PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
Dua Pegawai Dishub Pelalawan Mengaku Dibohongi Senior
Kamis, 12 Januari 2012 12:10 | Pelalawan | Riau Pos
PANGKALANKERINCI - Dua dari tiga nama yang disebut-sebut terlibat kasus pencurian besi portal pengaman Jalan Sultan Syarif Hasyim Pangkalankerinci pada 25 November 2011 membantah terlibat.
Keduanya adalah ZA (30) dan ZE (29), honorer Dishubkominfo Pelalawan yang sehari-harinya bertugas sebagai pengatur lalu lintas.
Kepada wartawan di Media Centre Kantor Bupati Pelalawan ZA dan ZE menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan kasus tersebut yang selama ini memposisikan mereka sebagai pelaku.
‘’Saya tidak tahu sama sekali kegiatan pembongkaran portal tersebut illegal. Saya pikir itu kegiatan proyek kantor. Soalnya informasi yang saya terima dari atasan, katanya itu kegiatan kantor,’’ jelas ZA yang dibenarkan ZE.
ZA menjelaskan, kehadirannya di lokasi pembongkaran portal adalah sebagai petugas resmi Dishubkominfo untuk mengatur arus lalu lintas sehubungan adanya kegiatan pembongkaran portal.
‘’Kami diperintah mengatur lalu lintas karena ada proyek penggantian portal. Karena yang memerintah itu senior kami, namanya ES, kami patuh saja. Tidak menyangka kalau dia membohongi kami. Karena biasanya kalau ada kegiatan-kegiatan, perintahnya memang lewat senior seperti itu,’’ urai ZA.
Baik ZA maupun ZE, sama-sama menerima perintah lisan ES via telepon pada pukul 19.30 WIB (25/11-2011). ES meminta keduanya datang ke lokasi pembongkaran pada pukul 22.00 WIB, berpakaian lengkap. Singkat cerita, pada waktu yang ditetapkan, kedua petugas yang sangat loyal dengan atasan ini sudah berada di lokasi.
Sekitar pukul 10.30 WIB, pembongkaran dimulai. Tujuh orang pekerja dilengkapi peralatan las karbit dan satu unit mobil pick up bersiap merubuhkan sebuah portal di sebelah kanan.
Saat itu ES menugaskan ZA dan ZE mengatur arus kendaraan menggunakan satu sisi jalan, yakni sebelah kiri. Ini dilakukan agar kegiatan pembongkaran tidak membahayakan pengguna jalan.
Setelah portal kanan dibongkar dan potongan-potongan besi dinaikkan ke atas mobil, pekerja las beralih ke sisi kiri. Seakan arus lalu lintas dialihkan ke jalan sebelah kanan.
‘’Jadi selama pembongkaran kami berdua mengarahkan kendaraan supaya memakai satu jalur. Yang di lokasi pembongkaran cuma ES sama pekerja,’’ imbuh ZE yang juga dibenarkan ZA.
Bahwa kegiatan tersebut ternyata pencurian yang didalangi ES, ZA dan ZE baru mengetahuinya setelah kasus tersebut mencuat di media massa pada 20 Desember 2011. ES sendiri sejak saat itu menghilang dan tidak pernah masuk kantor.
Berdasarkan pemberitaan media massa, kepala Dishubkominfo Drs H Nasri FE MSi telah melakukan penyelidikan internal yang berujung pada skorsing satu bulan tidak boleh masuk kerja terhadap ES, ZA dan ZE.
Soal skorsing tersebut, ZA dan ZE sebenarnya keberatan lantaran merasa tidak bersalah.
Namun pihak dinas menganggap keduanya ikut bersama-sama melakukan pencurian sehingga harus dihukum. Semua alasan yang dikemukakan ditolak oleh dinas.
‘’Padahal kami sudah ceritakan semuanya sama pak kepala dinas,’’ keluh ZA.
Meski merasa tidak bersalah, ZA dan ZE merasa hidup sangat tertekan setelah kasus ramai diberitakan media massa. Tekanan batin semakin kuat ketika kasus ini diwacanakan akan diselesaikan melalui jalur hukum.
‘’Sekarang saya diberitakan jadi buronan polisi. Menyakitkan sekali bang, makan tak enak, tidur pun tidak bisa enak,’’ keluh mantan supir dinas Ketua DPRD Pelalawan ketika dijabat HM Harris.
Dengan penjelasan ini, kedua pegawai honorer yang merasa telah jadi korban perintah bohong itu berharap masyarakat dapat memahami apa yang terjadi sesungguhnya.
Sebenarnya, ZA dan ZE memang benar-benar tidak tahu bahwa pembongkaran portal hanyalah sebuah skandal memalukan. Selain itu mereka berharap tidak dijadikan korban dalam kasus tersebut.(bun/rpg)