Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Kasus Kuala Indragiri

Buaya Masih Berkeliaran, Warga Ketakutan

Jum´at, 06 Januari 2012 10:33 | Indragiri Hilir | Riau Pos

 

TEMBILAHAN - Pasca konflik antara buaya dengan manusia di perairan Sungai Merusi Desa Sungai Belah, Kecamatan Kuala Indragiri, Sabtu (31/12) akhir pekan lalu yang menewaskan Rio Candra (14), warga di daerah itu kini masih dicekam ketakutan. Warga khawatir kalau-kalau peristiwa itu kembali terulang.


Kekhawatiran ini disampaikan Ifan (25), warga yang tinggal di Desa Sungai Belah, Kamis (5/1). Menurutnya, kini masyarakat mulai tidak nyaman saat melintas di Sungai Merusi, karena ketakutan dengan ancaman buaya yang bisa menerkam sewaktu-waktu.

Apalagi di kawasan itu masih terdapat banyak buaya berkeliaran. ‘’Kini warga mulai resah, ketika melintas di Sungai Marusi dengan menggunakan sampan, pasca kejadian adanya korban penerkaman buaya kemarin, yang menyebabkan korban meninggal dunia,’’ kata Ifan.

Untuk itu masyarakat sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir atau instansi yang berwenang agar bisa mengambil langkah-langkah yang kongkret untuk menyelesaikan masalah tersebut, sehingga kecemasan warga bisa teratasi dan tidak terulang lagi adanya korban akibat keganasan buaya.

Kepala Desa Sungai Belah, Hasanudin mengatakan sejauh ini kondisi di daerah itu pasca kejadian buaya menerkam manusia cukup kondusif meski diakuinya warga masih merasa ketakutan.

‘’Memang masyarakat sedikit masih ketakutan, dan saya sudah minta masyarakat untuk tidak beraktivitas dulu di sekitar TKP. Karena yang ditangkap kemarin adalah buaya betina, takut ada yang jantan mengamuk,’’ jelas Kades.

Menurutnya, buaya yang besar seperti yang ditangkap kemarin masih banyak, bahkan ada yang lebih besar. Yang pernah dilihat oleh warga, jarak antara mata ke mata buaya ada yang sekitar 1 hasta.

Bisa dibayangkan, lanjut Kades berapa besar buaya tersebut. Untuk itu pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Inhil melalui instansi terkait membuat program penangkaran, karena pertumbuhan populasi buaya setiap tahun sangat tinggi. Jika beranak, satu ekor buaya bisa melahirkan belasan hingga puluhan ekor anak buaya.

‘’Keputusan warga menangkap dan membunuh buaya yang memangsa warga kemarin harus dilakukan, sebab, jika dalam waktu 40 hari tidak ditangkap, maka setelah kenyangnya hilang, buaya itu akan cari mangsa lagi,’’ tambahnya.(fat/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.