PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
Para siswa SMK di Surakarta di bawah bimbingan Sukiat terus memproduksi mobil Kiat Esemka, karena permintaan yang terus datang. Bahkan, ada usulan agar mobil ini dijadikan embrio mobil nasional. (Foto: JPNN) Perbesar Gambar
JAKARTA - Pemerintah serius menindaklanjuti mobil Kiat Esemka hasil rakitan anak-anak SMK di Surakarta.
Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebut Esemka merupakan cikal bakal mobil nasional (mobnas).
Karena itu pihaknya akan menyelidiki dan memeriksa kelayakan mobil itu sebelum memutuskan menjadikannya sebagai sebuah industri mobil yang diproduksi massal.
‘’Apa yang terjadi di Solo bisa jadi pemicu untuk menghasilkan mobil nasional,’’ terangnya.
Menurut Hidayat mengatakan, dia akan mengutus seorang dirjennya untuk menyelidiki semua prosedur di mobil Esemka. ‘’Apabila menyepakati sistem atau teknologi itu, bisa dikomersialkan,’’ kata Hidayat di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/1).
Selain dari Kemenperin, perizinan untuk kelayakan Esemka juga dikeluarkan Kementerian Perhubungan sebelum mobil turun ke jalan. Hidayat menuturkan, itu penting untuk menjamin keamanan konsumen, program purnajual dan ketersediaan komponen.
‘’Jangan sampai ada euforia ikut beli terus mogok, tidak bisa dibenahi. Ini standar internasional,’’ ujarnya.
Dia menghargai Esemka sebagai inovasi bidang teknik dalam negeri. Dia pun mengaku, saat ditunjuk jadi Menperin, salah satu instruksi presiden adalah bisa melahirkan mobnas.
Di tahun ketiganya ini, sudah ada beberapa prototipe, antara lain green car, mobil niaga untuk pedesaan dan dari swasta seperti tawon. Saat ini juga tengah tahap uji coba kelayakannya. Jika Esemka lulus dari pemeriksaan itu, bisa berlanjut ke proses industri. Namun itu perlu disiapkan modal besar.
Mendikbud M Nuh menargetkan, paling lambat awal tahun depan Esemka sudah bisa masuk tahap produksi massal. Dia optimis, semua persyaratan sebagai mobil yang diperjualbelikan bisa dipenuhi. ‘’Kalau uji emisi sudah dilakukan, selesai semua. Baru masuk fase komersialisasi,’’ katanya.
Kementeriannya akan memelopori penggunaan Esemka. Tak hanya di level pusat, namun juga di Dinas-dinas Pendidikan. Bahkan, Nuh menyebut akan memberi karya anak bangsa itu ke presiden dan wakil presiden.
Pihaknya berharap, nanti bisa menggandeng perusahaan BUMN dan swasta untuk mengembangkan mobil ini. Mantan rektor ITS itu tak risau meski kini Esemka terkesan dijadikan alat mencari simpati.
‘’Kami berterima kasih kalau ada yang mengapresiasi. Entah itu dijadikan lahan politik, silakan. Yang penting produknya bisa berjalan,’’ katanya.
Sementara itu, Presiden SBY juga mengapresiasi Esemka sebagai wujud kreatifitas anak bangsa.
‘’Itu hasil inovasi putra bangsa. Patut dihargai,’’ kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. Dia mengatakan, kini memang era mengedepankan industri dalam negeri. Misalnya yang dilakukan melalui PT Pindad, PT PAL dan PT DI.
‘’Memang sengaja disokong. Dalam hal ini didukung bapak presiden untuk bisa lebih dikembangkan,’’ katanya. Namun Julian belum bisa berkomentar banyak mengenai pengembangan Esemka sebagai mobnas seperti yang dituturkan menteri perindustrian.
Tunggu Uji Emisi Euro 2 Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengungkapkan, Ditjen Perhubungan Darat menerima pengajuan uji tipe untuk mobil Esemka pada 2010. Yang mengajukan adalah PT Solo Mandiri Kreasi.
‘’Mereka ingin memperoleh Sertifikat Uji Tipe (SUT),’’ ujarnya.
Untuk memperoleh SUT, ada dua pengujian. Yakni, uji laik jalan dan uji emisi. Uji laik jalan bertujuan mengukur kelayakan mobil dalam hal keamanan dan kenyamanan untuk dipergunakan sehari-hari.
Sedang uji emisi untuk mengukur kadar gas buangnya. ‘’Ternyata ada yang mesti diperbaiki, yaitu masalah lampu. Itu tentang intensitas cahaya yang dihasilkan,’’ katanya.
Untuk uji emisi, gas buang mobil Esemka masih di atas ambang batas. Berdasar aturan, mobil keluaran baru harus berstandar Euro 2.
Itu berarti kadar CO (carbonoksida) dalam gas buang tak boleh lebih dari 4,0. Masih jauh dibanding aturan di Eropa yang standarnya sudah Euro 5 yaitu kadar CO sebesar 1,5.
Bambang sangat mendukung dan bangga atas kreativitas dalam pembuatan mobil Esemka. Meski begitu, semuanya harus berdasar aturan yang berlaku.
‘’Untuk itu Ditjen Perhubungan Darat sudah jemput bola datang ke Solo hari ini (kemarin). Mereka minta Esemeka segera melakukan tes uji emisi dan mengajukannya ke Kemenhub,’’ ujarnya.
Uji kelaikan dilakukan Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor di Bekasi. Sedang uji emisi gas buang dilaksanakan di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT).
‘’Saya nggak tahu apa mereka sudah ajukan uji emisi lagi atau tidak. Yang pasti sekarang kita menunggu mereka datang kembali,’’ jelasnya.(wir/ca/jpnn)
Saya bangga denga hasil karya putra2 bangsa,tapi lebih bangga lagi kalau pemerintah memperhatkan hasil karyanya,jadi saya berharap bagaimana penduduk indonesia bisa memiliki mobil asemka buatan putra anak bangsa,dan pemerintah menganjurkan seluruh TNI,POLRI atau PNS harus memiliki,,, kalau tidak begitu bagaimana cara mencintai hasil karya putra indonesia . [
Balas
]