Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Menyerang, Tewas Diamuk Massa

Kamis, 28 Juli 2011 10:18 | Kuansing | Hukum Kriminal | Riau Pos

TELUK KUANTAN - Adi (31), warga Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean, tewas menggenaskan akibat dihajar warga Desa Pengalihan Kecamatan Kuantan Hilir, Rabu (27/7) pagi. Dari informasi yang dihimpun Riau Pos dari salah seorang pemuda Desa Tanah Bekali, Yusnadi SSos, korban yang sehari-hari memotong karet ini diduga tewas karena diamuk massa di Desa Pengalihan Kecamatan Kuantan Hilir.

Kemudian, Yusnadi yang juga mengaku dapat informasi ini dari Kepala Desa Tanah Bekali Saljasman kembali melanjutkan, Kardo datang menemui Topan di rumahnya, karena diduga dirasuki dendam Kardo ini melayangkan senjata tajam yang berada di tangannya kepada Topan. Akibatnya Topan terluka serius.

Usai melukai Topan, lanjutnya, Kardo berusaha kabur didampingi Adi. Topan yang masih sadar, sempat berteriak untuk minta tolong kepada warga yang ada di Desa Pengalihan ini. Mendengar teriakan Kardo tersebut, wargapun beramai-ramai mendatangi TKP.

Melihat Kardo bersama Adi yang ingin kabur dengan menggunakan kendaraan roda dua, warga langsung datang menyerang. Kardo yang mengendarai sepeda motor, berusaha lari dengan Adi. Tetapi, Adi yang berusaha naik sepeda motor bersama Kardo untuk lari tidak bisa melarikan diri, karena terlebih dahulu dihadang warga.

Kardo bisa melarikan diri, kata Nadi, namun Adi tidak sempat melarikan diri, karena sudah dihadang dan dihajar massa. Akibat ini, Adi yang juga paman Kardo ini tewas dengan menggenaskan di lokasi kejadian.

Kepala Desa Tanah Bekali, Saljasman yang dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (27/7) membenarkan ada warganya yang tewas kena sentaja tajam oleh warga Desa Pengalihan Kecamatan Kuantan Hilir. Namun, Saljasman belum bisa memastikan penyebab terjadi pembunuhan ini, karena memastikan motif pembunuhan ini adalah kewenangan pihak kepolisian.

Saljsaman mengimbau kepada warganya untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan kejadian ini. ‘’Kita tinjau dulu akar permasalahannya, jangan terpancing dengan ini, setelah itu baru kita selesaikan,’’ katanya.

Setelah meninggal, jenazah korban langsung dibawa ke rumah kediamannya di Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean. Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkhaini SH melalui Kapolsek AKP Firmansyah, membenarkan kejadian tersebut. Dua orang warga dari Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean menyerang warga bernama Topan dari Desa Pengalihan Kecamatan Kuantan Hilir.

Korban bernama Adi (31) tewas, katanya, karena tertinggal oleh temannya yang lari karena dikejar massa. Akibatnya, korban ini tidak bisa menghindari emosi massa dan tewas di lokasi kejadian. ‘’Kami baru menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB, kira-kira kejadiannya ya, di bawah pukul 10.00 WIB,’’ katanya.

Sementara ini, kata Firmansyah, pihaknya fokus terhadap desa supaya masyarakatnya tetap tenang dan menjaga kondusifitas. ‘’Alhamdulillah aman, ini kan sifatnya pribadi, tidak menyangkut dengan masyarakat,’’ katanya.

Ketika dimintai keterangan, Topan yang menjadi sasaran warga Desa Tanah Bekali ini, kata Firman, kondisinya dalam perawatan, karena diperkirakan ada luka bacok.
Kemudian Kardo temannya Adi yang kabur, pihaknya tengah melakukan pengejaran. Namun sebelum itu, pihaknya mengantisipasi supaya kejadian ini tidak merebak ke masyarakat lain dan memfokuskan pengamanan di dua desa tersebut. ‘’Kita kondusifkan dulu kondisi di desa,’’ katanya.

Pihaknya belum bisa memastikan motif pembunuhan ini, karena terlebih dahulu harus di visum untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, Adi ini tewas karena diamuk massa, yang juga terdapat ada luka bacok di depan dan dibelakang tubuh korban. Tetapi, belum jelas apa penyebabnya dan sekarang tengah diselidiki. Sekarang kata Kapolsek, korban sudah dimakamkan di Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean dan Topan masih dalam perawatan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kuantan Hilir M Yakub yang dikonfirmasi mengatakan, Topan yang terkena luka bacok di kepala, kaki, punggung dan tangan kondisinya sudah mulai sadar. ‘’Perawatannya bisa kita lakukan di kecamatan,’’ kata Yakub. Hingga sekarang, Topan masih dirawat di Puskesmas Kecamatan Kuantan Hilir.(j/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.