| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 14:28:48 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
Laporan SYAHRUL MUKHLIS, Kota syahrul-mukhlis@riaupos.com
Terlihat letih, Mrn (19) berjalan perlahan menapak tangga ke lantai tiga Mapolresta Pekanbaru, Selasa (28/12) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Ia dan anaknya Elv (1,5) baru saja lepas dari penculikan.
TAK banyak perkataan yang keluar dari mulut Mrn, warga Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai Pesisir. Dia sibuk menenangkan anaknya yang terus-terus menangis di ruang penyidik di lantai tiga tersebut. Sedianya dia malam itu diminta keterangan oleh penyidik, namun dia lelah dan tidak ada pemeriksaan yang bisa dilakukan terhadapnya. Bahkan Murni tidak menjawab pertanyaan wartawan.
Informasi yang dihimpun di Polresta Pekanbaru dari salah seorang pihak keluarga Mrn bernama Romi yang ikut hadir pada malam itu di Mapolresta Pekanbaru, penculikan ini berawal saat Mrn dan anaknya berangkat ke Pasar Sukaramai Senin lalu. Ketika itu dia berbicara dengan pria dan wanita yang tidak dikenalnya. Setelah percakapan itu, Mrn akhirnya mau saja diajak ikut ke mobil kedua orang tersebut.
Saat sampai di mobil, Mrn tidak mengingat apa-apa lagi. Ia bahkan tidak ingat apa warna dan jenis mobil yang dinaikinya. "Ketika itu dia dan anaknya pergi ke pasar, lalu ketemu perempuan dan laki-laki, lalu mereka berbicara dan akhirnya Mrn ikut mereka, saat naik mobil, Mrn tidak ingat apa-apa lagi" ujar Romi.
Setelah itu, diceritakannya menurut pengakuan Mrn padanya, Mrn sempat diperkosa oleh tiga laki-laki yang ikut menculiknya. Namun Mrn tidak mengenal pelaku pemerkosaan tersebut.
"Kata dia, dia sempat diperkosa tiga orang laki-laki sekitar pukul 04.00 WIB lalu sekitar pukul 06.00 WIB, dia ditinggalkan di jalan di wilayah Siak. Saat itulah dia ditemukan oleh warga di sekitar dia dibuang, warga lalu mengantarkannya ke kantor polisi di wilayah Siak sana" ujar Romi.
Setelah menceritakan hal itu, Romi dan Mrn serta anaknya meninggalkan Mapolresta Pekanbaru untuk pulang ke rumah mereka. Sementara penyidik yang sudah menunggu mereka tidak bisa mendapatkan keterangan pada malam itu dan mengarahkan agar Mrn kembali lagi esok pagi.
Sebelumnya suami Mrn bernama Iben (25) melaporkan penculikan anaknya kepada Polsek Rumbai Pesisir dan kasus itu dilimpahkan ke Polresta Pekanbaru.
Iben mengetahui penculikan anaknya karena sebuah nomor telepon selular menghubunginya, seseorang mengatakan anaknya sedang disekap di sebuah kamar, lalu telepon terputus. Saat Iben menghubungi kembali nomor telepon selular tersebut, nomor tersebut sudah tidak aktif lagi. Akhirnya Iben melaporkan ke kantor polisi terdekat.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Sapta Maulana Marpaung SIK melalui Wakasat Reskirm, AKP Abdul Rahman mengatakan saat mendapatkan informasi tersebut dari Siak, mereka langsung mengirimkan anggotanya. Ketika sampai dan bertemu dengan Mrn, anggotanya langsung mengajak Mnr ke TKP, namun Mnr tidak mau dan menolak untuk menunjukkan TKP.
"Anggota saya sudah bertindak, tapi korban tidak koordinatif dan tidak mau diajak ke TKP, jadi untuk sementara tidak bisa diambil keterangan di mana TKP sebenarnya" ujar Rahman.***