| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 14:25:10 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
SIAK (RP) – Sedikitnya tujuh mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Siak (GMPS), Selasa (19/10) sekitar pukul 10.30 WIB, menggelar aksi demo di Kantor Bupati dan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Siak. Mereka menuntut Bupati Siak agar tegas dalam menerapkan Perda tentang penangkaran sarang burung walet dan memperlancar administrasi pembuatan KTP, KK dan akte kelahiran.
Kendati jumlah mahasiswa yang menggelar aksi demo sedikit, tapi mereka dikawal ketat oleh aparat keamanan dari Polres Siak dan Satpol PP Kabupaten Siak. Bahkan selama 1,5 jam menggelar orasi dengan cara silih berganti, mereka juga membentangkan sepanduk besar dan membawa pamplet bertuliskan kecaman kepada Pemkab Siak yang dinilai tidak peduli dengan masyarakat.
Dalam orasi yang disampaikan Salman Alfarisi, Koordinator Aksi, menyampaikan kekesalanya kepada pemerintah yang tidak peduli dengan aturan yang mereka buat, khususnya Perda nomor 4/2008 tentang penangkaran sarang burung walet. Karena sejak disahkan Perda tersebut sampai saat ini belum dijalankan dengan baik. "Ini artinya pemerintah tidak peduli, karena saat ini penangkaran sarang burung walet sudah meresahkan masyarakat dan kita minta aturan itu ditegakan" ujarnya.
Setelah menyampaikan orasi yang cukup panjang dihadapan pintu masuk Kantor Bupati Siak, akhirnya perwakilan dari Pemkab Siak diantaranya, Asisten I Setdakab Siak Drs H Hasanul Irbai, Kadishutbun Siak Drs H Teten Effendi, Camat Siak Juarman MSi, Kakansatpol PP HM Arifin dan Kabag Ops Polres Siak menemui para pendemo.
"Saya ini mewakili Bupati Siak dan sesuai bidang saya, tentu tidak ada alasan mahasiswa untuk menolaknya," ucap Hasanul dihadapan mahasiswa.
Mendapat jawaban itu, mahasiswa malah tidak mau berbicara dengan Asisten I, karena mereka menginginkan Bupati Siak yang langsung menemuinya. Mendapat tanggapan itu, Hasanul sempat terlihat emosi dan meninggalkan kerumunan masiswa, tapi selang beberapa menit dan mahasiswa melakukan perundingan bersama Kakansatpol PP. Akhirnya mahasiswa bersedia diajak berunding untuk menyampaikan aspirasinya.
Ke tujuh mahasiswa tersebut langsung dibawa ke ruang rapat Setdakab Siak yang dikawal ketat oleh polisi dan Satpol PP. Dalam penyampainya, Salman Alfarizi selaku koordinator menyampaikan, persoalan Perda Walet yang harus ditegakan oleh pemerintah. Karena penangkaran sarang burung walet sudah menjamur di ibu kota kabupaten maupun kecamatan.
"Kita mendapat aspirasi dan keluhan masyarakat, karena aktivitas penangkaran sarang burung walet sangat mengganggu masyarakat," ujarnya.
Ia juga menyebutkan, tentang sulitnya masyarakat dalam mengurus KTP dan KK, padahal identitas itu diperlukan oleh masyarakat, bahkan identitas itu wajib dimiliki oleh setiap masyarakat. Namun kendalanya masyarakat masih sulit untuk mendapatkan KTP dan KK.
Menanggapi persoalan itu, Asisten I Setdakab Siak Drs H Hasanul Irbai mengatakan, persoalan Perda Sarang Burung Walet sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Bahkan setelah dibuat Perbup pihaknya sudah menyosilisasikan agar Perda tersebut secara efektif dilaksanakan. Jika tahun ini tidak ada reaksi dari para pengusaha walet, maka dengan tegas pihaknya akan membongkar sarang burung walet yang dibangun tanpa izin.
"Kita sudah mulai sosialisasikan, dan kita juga meminta pemiliknya segera mengurus izin. Karena kita sudah membuat tempat khusus untuk penangkatan burung walet, jika tidak diindahkan tentu konsekwensinya kita akan membongkar paksa,’’ tegasnya.
Terkait pengurusan KTP dan KK, Hasanul mengatakan, semuanya sudah dilakukan sesuai prosedur undang-undang yang berlaku. Namun dalam perjalannya masih ada kendala, tentunya ini harus bisa dimaklumi. Apalagi Siak baru satu tahun ini menerapkan sistem terpadu pembuatan KTP dan KK, jadi perlu waktu untuk menyesuaikan kondisi ini dilapangan. "Kita melihat ini baru dan sudah berjalan dengan baik, makanya ini juga akan menjadi perhatian kita" ujarnya.
Terkait desakan mahasiswa yang meminta agar Kadisdukcapil Siak H Syahrial diberhentikan, Hasanul mengatakan, itu wewenang Bupati Siak. Namun setelah orasi dan siang itu ada agenda pelantikan penjabat eselon II, III dan IV, di dalamnya terdapat nama H Syahrial yang sudah dimutasi oleh Bupati Siak sebagai Kadissosnaker Siak.
Usai berdialong, mahasiswa langsung melanjutkan aksi demonya ke Kantor Disdukcapil Siak di Jalan Sultan Syarif Kasim Siak. Di sana mahasiswa tidak menjumpai Kadisdukcapil, melainkan menggelar orasi dan membentangkan pamplet dan sepanduk mereka, sehingga menjadi perhatian masyarakat yang melintasi jalan tersebut maupun yang berurusan ke antor Disdukcapil Siak.(ksm)