Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Siak Puas di Peringkat Kelima

Selasa, 19 Oktober 2010 14:07 | Siak | Pemerintah | Riau Pos

Laporan Abu Kasim, Siak abukasim@riaupos.com
Kendati harus turun satu peringkat dari tahun lalu, namun kafilah MTQ Kabupaten Siak yang sudah bekerja keras dan berlomba pada MTQ Riau di Kuansing yang sudah ditutup pelaksananya, Ahad (17/10) lalu, harus puas diperingkat ke lima. Kebanggaan ini setelak Siak berusaha secara keras, tanpa mengimpor qori untuk mencapai terget menang, seperti yang dilakukan kafilah kabupaten/kota lain di Riau.

"Kita tetap puas, meski harus turun peringkat. Jika dulu pada MTQ Riau di Kabupaten Rohil kita berhasil meraih peringkat IV dan tahun ini malah turun ke peringkat V, tapi kita kalah secara jantan. Karena kita tidak mengimpor qori dan qoriah dari luar Provinsi Riau," tegas Ketua Harian LPTQ Kabupaten Siak Drs H Hasanul Irbai kepada wartawan, Senin (18/10) sekembalinya bersama kafilah Kabupaten Siak dari Kuansing ke Siak.

Penutupan MTQ XXIX, tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuansing yang berlangsung Ahad (17/10) malam sudah ditutup secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Drs H Wan Syamsir Yus. Pada penutupan yang berlangsung khidmat dan cukup meriah tersebut, kafilah Siak tetap bergembira dan bersuka cita.

Apalagi berdasarkan pengumuman dewan hakim yang disampaikan Ketua Dewan Hakim H Emrizal Pakis, Kafilah Kabupaten Kampar mengumpulkan poin tertinggi dengan jumlah poin 68. Juara II disusul oleh Kafilah Pekanbaru yang mengoleksi 67 poin, kemudian juara III ditempati oleh Kabupaten Rohil dengan total poin 59 yang tahun lalu saat pelaksanaan MTQ dilaksanakan di daerahnya, Rohil tetap menempati peringkat III.

Sedangkan untuk juara IV, diraih kafilah tuan rumah Kabupaten Kuansing dan berhasil mengumpulkan 32 poin. Siak kalah tipis dengan Kabupaten Kuansing yang berhasil mengumpulkan 30 poin, sehingga harus puas dengan juara V.

Dari hasil tersebut, Hasanul mengatakan, yang dicapai pada MTQ kali ini merupakan hasil maksimal yang diperoleh. Makanya kafilah Kabupaten Siak patut merasa bersyukur dan bangga kepada qori/qoriah yang murni anak Siak dan bukan impor. Apalagi dengan binaan selama ini, sudah memberikan hasil terbaik mengharumkan nama daerah.

Menurutnya, memang dari sisi kuantitas peringkat kafilah Kabupaten Siak memang menurun dari tahun sebelumnya yaitu peringkat IV. Namun dari sisi kualitas pihaknya tidak kalah dengan peserta dari kabupaten lain, apalagi qori yang diutus merupakan murni anak Kabupaten Siak yang diseleksi dari kecamatan yang ada di Kabupaten Siak.

Hasanul mengatakan, MTQ tahun ini, Kabupaten Siak memang tidak memberikan target juara pada qori, seperti yang disampaikan oleh Bupati Siak di waktu pelepasan qori Kabupaten Siak di Kuansing beberapa waktu lalu.

Karena ungkap Hasanul, dengan mendapat peringkat V Kabupaten Siak merasa bangga dan bersyukur karena telah melakukan usaha secara maksimal dengan membina dan melatih qori/qoriah dengan disiplin yang tinggi. Bahkan pihaknya mendatangkan pelatih nasional untuk itu, di samping pelatih dari provinsi dan kabupaten sendiri.

"Namun dengan hasil ini qori/qoriah kita jangan berkecil hati, bagi yang tidak mendapat juara yang diperlombakan dalam arti Pemerintah Kabupaten Siak melalui LPTQ Siak tetap berkomitmen dan memberikan apresiasi yang tinggi, baik bagi peserta, pelatih maupun pengurus. Karena LPTQ tetap memperhatikan anak- anak daerah yang telah memberikan prestasi mengharumkan nama Kabupaten Siak" ujarnya.(rnl)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.