Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

4 Pelajar Tewas di Sungai Indragiri

Senin, 20 Juni 2011 08:29 | Indragiri Hulu | Hukum Kriminal | Riau Pos

"Empat korban itu di antaranya, Indit Mardiana (16) dan Sari Atwati (17) sama-sama siswa SMAN 1 Ukui. Sedangkan Latipah (15) dan Sania (14) sama-sama pelajar SMPN 3 Ukui (tamat 2011) warga SP 5 Indosawit Ukui, Kabupaten Pelalawan."

Laporan Kasmedi, Rengat redaksi@riaupos.com

Dua siswa SMAN 1 Ukui dan dua pelajar SMPN 3 Ukui Kabupaten Pelalawan, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, tepatnya di Kelurahan Air Molek I, Kecamatan Pasir Penyu.

Korban ditemukan dalam waktu terpisah dan terakhir ditemukan pada Ahad (19/6) sekitar pukul 16.20 WIB tidak jauh dari TKP.

Empat korban itu di antaranya, Indit Mardiana (16) dan Sari Atwati (17) sama-sama siswa SMAN 1 Ukui. Sedangkan Latipah (15) dan Sania (14) sama-sama pelajar SMPN 3 Ukui (tamat 2011) warga SP 5 Indosawit Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Kapolres Inhu, AKBP Hermansyah SH SIK ketika dikonfirmasi RPG, Ahad (19/6) melalui Kapolsek Pasir Penyu, Kompol Kukuh Yulianto Widodo SPd mengatakan, Sabtu (18/6) sekitar pukul 14.30 WIB, korban mandi di Sungai Indragiri tepatnya di Kelurahan Air Molek I Kecamatan Pasir Penyu.

‘’Sebelum mandi di sungai, korban sempat makan di RM Mega Rasa Bandung Air Molek. Di RM itu, korban sempat menanyakan pasiran (daerah pasir di sungai yang muncul ketika air sungai surut) di sekitar Air Molek,’’ kata Kapolsek.

Usai makan, dua korban yakni Indit Madiana dan Sari Atmati yang masih memakai seragam olahraga SMAN 1 Ukui sempat berfoto-foto memakai HP bersama rekan-rekannya yang lain. Kemudian korban baru menceburkan badannya ke sungai sambil bersenda gurau dengan saling menyiramkan air.

Tidak lama kemudian, beberapa orang anak-anak yang tengah bermain layang-layang mendengar suara minta tolong. Ketika melihat arah suara minta tolong itu, terlihat di antara empat korban mengacungkan tangan ke atas. Kuat dugaan korban lemas terseret pusaran air ditengah sungai.

Merasa tidak mampu memberikan pertolongan, anak-anak tersebut memberitahukan kepada orang tuanya. Bahkan dengan laporan itu, beberapa orang warga langsung berupaya memberikan pertolongan. Tidak lama kemudian sekitar pukul 14.40 WIB, dari empat orang korban, tiga di antaranya dapat ditemukan oleh warga.

‘’Dua korban memakai pakaian seragam olahraga SMAN 1 Ukui dan belum diketahui motif mereka ke Air Molek. Begitu juga pihak keluarga yang tidak mengetahui korban pergi ke Air Molek. Kuat dugaan, korban habis ujian dan mengajak rekannya yang sudah tamat SMP yang d iantaranya ada kakak beradik,’’ tambahnya.

Setelah tiga korban berhasil ditemukan langsung dilarikan ke Puskesmas Air Molek untuk dilakukan visum. Sementara itu, keluarga korban langsung membawa korban usai dilakukan visum.

Pencarian terhadap korban Indit Mardiana hingga Ahad (19/6) siang masih terus dilakukan pencarian bersama masyarakat dengan cara menyusuri sungai dan memakai jaring dan bambu. Baru sekitar pukul 16.30 WIB korban ditemukan dalam kondisi gembung dan telah mulai membusuk tidak jauh dari penemuan tiga orang rekannya.

‘’Sebelum korban dibawa pulang oleh keluarganya juga dilakukan visum di Puskesmas Air Molek. Kuat dugaan masing-masing korban meninggal akibat tidak bisa berenang hingga tenggelam,’’ terangnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Air Molek, Hatta Munir ketika dikonfirmasi mengatakan hampir setiap tahun di sekitar TKP ada makan korban. Untuk itu diimbau kepada warga terutama yang tidak berenang agar tidak mandi sekitar pasiran.(rpg/rnl)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.