Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Jalan Tembilahan Pakai Lampu Tenaga Surya

Selasa, 13 Desember 2011 10:35 | Indragiri Hilir | Riau Pos
Lampu tenaga surya di Jalan Veteran menerangi Kota Tembilahan di kala malam. Masyarakat tidak lagi menggunakan listrik PLN untuk lampu jalan ini. (Foto: Riau Pos) Perbesar Gambar


TEMBILAHAN - Target Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir guna menerangi Kota Tembilahan jelang akhir tahun melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbukti.

Saat ini, sejumlah ruas jalan protokol tidak lagi bergantung pada listrik PLN.

Seperti yang terpantau di Jalan Baharudin Yusuf, Jalan Swarnabumi hingga Jalan Veteran Tembilahan. Di ketiga ruas jalan itu sudah terdapat sedikitnya 50 titik lampu penerangan jalan yang dayanya dihasilkan oleh PLTS dengan mengandalkan serapan sinar matahari.

‘’Pemanfaatan PLTS ini merupakan program pengembangan ketenagalistrikan yang dilakukan Pemkab Inhil guna mendukung program Pusat, di mana salah satu sumber energi tenaga surya dapat digunakan untuk sejumlah fasilitas umum, serta daerah terpencil,’’ ujar Sekda H Alimuddin RM, kepada Riau Pos, Senin (12/12).

Menurut Sekda, selain efisien, listrik tenaga surya juga dapat mengirit biaya operasional dan tidak lagi bergantung pada listrik PLN. Apalagi saat ini masyarakat Inhil masih memerlukan daya listrik PLN untuk keperluan rumah tangga.

Dia menyebutkan hal ini akan coba terus dikembagkan sampai ke kecamatan. Dia menyebutkan, secara umum kondisi kelistrikan di Inhil sudah menunjukkan peningkatan pelayanan, apalagi ada sejumlah kecamatan yang sebelumnya hanya dapat menikmati listrik pada malam hari, kini telah dilayani siang dan malam.

Seperti di Pulau Kijang, dan Kuala Enok. Selain itu manajemen PLN Ranting Tembilahan bersama Cabang Rengat juga terus melakukan penambahan mesin guna memenuhi keperlua daya pelanggannya.

‘’Pemkab Inhil juga memiliki program listrik desa menggunakan jenset yang pengelolaannya dilakukan pihak desa bersangkutan, hal ini tentu dapat membantu memenuhi keperluan listrik masyarakat meski secara total belum semua dapat dipenuhi,’’ ujar H Alimuddin RM.

Salah seorang warga Tembilahan Kota, Heri mengaku dengan adanya penerangan lampu jalan menggunakan listrik tenaga surya, menambah semarak Kota Tembilahan yang sebelumnya sangat minim lampu penerangan jalan.

‘’Sekarang sudah terang benderang, program ini bagus untuk terus dikembangkan, apalagi operasional cukup irit,’’ katanya kemarin.

Kabid Ketenagalistrikan Distamben Inhil, Yusnaldi mengatakan bahwa PLTS merupakan pengembangan energi atlernatif atau energi baru terbarukan dengan memanfaatkan tenaga surya.

Saat ini bentuknya direalisasikan guna penerangan lampu jalan berjumlah 50 titik. Program ini dibuat untuk mendukung program Pemerintah Pusat dalam pengembangan anergi atlernatif.

‘’Program ini upaya kita mendukung program Pusat dalam pengembangan dan pemanfaatan energi alternatif, salah satunya listrik tenaga surya,’’ ujar Kadistamben Inhil itu.

Dengan memanfaatkan energi alternatif ini, cukup banyak manfaat dan kemudahan yang didapat, seperti berkurangnya biaya operasional lampu penerangan jalan.

Jika biasanya Pemkab Inhil harus membayar pajak kepada PLN sebagai penyedia tenaga listrik berupa Pajak Penerangan Jalan (PPJ), saat ini hal itu tidak lagi dilakukan.(fat/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.