Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Penghuni Rutan Dumai Terjangkit Penyakit Kulit

Sabtu, 04 Juni 2011 08:17 | Dumai | Kesehatan | Riau Pos

Laporan AFRIMEN, Dumai afrimen@riaupos.com

Minimnya sarana air bersih menyebabkan sebagian besar penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Dumai, diserang berbagai jenis penyakit kulit seperti cacar air, campak, eksim dan panu. Untuk keperluan MCK, penghuni rutan hanya mengandalkan sumur yang kualitas airnya sangat tidak sehat.

‘’Para tahanan kebanyakan menggunakan air yang sesungguhnya sangat tidak layak dipakai untuk mandi. Tapi mau bagaimana lagi, hanya itu sarana air bersih yang ada,’’ ujar Kepala Rumah Tahanan Nasional (Rutan) Kelas III Kota Dumai, Maizar, menjawab Riau Pos, Jumat (3/6).

Data terakhir, rutan yang berada di Kelurahan Bumi Ayu dihuni sebanyak 437 orang napi dan tahanan.

Hampir sepertiga di antaranya, kini terjangkit berbagai macam penyakit kulit.

‘’Setiap hari jumlah penderita penyakit kulit terus bertambah,’’ jelasnya.

Tidaknya sehatnya sumber air yang dipergunakan adalah penyebab utama banyaknya penghuni rutan yang terjangkit bebagai penyakit kulit.

Untuk keperluan mandi, penghuni rutan mengandalkan dari air sumur galian.

Dikatakan Maizar, mengatasi masalah minimnya air bersih pihaknya telah mengajukan permohonan pembuatan sumur bor ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Permohonan yang sama juga sudah disampaikan kepada Pemko Dumai.

‘’Kedua permohonan yang kita ajukan itu belum ada kejelasannya hingga sekarang. Padahal, keberadaan sarana air bersih itu sangat penting bagi para penghuni rutan di sini,’’ sebutnya.

Berjangkitnya berbagai jenis penyakit yang disebabkan jamur dan bakteri tersebut diketahui dari keluhan para napi pada petugas puskesmas yang datang memeriksa kesehatan.

‘’Dari petugas puskesmas yang rutin datang, kita mendapatkan laporan perihal penyakit yang banyak diderita penghuni rutan. Solusi bagi penderita penyakit kulit itu adalah dengan memberikan pengobatan,’’ ujar Maizar.

Masalah air bersih yang menyebabkan para tahanan dan napi diserang berbagai penyakit kulit itu makin sulit tertangani karena terus membludaknya jumlah tahanan dan napi. Rutan yang berkapasitas 132 orang, kini dihuni 437 orang napi dan tahanan.

‘’Dengan jumlah penghuni yang jauh melebihi kapasitas itu menyebabkan pelayanan dan penanganan terhadap mereka tidak bisa optimal. Tapi hal ini tentu tidak menjadi alasan bagi kita dalam hal penanganan pengamanan,’’ tuturnya.(hen)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.