Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Sebelum Dibunuh, Tianova Diperkosa

Jum´at, 17 Juni 2011 07:14 | Dumai | Hukum Kriminal | Riau Pos

"Kapolres Dumai AKBP Rudi Abdi Kasenda : Hasil visum menunjukkan demikian. Korban sebelum dibunuh diperkosa terlebih dahulu."

DUMAI (RP) – Misteri apakah korban pembunuhan Tianova Risayulbi (16) di Kelurahan Bumi Ayu, Kota Dumai diperkosa sebelum dibunuh ternyata terbukti. Hasil visum yang dilakukan dokter setempat menyebutkan demikian.

Kapolres Dumai, AKBP Rudi Abdi Kasenda, Kamis (16/6) dalam pemaparannya di hadapan wartawan membenarkan jika korban yang akrab dipanggil Nova itu diperkosa Jazuli, sebelum tersangka dengan kejam membunuhnya.

‘’Hasil visum menunjukkan demikian. Korban sebelum dibunuh diperkosa terlebih dahulu,’’ tutur Kapolres.

Seperti diketahui, pembunuhan keji terjadi di Kota Dumai pada Ahad (5/6) lalu. Pelaku Jazuli tega membunuh etek (tante)-nya sendiri Lilis Suryani (45) dan anaknya Nova. Tak hanya itu, sebelum membunuh Nova, tersangka lebih dulu membunuh orangtua Tianova, Lilis Suryani (45). Setelah membunuh keduanya, tersangka lari ke Sumedang, Jawa Barat. Namun, Ahad (12/6) tersangka berhasil diringkus jajaran kepolisian Dumai.

Dalam keterangannya, Kapolres mengatakan, aksi pembunuhan itu dilakukan tersangka hanya sendiri dan belum ada tanda-tanda mengarah ke pelaku lainnya.

‘’Kemarin memang benar ada dugaan pelaku memperkosa korban, dan kita masih mencari bukti kebenaranya, dan kabar terakhirnya sesuai bukti-bukti kita, memang benar pelaku memperkosa,’’ kata Kapolres.

Ungkap Kasus Menonjol
Kamis kemarin, Kapolres mengungkap sejumlah kasus besar yang terjadi di Kota Dumai. Beberapa yang dapat perhatian masyarakat Kota Dumai khususnya dan Riau umumnya antara lain kasus pembunuhan sadis ibu dan anak Lilis Suryani dan Tianova Risayulbi dengan tersangka Jazuli, kasus pembunuhan loper koran Vokal, kasus narkotika yang dilakukan adik Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nonaktif Syamsul Arifin dan sejumlah kasus lainnya.

Pemaparan yang dilakukan Kapolres beserta anggotanya sangat sederhana, yakni di halaman Mapolres Jalan Jenderal Sudirman Dumai.

Meja sederhana dengan taplak meja merah dipakai untuk meletakkan barang bukti (BB) dan ditempatkan di pinggir jalan.

Ini untuk memberi kesempatan bagi warga yang ingin melihat. Beberapa BB yang diletakkan di meja seperti pisau pembunuhan Bumi Ayu, minuman keras, narkotika, dan BB lain yang disampul plastik khusus dan dilabel dengan data sesuai isi di dalamnya.

Di sebelah meja itu juga dipampangkan foto-foto pembunuhan sadis di Kelurahan Bumi Ayu yang sempat disaksikan beberapa warga yang lewat. Hampir semua warga yang melihatnya mengelus dada karena tak tega melihat foto tersebut.

‘’Penangkapan perampok bersenjata api yang terjadi Rabu (15/6) kita gerakkan tim khusus, gabungan dari satuan Reskrim dan Intel yang telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan Bumi Ayu dan Bukit Timah,’’ katanya.

Kapolres Dumai juga membenarkan penemuan lima butir proyektil peluru yang masih aktif.

Keberadaan peluru di TKP ini berkaitan dengan pelaku. Melihat dari ukuran dan bentuknya, Kapolres menyebut jenis peluru adalah senjata jenis FN.

Namun dia belum ingin menjelaskan secara rinci kaliber senjata yang digunakan. Sebab jenis senjatanya tak ditemukan.

Sehingga untuk mengetahuinya harus dilakukan uji forensik lebih dulu.

‘’Berdasar keterangan saksi dan juga barang bukti peluru yang ditemukan di lokasi, pelaku memang menggunakan senjata api jenis FN. Tapi belum diketahui kalibernya,’’ jelas Kapolres.

Tingkatkan Kegiatan Preventif Opsnal Polisi
Guna menekan tindak perampokan, Polda Riau berusaha meningkatkan kegiatan preventif yang dilakukan tim opsnal polisi serta bantuan dan partisipasi masyarakat.

