Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Bisa Menyembur, Melesat bak Jet Tempur

Jum´at, 09 Desember 2011 15:12 | Internasional | Teknologi | Redaksi



INDIANAPOLIS – Berawal dari kegemarannya memacu adrenalin di jalanan, Paul Stender menciptakan kendaraan supercepat yang bisa melaju dengan kecepatan jauh di atas rata-rata. Yang paling baru, pria asal Indianapolis, Amerika Serikat (AS), itu menciptakan mobil jet. Mobil tersebut dipasangi mesin bekas jet tempur era Perang Dingin pada bagian atapnya. Kemarin (8/12), Daily Mail memamerkan kendaraan supercepat berjuluk Jet-Impala 67 itu. Mobil jet tersebut memang dimodifikasi dari Chevrolet 1967.

’’Dulu, mobil ini bahkan tak pernah dipacu pada kecepatan puncak meski mampu melesat lebih dari 160 kilometer perjam. Tetapi, kini kita bisa mengendalikan hingga melesat 480 kilometer perjam,’’ tutur Stender. Layaknya jet tempur, mesin Jet- Impala 67 yang terletak di atas mobil itu bisa menyemburkan api sepanjang sekitar sembilan meter.

’’Pada sepanjang lintasan yang dilaluinya, kendaraan ini meninggalkan jejak asap seperti pesawat,’’ ungkap pendiri Indy Boys Inc tersebut. Itu karena mesin yang terpasang di atap mobil kuno tersebut punya kekuatan setara dengan 10 Bugetti Verons atau 10.000 bhp (brake house-power). Pria 44 tahun itu mengaku mendapatkan inspirasi mobil kreasinya tersebut dari legenda setempat tentang keluarga petani yang memasangkan mesin pesawat pada atap mobil dan celaka di lereng gunung. Bersama sang istri, Therese, Stender lantas berusaha mewujudkan mobil dalam legenda tersebut.

Dibantu beberapa kru Indy Boys Inc, kendaraan yang semula hanya ada dalam khayalan itu pun menjelma menjadi kenyataan. Sebelumnya, Stender juga pernah menciptakan beberapa kendaraan jet yang lain. Salah satunya adalah bus sekolah bermesin pesawat yang bisa melaju dengan kecepatan di atas 1.207 kilometer perjam.

Tidak hanya mobil, dia pun pernah menciptakan toilet bermesin jet. ’’Kami sengaja menciptakan semua itu sebagai bagian dari hobi sekaligus kesenangan,’’ ujarnya. Karena itu, Stender tak segan memamerkan kendaraan-kendaraan inovasinya kepada publilk. Bersama sang istri, dia mengaku sering diundang dalam berbagai pa meran. Dalam waktu satu tahun, mereka bisa tampil sedikitnya 30 kali. ’’Dengan senang hati kami bercerita kepada publik tentang asal mula terciptanya kendaraan-kendaraan tersebut dengan gaya kocak,’’ katanya.

Saat memamerkan Jet-Impala 67 beberapa waktu lalu, Stender dan Th erese pun sampai berdandan ala petani. ’’Kami lantas mengatakan kepada para penonton bahwa mesin jet itu baru kami temukan sehari sebelumnya dan langsung memasang di atap mobil,’’ ujarnya lantas tertawa. Karena itulah, dia sengaja hanya mengikat mesin jet tersebut dengan tali kecil untuk menciptakan kesan mobil itu bisa meledak kapan saja. (dailymail/hep/dwi/jpnn)


Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.