Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

PPDB Online Dimulai

Kamis, 23 Juni 2011 08:04 | Pekanbaru | Pendidikan | Riau Pos

"Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2011/2012 dengan sistem online dimulai hari ini, Kamis (23/6). Puluhan petugas teknis verifikasi dokumen calon siswa pun telah ditempatkan di setiap sekolah-sekolah."

PEKANBARU (RP) -  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2011/2012 dengan sistem online dimulai hari ini, Kamis (23/6). Puluhan petugas teknis verifikasi dokumen calon siswa pun telah ditempatkan di setiap sekolah-sekolah.

Petugas tersebut, sebelumnya juga sudah diberikan pembekalan dan pelatihan beberapa hari di aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.

"Persiapan PPDB sudah 100 persen, tak ada masalah lagi," ujar Kepala Bidang SMP dan SMA Disdik Kota Pekanbaru Adauri kepada Riau Pos,Rabu (22/6).

Tata cara pendaftaran SMP/SMA negeri yakni calon peserta didik baru dapat mendaftar pada SMP/SMA negeri yang terdekat dengan tempat tinggalnya.

Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh sekolah asal dan melampirkan persyaratan. Adapun berkas yang harus dibawa salinan/fotokopi ijazah yang dilegalisir atau Surat Keterangan Lulus yang dikeluarkan oleh kepala sekolah asal.

Juga ada SKHUN/ijazah asli, pasfoto ukuran 3×4 cm (hitam putih/warna). Setiap pendaftar yang memenuhi persyaratan diberikan tanda bukti pendaftaran yang harus ditandatangani oleh calon peserta didik baru dan panitia di sekolah.

Pendaftar melalui jalur reguler, jalur peserta didik luar Kota Pekanbaru dan peserta didik baru jalur berprestasi dapat memilih maksimal 3 pilihan SMP/SMA negeri yang berbeda (pilihan 1, pilihan 2 dan pilihan 3).

"Urutan pilihan merupakan skala prioritas yang tidak dapat dibatalkan, karena sudah diprogram dalam sistem online," kata Adauri.

Sedangkan calon peserta didik baru melalui jalur peserta didik tempatan/lingkungan hanya bisa memilih satu SMP/SMA negeri yang berada di tempatan/lingkungannya. "Data pendaftaran calon peserta didik baru yang sudah melalui proses komputerisasi tidak dapat dibatalkan," sebutnya.

Penerimaan berkas pendaftaran calon peserta didik baru dilakukan dari pukul 08.00-12.00 WIB setiap hari sesuai jadwal PPDB. Jika Calon Peserta Didik Baru menyatakan mengundurkan diri, pada saat proses pendaftaran berlangsung, maka tidak bisa mendaftar lagi pada SMP/SMA negeri di Kota Pekanbaru pada PPDB tahun pelajaran 2011/2012.

Jamin Bebas Pungutan
Selain itu, Disdik juga menjamin PPDB tahun ini bebas dari praktik pungutan. Seluruh biaya operasional sekolah dalam pelaksanaan PPDB, telah dibantu Pemko Pekanbaru.

Bantuan tersebut tidak dalam bentuk uang tunai melainkan perlengkapan alat tulis kantor (ATK). Selain itu juga sudah ada dan bantuan operasional sekolah (BOS).

"Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, melakukan pungutan pada PPDB tidak dibenarkan dan sekolah akan diberi sanksi tegas. Apalagi sekolah juga telah mendapatkan dana BOS," ujar Adauri.(ilo)
Share

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.