| Rabu 22-05-2013 |
| Kamis, 23-05-2013 17:32:22 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:28 | | | PDIP: Foke atau Jokowi? |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 11:00 | | | Truk CPO vs Bus Medan Jaya, Tiga ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 11:21 | | | Wen: Pisau untuk Jaga Diri dari A ... |
| Kamis, 23-05-2013 17:32:22 | ||
| Sri Suryaningsih Bawa Pulang Honda Jazz dari Riau Pos ... | ||
| 10 Pasangan Mesum Terjaring ... | ||
| ')" ;="" onmouseout="hideddrivetip()"> Ratusan Guru Turun ke Jalan ... | ||
| SD Dilarang Syaratkan Tes Membaca ... | ||
| PDRB Riau Rp469,1 Triliun ... | ||
| Pemprov Riau Buka Lowongan 352 Calon PNS ... | ||
| Woi.....KPK jangan jadi macan ompong! Buru terus para Koruptor yang menyengsarakan rakyat ndegara ni!')" ;="" onmouseout="hideddrivetip()"> Dokumen Pemprov Riau Diselamatkan dari Incaran Penyidik KPK ... | ||
| Kunjungi Main Stadium Riau, Ketua KOI Disambut Spanduk Kri ... | ||
| Abadikan Letusan Etna dari Luar Angkasa ... | ||
| Oktober, Ujian Kesetaraan Paket A, B dan C ... | ||
DURI - Warga memblokir Jalan Jendral Sudirman Duri, Senin (13/5) pagi. Pemblokiran dengan cara menumpukkan tanah timbun itu berlangsun
PEKANBARU - Aksi mogok yang dilakukan oleh supir Trans Metro Pekanbaru (TMP) sejak Senin (13/5) hingga Selasa (14/5), dalam upaya menuntut hak dan kejelasan status membuat calon penumpang ya
JAKARTA - Pemerintah sudah siap melakukan perombakan di dunia pendidikan. Hal ini dilakukan, seiring akan dilaksanakannya Kurikulum Baru pad
MEREKA boleh berkacak pinggang seraya berujar: Kami kota tua, kami kota warisan dunia, kami kota yang menghidupi air, kami kota yang sibuk di darat, sibuk pula di air, kami kota yang akrab dengan gerigi roda dan rel. Dan kami kota modern berbasis benua,
Warga Desa Sungai Belah, Kecamatan Kuindra, membelah perut buaya, Selasa (3/1/2012). (Foto: istimewa)
Perbesar Gambar
TEMBILAHAN - Seekor buaya yang memakan anak-anak usia 14 tahun Sabtu (31/12) lalu, setelah berhasil ditangkap Senin (2/1) akhirnya perut buaya dibelah oleh warga.
Dalam perut reptil buas itu ditemukan potongan tubuh bocah. Namun tubuh bocah yang dimakan tak utuh lagi di dalam perut buaya tersebut.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Rengat menyatakan terjadinya konflik antara buaya dan manusia di sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir disebabkan semakin menipisnya habitat buaya di kawasan itu.
Hal ini dikatakan Humas BKSDA Wilayah Rengat, P Lubis menjawab Riau Pos, Selasa (3/1) menanggapi terjadinya kasus buaya memangsa seorang anak usia 14 tahun bernama Rio Candra, warga Desa Sungai Belah, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Inhil pada Sabtu (31/12) lalu, yang jasadnya ditemukan telah terpotong-potong dalam tubuh buaya pemangsa sepanjang 5 meter tersebut, Senin (2/1) lalu.
Diakui P Lubis, BKSDA Rengat belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga maupun Kecamatan Kuindra mengenai kasus itu dan pihaknya meminta warga dan aparat desa menyimpan dokumentasi buaya air payau tersebut untuk diobservasi oleh BKSDA Rengat.
‘’Untuk wilayah Inhil, beberapa kecamatan masih memiliki populasi buaya yang cukup banyak, terutama di daerah Gaung dan sekitarnya, Kuindra dan Pulau Burung. Sementara habitat buaya semakin menipis karena pembukaan lahan oleh perusahaan.
Hal itu membuat populasi buaya terganggu,’’ ujar P Lubis. Bahkan informasi yang diperoleh BKSDA, karena semakin berkurangnya habitat buaya, tidak sedikit ditemukan ada buaya yang masuk ke perairan berpenduduk, termasuk merambah ke kanal-kanal perusahaan perkebunan yang terdapat di sekitar habitat buaya yang sudah dibuka untuk areal perkebunan.
Ditegaskan P Lubis, melihat konflik yang sudah sering terjadi, maka populasi buaya di wilayah Inhil sudah mengancam keselamatan masyarakat dan pemerintah harus ikut menyikapi hal tersebut agar tidak semakin banyak korban berjatuhan.
Apa solusi untuk mengatasi konflik antara buaya dengan manusia? Menjawab hal ini, P Lubis mengatakan perlunya dibangun kawasan penangkaran buaya seperti di Batam, Kepulauan Riau.
Pemkab Inhil sendiri menurutnya dapat mengajukan hal ini ke pemerintah pusat melalui BKSDA, termasuk memberikan izin konservasi kepada para investor.
‘’Aturan untuk mengelola populasi buaya ini sudah ada dan pemerintah daerah tinggal menempuh itu untuk mendirikan sebuah penangkaran buaya di daerah. Hal ini bertujuan untuk menekan populasi buaya sesuai dengan luasan habitatnya,’’ jelas P Lubis.
Melalui penangkaran yang dikelola oleh perusahaan berbadan hukum, penjualan kulit buaya bisa dilakukan secara legal dengan mengacu pada jumlah populasi satu jenis buaya, meskipun buaya tersebut ditangkap dari alam.
Observasi mengenai penangkaran buaya ini menurut P Lubis perlu dilakukan dan harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah.(fat/rpg)
Mmg sebaiknya penangkaran buaya scptnya direalisasikan, krna prkmbgannya sgt pst. Ditmbh habitatnya yg mulai trggu. Sbnrnya korban udh bnyk, cmn media blm ada yg smpai ke daerah pulau burung, klu naik kndaraan air dispnjang kanal, gk heran bnyak kt jumpai buaya yg lg brjmur ataupun brsantai di pgir kanal, se olah2 menyapa. Selamat jalan bung.... [ Balas ]
kita sebagai manusia tany berakal sehat jangan lah menangkap buaya tersebut atau membunuhnya ,cari lah cara yg lain agar habitat buaya tetap ada ,karna yg mengatur baik buruk nya alam disekitarnya itu adlah manusia itu sendiri & sekali lagi saya katakan lestarikan alam sekitarmu . THANKS *FORZA MILAN*. [ Balas ]