Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Ada Spesies Baru di Samudera Hindia

Rabu, 28 Desember 2011 22:33 | Internasional | Teknologi | Redaksi
Jenis mentimun laut ini diperkirakan hanya ada di Samudera Hindia. Perbesar Gambar


PARA ilmuwan Inggris menemukan apa yang mereka yakini sebagai spesies-spesies baru di dekat ventilasi vulkanik di Samudera Hindia.

Tim peneliti dari Universitas Southampton menggunakan robot yang dikendalikan dari jarak jauh untuk memotret binatang-binatang tersebut.


Wartawan BBC mengatakan beberapa binatang itu belum pernah dikenal sebelumnya dan besar kemungkinan termasuk spesies baru.

Di antaranya mentimun laut, kepiting berbulu, dan keong bersisik.

Dr Jon Copley, salah satu peneliti dalam proyek ini, mengatakan timnya tertarik melakukan penelitian di lokasi tersebut karena ventilasi vulkanik ini berada di tengah persinggungan antara kawasan Samudera Hindia dan Atlantik.

"Makanya kami mengharapkan adanya binatang-binatang yang memiliki sifat-sifat Samudera Hindia dan Atlantik," kata Copley.

"Tapi kami juga menemukan binatang-binatang yang sama sekali berbeda dengan sifat asli dua kawasan yang bertetangga tersebut. Ini benar-benar satu kejutan," tambahnya.

"Salah satunya adalah kepting yeti yang berbulu. Yang kami ketahui ada dua spesies ini dari Pasifik. Yang kami temukan sama sekali berbeda dengan yang ada di Pasifik," jelas Copley.

"Tipenya sama tapi yang kami temukan memiliki kaki yang panjang dan ada banyak bulu di kaki-kaki binatang ini," katanya.

Tim ilmuwan juga mengatakan terkejut dengan banyaknya jenis-jenis kehidupan yang ditemukan di lokasi penelitian.

Para ilmuwan akan meneliti bagaimana binatang-binatang laut ini berevolusi.(bbc)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.