Menurut Kapolda Brigjen Pol Drs Suedi Husein SH, maraknya perampokan bukan berarti menurunnya pengamanan yang dilakukan polisi. ‘’Terjadinya beberapa aksi perampokan belakangan tak ada hubungannya dengan menurunnya pengamanan setelah Pemilukada. Hanya tren yang perlu diwaspadai dengan adanya pelaku-pelaku dari wilayah Polda tetangga,’’ ujar Kapolda Riau.

Diterangkannya, dua kasus pembunuhan yang terjadi di Dumai sudah terungkap. Sementara kasus perampokan yang baru terjadi sedang diupayakan pengungkapannya. Anggota polisi masih melacak keberadaan pelaku di lapangan.

‘’Kasus yang baru saja terjadi kemarin di Dumai, target dan sasarannya adalah masyarakat yang mengambil uang dalam jumlah banyak di bank. Yang mengambil uang dan dikawal polisi saja bisa jadi sasaran pencurian dan kekerasan atau rampok, apalagi yang tanpa pengawalan, tentu lebih mudah jadi sasaran perampokan,’’ ungkap Kapolda.

Dengan demikian, Kapolda mengimbau masyarakat yang mengambil uang dalam jumlah banyak agar minta pengawalan polisi. ‘’Jika mendadak dan tak sempat minta pengawalan polisi, yang mengambil uang banyak di bank minimal gunakan dua mobil sehingga ada kawan yang mengawasi,’’ kata Kapolda.

Ditegaskannya, sebenarnya tindakan perampokan masih tergolong rendah untuk 2011 jika dibanding tahun lalu. Berdasar data pencurian dan kekerasan mulai dari jambret di jalanan sampai perampokan bersenjata api periode Januari-Mei 2010 ada 168 kasus. Sementara tahun ini pada periode yang sama hanya 142 kasus.

‘’Secara data angka, kejahatan pencurian dengan kekerasan periode Januari-Mei di tahun ini dibanding periode yang sama 2010 menurun,’’ ujar Kapolda.

Lagi, Kejahatan  dengan Senpi
Pelaku kejahatan bersenjata api makin meresahkan warga Pekanbaru. Belum hilang dari ingatan kejadian perampokan disertai penembakan yang terjadi terhadap Tarmizi (42), warga Jalan Bangau, Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Tampan. Kali ini menimpa Minarto (41), warga Jalan Nurul Ikhlas, RT 3/RW 2, Kecamatan Lima Puluh.

Rumahnya disatroni perampok yang datang bersenjata api, Kamis (16/6). Namun karena ketahuan, perampok tak jadi melakukan aksinya.

Menurut Minarto, sekitar pukul 14.15 WIB, datang empat orang menggunakan sepeda motor parkir di depan rumahnya.

‘’Saat turun, mereka langsung berpencar. Satu coba membuka rumah di depan, satu lagi coba membuka rumah saya,’’ jelasnya sambil mengatakan saat itu dia mengintip aksi gerombolan itu dari jendela rumahnya.

Melihat gelagat yang tak baik, dia langsung berteriak ‘’Maling, maling..,’’ tutur Minarto.

Mendengar teriakan itu, masyarakat sontak berkerumun, gerombolan itu ragu dan urung beraksi. Mereka langsung bergegas lari meninggalkan lokasi. Minarto sempat coba mengejar salah seorang anggota gerombolan. ‘’Para tersangka ketika itu sudah hampir ditangkap massa, namun mereka mengeluarkan pistol,’’ ujarnya.

Alfikri Audi (12), salah seorang saksi mata menuturkan, dia melihat pelaku menggunakan tiga sepeda motor, masing-masing Satria FU, Yamaha Mio dan Supra X.

‘’Dua motor masuk ke dalam, yang Supra X menunggu di luar,’’ jelasnya. Kapolsekta Lima Puluh Kompol Arif Ritonga SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Maitertika membenarkan hal itu.

‘’Kasus ini masih dalam penyelidikan,’’ ujarnya.

Korban Masih Trauma
Dari Kota Dumai dilaporkan, korban perampokan di Jalan Jeruk Dumai Kamis (16/6) kemarin masih trauma. Tak banyak keluarga yang menjaga di dalam kamar VVIP M di RSUD Dumai itu. Dokter RSUD yang mengobatinya, dr Asril SpS, Kamis (16/6) kemarin menjelaskan kondisi pasiennya kini sudah agak membaik. Cuma masih belum boleh begitu banyak keluarga yang menjenguk.

‘’Menurut saya sudah bagus,’’ katanya.

Asril juga menjelaskan, korban memang shock karena kejadian itu, namun luka korban karena pukulan di kepalanya sudah mulai baik.

‘’Seingat saya ada enam atau lima jahitan karena luka itu,’’ sebutnya. Jika semua membaik, diperkirakan Sabtu ini sudah bisa pulang.(zar/rul/*1)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.