| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 14:58:40 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
BAGANSIAPI-API - Warga yang ada di daerah perbatasan yakni antara Kecamatan Pasirlimau Kapas, Kabupaten Rohil dengan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) nampaknya sudah saling berhubung berkat tersedianya jalan tembus dari Bundaran Panipahan.
Hanya saja, keberadaan jalan tersebut sangat untuk segera ditingkat sehingga mobilitas menjadi lancar yang dapat mempercepat perkembangan daerah Kecamatan Pasirlimau Kapas.
Penegasan tersebut disampaikan Camat Pasirlimau Kapas, Idris yang dihubungi Riau Pos di Bagansiapi-api, Jumat (13/1).
‘’Kalau di daerah Labuhanbatu Selatan sana jalannya sudah bagus. Jadi tinggal di tempat kita saja lagi. Dari bundaran Panipahan ke sana itu hanya tinggal dua kilometer saja. Harapan kita agar pembangunan jalan tembus ini dapat segera direalisasikan,’’ kata Idris.
Karena jarak yang hanya tinggal mencapai sekitar 2 kilometer tersebut sudah sangat dekat sekali.
‘’Lantaran dekat masyarakat kita yang bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit yang ada di Provinsi Sumut itu, cukup jalan kaki saja. Waktu perjalanannya tidak lama. Kalau jalan kaki tidak sampai dua jam sudah sampai di sana. Kegiatan seperti ini sudah sering dilakukan warga kita yang ada di perbatasan itu. Kalau jalan ini itu sudah ditingkatkan, saya kira waktu tempuhnya bisa semakin cepat lagi,’’ jelas Idris.
Kendati ruas badan jalan tembus di Bundaran Panipahan masih berupa tanah, namun sebagian masyarakat yang berasal dari Provinsi Sumut sudah sering bolak balik ke beberapa daerah di Kecamatan Pasirlimau Kapas. Di antaranya Kepenghuluan Panipahan dan sekitarnya.
Kehadiran warga tetangga tersebut adalah para pedagang untuk mendapatkan sejumlah barang dagangan di Kecamatan Pasirlimau Kapas. Salah satunya yakni hasil di sektor perikanan dan kelautan.
‘’Kalau musim kerang, para pembeli dari daerah tetangga itu berdatangan ke tempat kita. Kehadiran para pembeli dari daerah tetangga ini jelas sangat menguntungkan pendapatan ekonomi masyarakat kita. Demikian juga sebaliknya. Tersedianya jaringan infrastruktur itu nantinya bisa menjadikan Kecamatan Pasirlimau Kapas lebih terbuka lagi,’’ kata Idris.
Sementara warga Panipahan masing-masing yakni Ida (40) termasuk salah seorang pekerja di perkebunan yang ada di Labuhanbatu Selatan. Lantaran jarak tempuhnya sudah dekat kegiatan bolak baliknya dilakukan dengan berjalan kaki.
‘’Tidak jauh paling-paling hanya 2 kilometer saja. Hanya saja kita berharap agar jalan di daerah kita ini segera dibangun. Supaya perjalanan ke tempat kerja semakin cepat,’’ kata Ida.(sah/rpg)