Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Di Kuansing, Siswa Miskin Bebas Pungutan

Selasa, 17 Januari 2012 11:26 | Kuansing | Pendidikan | Riau Pos




TELUK KUANTAN - Kabar gembira bagi masyarakat miskin yang memang ingin anaknya sekolah hingga ke jenjang SLTP.

Pasalnya, pada 2012 ini, seluruh sekolah mulai dari SD hingga SMP wajib membebaskan murid atau siswanya yang tergolong miskin dari semua pungutan iuran.

Hal ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kuansing, Drs H Alwis MSi, melalui Sekretaris Disdik Badril SSos, kepada Riau Pos saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Untuk itu, seluruh sekolah wajib melaporkan siswa mereka yang tergolong miskin. Dan sekolah juga tidak dibenarkan memungut semua iuran, apapun nama dan jenis pungutannya.

“Ini adalah kewajiban yang harus dijalankan secara tepat dan baik oleh seluruh sekolah SD dan SMP, mereka tidak dibenarkan memungut iuran apapun bagi siswa miskin,” ujar Badril.

Seperti halnya, jelasnya lagi, menyangkut pembiayaan sepatu, tas, transportasi, segala macam buku, dan segala macamnya untuk para siswa. Dan menurutnya, tidak ada alasan, bahwa ada anak miskin yang tidak sekolah sampai ke tingkat SMP. “Mereka itu dprioritaskan untuk dapatkan hak itu,” katanya.

Cuma memang, ada sedikit kendala untuk menentukan kriteria siswa miskin. Kata Badril, data siswa miskin itu yang kriterianya itu perlu ditentukan. Akan tetapi, dari data sebelumnya, sekolah sebenarnya sudah memiliki data.

Namun hal itu, menurutnya bukanlah final, karena terlebih dahulu diverifikasi. “Memang tahun ini, seluruh siswa miskin mendapat perlakukan berbeda, dan kita harus menjalankan aturan itu,” tambahnya.

Dari mana pembiayaan untuk mereka, katanya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan tempat mereka bergantung. Oleh sebab itu, kepada seluruh sekolah jangan dipermainkan dana BOS, karena banyak siswa memerlukannya.(jps/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.