Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Pemkab Siapkan 15.000 Bibit Sawit

Selasa, 17 Januari 2012 11:27 | Kampar | Riau Pos


 
BANGKINANG  - Pada tahun 2012 ini, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar memprogramkan penyediaan 15.000 bibit sawit unggulan bagi masyarakat.

Bibit  tersebut disubsidi pemerintah sehingga harganya lebih terjangkau oleh petani.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar Masmansur Hakim melalui Sekretaris Dinas Perkebunan H Hamdani kepada wartawan, Senin (16/1).

Penyediaan bibit unggulan ini dilakukan dengan cara membeli 15.000 kecambah (biji) kelapa sawit unggulan jenis kostarika (Topas), dari PT Asian Agri di Kecamatan Tapung.

Kecambah itu di proses di UPTD Pembibitan Dinas Perkebunan di Desa Muara Jalai Kecamatan Kampar Utara. UPTD pembibitan memproses kecambah itu hingga menjadi bibit siap tanam.

‘’Ketika bibit sudah hampir  berumur satu tahun, maka bibit itu siap tanam dan akan dilepas kepada masyarakat,’’ ujarnya.

Mengenai berapa subsidi oleh pemerintah, menurutnya itu tergantung kemampuan keuangan daerah dan akan diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup) Kampar.

Hanya saja sebagai gambaran, pada tahun 2009 dan 2010, pemerintah menjual bibit tersebut kepada masyarakat dengan harga Rp10.700 per bibit. Di pasaran harga bibit yang sama dijual dengan harga di atas Rp30.000 per bibit.

Menurut Hamdani pengadaan bibit ini dilatar belakangi oleh  prospek sektor pertanian di Kabupaten Kampar yang cukup besar. Saat ini ada 460.000 hektare perkebunan sawit di Kabupaten Kampar.

Perkebunan ini dikuasai oleh perusahaan swasta, perusahaan milik negara dan masyarakat.

Hamdani menambahkan, hasil produksi sawit milik masyarakat jauh di bawah produksi milik perusahaan. Bila dibandingkan produksi  sawit masyarakat dengan perusahaan, dengan luas lahan yang sama, hasilnya 35:100.

Hasil kebun masyarakat hanya 35 persen. Hal itu disebabkan karena bibit milik masyarakat kualitasnya lebih rendah. Makanya pemerintah berupaya meningkatkan produksi kebun rakyat dengan penyediaan bibit unggul.(why/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.