| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 14:43:01 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
Sampan kayu dan ban menjadi salah satu alat transportasi yang dibuat warga Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir saat banjir. Tampak anak-anak memakai sampan di tengah genangan air, Selasa (27/12/2011). (Foto: cf2/riau pos)
Perbesar Gambar
PEKANBARU - Banjir yang sudah merendam Perumahan Witayu selama empat hari belakangan mulai dikeluhkan oleh masyarakat.
Salah satunya adalah persediaan air bersih. Saat ini semua sumur yang selama ini dipergunakan masyarakat sebagai tempat mengambil air untuk mencuci dan memasak sudah tenggelam.
Salah satu sumber air bersih yang masih bisa dimanfaatkan oleh warga yang tinggal di sekitar Perumahan Witayu, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai hanya sumur air panas yang dibangun oleh pemerintah.
Hanya saja untuk menjangkau sumur tersebut juga memerlukan kerja keras. Mereka harus menggunakan rakit untuk sampai ke lokasi karena kedalaman air untuk mencapai lokasi sumur air panas itu mencapai satu setengah meter.
Hal tersebut diungkapkanwarga Perumahan Witayu bernama Endriwati kepada Riau Pos, Selasa (27/12).
Karena sulitnya warga untuk menjangkau lokasi sumur air panas terang Endriwati, warga di Perumahan Witayu lebih banyak memakai air untuk memasak dengan memanfaatkan air isi ulang dalam bentuk galon.
‘’Kami sangat berharap pemerintah bisa memberikan bantuan air bersih. Karena sekarang ini masyarakat untuk memasak itu terpaksa pergi ke sumur air panas, kalau tidak harus memakai air galon. Persoalannya, untuk membeli air galon harganya juga cukup mahal. Kemarin untuk tiga galon itu masih dapat Rp10 ribu, sekarang sejak terjadi banjir, air galon pun ikut naik juga, harga untuk tiga galon itu sudah di jual Rp11 ribu. Jadi kami sangat berharap adanya bantuan air bersih dari pemerintah,’’ katanya.
Terkait bantuan lainnya, Endriwati mengaku belum ada sama sekali. Sekarang ini katanya baru dari pihak Palang Merah Indonesia (PMI) yang membagikan kupon untuk bantuan dan dari salah satu pasangan calon Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi.
‘Kemarin Pak Ayat ada datang kesini dan memberikan bantuan berupa Indomie, yang lainnya belum ada, termasuk Dinas Sosial Kota Pekanbaru selaku pihak yang berwenang dalam menangani banjir ini belum ada sama sekali memberikan bantuan,’’ ungkapnya.
Mulai Terserang Penyakit Gatal-Gatal dan Mual
Di sisi lain, akibat banjir yang merendam rumah warga selama empat hari belakangan, sejumlah warga yang tinggal di perumahan Witayu dan beberapa tempat lainnya yang juga ikut terendam banjir mulai diserang berbagai pengakit, diantaranya penyakit Ispa, gatal-gatal dan pusing.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang petugas kesehatan dari Puskesmas Umbansari, Pretty.
Menurutnya, setiap hari jumlah pasien yang datang untuk berobat terus meningkat, khusus untuk hari Selasa saja sampai jam 11.00 WIB, sudah ada 48 orang warga yang datang untuk berobat. Kebanyakan keluhan yang disampaikan warga mengalami gatal-gatal.
‘’Pengobatan yang kita berikan disini sama sekali tidak dipungut biaya, pengobatannya kita berikan secara gratis. Penyakit yang dikeluhkan masyarakat itu banyak macam, ada yang gatal-gatal, ispa dan pusing. Yang kita kawatirkan sekarang ini sepekan kemudian, biasanya masyarakat akan rentan terserang diare,’’ ungkapnya.
Sejauh ini terang Pretty, belum ada pasien yang datang berobat ke posko yang sudah disedia yang menderita penyakit diare. Yang dikeluhkan masyarakat baru tiga macam penyakit yang ada diatas.
Pantauan Riau Pos di lokasi banjir, saat ini sudah ada tiga tenda pengungsian yang dibangun olen PMI, ketiga tenda ini sudah dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk mengungsi sementara waktu.
Namun ada juga sebagian warga yang memilih untuk menumpang tidur ke rumah saudara. Seperti halnya Asmar, dia mengaku mengungsi ke rumah saudaranya yang ada di pasar Kodim.(lim/rpg)