Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Salsabila, Balita Penderita Tumor Pankreas

Salsabila Perlu Susu

Rabu, 22 Juni 2011 08:53 | Kampar | Kesehatan | Riau Pos

"Bocah penderita tumor pankreas ini harus minum susu 100 cc tiap kali. Dulu ketika dirawat di Rumah Sakit Zainab, Salsabila harus minum 12 kali sehari sebanyak 50 cc tiap kali."

Salsabila saat masih sehat dan selalu ceria. (Riaupos.com) Perbesar Gambar

PEKANBARU (RP)- Sesekali tubuh bocah kecil itu bergerak. Kulit di tubuhnya memperlihatkan susunan tulang dengan jelas. Selang infus terpasang di tangan dan di hidungnya. Bocah kecil itu merengek minta orangtuanya mengelus tubuhnya.

Salsabila masih susah untuk disuapi makanan oleh ibunya, Sri Indrayani (31). Sejak dirawat di ruangan noninfeksi di lantai tiga ruangan Merak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, hari-harinya hanya minum susu.

Bocah penderita tumor pankreas ini harus minum susu 100 cc tiap kali. Dulu ketika dirawat di Rumah Sakit Zainab, Salsabila harus minum 12 kali sehari sebanyak 50 cc tiap kali.

"Sepertinya dosisnya diperbanyak dan waktunya hanya delapan kali sehari. Dia memang perlu susu lebih banyak karena tak mau makan. Hanya susu yang masuk perutnya. Jika susunya tak habis atau kalau dia tak mau minum lagi, susu masuk dari infus di hidungnya," ujar Sri.

Salsabila juga malas bergerak dan lebih banyak merengek. Tak jelas apa yang membuatnya merengek. Untuk itu, sang ayah, Jumari dan Sri Indrayani merasa mereka harus menunggu anaknya di RSUD. Sebenarnya Salsabila adalah anak kedua pasangan ini. Namun karena Salsabila harus dapat perhatian lebih, saudaranya, Sekar Asri Naila (4 tahun 8 bulan) dikirim pulang kampung ke rumah orangtua Sri.

Karena mereka hanya berdua, Sri yang awalnya bekerja pada sebuah perusahaan jasa pengiriman barang kini juga tak masuk kerja lagi. Menurut Sri, atasannya sudah memperbolehkannya tak masuk sampai waktu yang tak ditentukan.

Sementara Jumari, awalnya memang bekerja. Namun karena kondisi anaknya makin parah, Jumari akhirnya terlalu banyak libur untuk mengurus anaknya yang sakit. Perusahaan tempatnya bekerja akhirnya memberhentikan Jumari.

Sempurna sudah penderitaan pasangan suami istri ini saat harus menjaga dan merawat anaknya di RSUD. Kini memang selama dirawat RSUD, keperluan susu untuk Salsabila ditanggung RSUD. Namun mereka masih tetap perlu biaya hidup selain obat-obatan untuk anaknya.

Biaya pengobatan dan perawatan Salsabila memang ditanggung Jamkesda. Tapi untuk biaya hidup, pasangan ini tetap harus keluar biaya. "Kalau untuk kami, kami tak memikirkan itu dulu. Yang jelas anak kami sehat seperti semula," ungkap Sri.

Tapi saat ditanya bagaimana jika mereka harus keluar dari RSUD, Sri dan Jumari hanya diam. Sri mengatakan dia masih bisa kembali bekerja di kantornya.

"Sepertinya atasan saya orang yang peduli. Kemarin saya sempat masuk, tapi malah ditanya mengapa masih masuk kerja, rawatlah anakmu dulu," ujar Sri mengenang kata-kata atasannya.(rul)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.