Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Bahan Baku CPO Tak Dapat Masuk

PT SDS Hentikan Operasi

Senin, 14 November 2011 11:46 | Dumai | Ekonomi | Riau Pos
Antrean panjang truk CPO hingga Ahad (13/11/2011), masih terjadi mulai dari Purnama sampai Bukit Timah Kota Dumai. (Foto: afrimen/riau pos) Perbesar Gambar


DUMAI - Lima hari aksi pemblokiran jalan oleh masyarakat Kecamatan Dumai Barat dan Sungai Sembilan, makin berdampak buruk pada perusahaan.

Karena tak dapat masuknya bahan baku CPO, maka PT Sari Dumai Sejati (SDS) terpaksa menghentikan operasinya.

‘’Bahan baku sudah sangat menipis. Bila Senin ini angkutan masih tidak diperbolehkan lewat, maka kita terpaksa hentikan operasional pabrik,’’ ujar Humas PT SDS, Liswanto, Ahad (13/11).

Dikatakannya, jumlah bahan baku yang masih tersedia itu cukup untuk hari Senin saja. Dengan demikian perusahaan akan menghentikan operasinya menunggu bahan baku masuk.

Menurut Liswanto, perusahaan mengalami kerugian dalam jumlah luar biasa. Kerugian ditrafsir mencapai miliaran rupiah akibat bahan baku yang saat ini kondisinya sangat terbatas.

‘’Kerugian kita cukup besar. Karena kita tidak bisa menyuplai permintaan yang sudah disetujui,’’ tuturnya.

Kondisi yang sama juga dialami perusahaan lainnya yang beroperasi di Lubung Gaung.

Dewasa ini, di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hilir beroperasi sejumlah pabrik CPO dan pengarungan semen.

‘’Kami dari perusahaan mengharapkan pemerintah untuk melakukan solusi tempat dalam hal ini, sehingga armada perusahaan bisa kembali memasukkan bahan baku dan bisa melakukan aktivitasnya kembali,’’ pintanya.

Wakil Ketua DPRD Dumai, H Zainal Abidin SH mengatakan keprihatinannya. Dampak dari kondisi yang terjadi sekarang bisa menyebabkan pihak investor takut menanamkan investasi di Dumai.

‘’Kalau hal sepeti ini berlarut, maka Dumai akan ditinggalkan  perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan baru berpikir tujuh kali untuk mau berusaha di sini,’’ ujarnya.

Dalam hal ini, Zainal mendesak Pemko Dumai untuk segera tanggap menyikapi tuntutan warga terkait kerusakan jalan, agar segera memperbaikinya. Dengan demikian diharapkan aksi blokir bisa diakhiri.

‘’Yang terpenting Dumai tetap kondusif, dan aspirasi warga juga harus didengar,’’ katanya.

Truk Tonase Tinggi
Wali Kota Dumai Khairul Anwar menyebutkan, kerusakan jalan di Kota Dumai disebabkan oleh truk yang bermuatan melebihi tonase yang diperbolehkan.

Lalu lintas truk, mulai dari CPO dan kendaraan berat lain yang melintas di jalanan Dumai menyebabkan jalan jadi rusak, karena memang badan jalan tidak mampu menampung beratnya truk yang melintas.

‘’Rata-rata truk yang masuk ke Dumai mencapai 40 ton lebih, sedangkan kemampuan jalan kita masih di bawah 30 ton. Truk dengan kapasitas 40 ton lebih melintas setiap siang dan malam, apa tidak jalan kita rusak,’’ kata Khairul Anwar, Ahad (13/11) kemarin

Dikatakannya, memang jalan-jalan di Kota Dumai itu harus di tingkatkan lagi kelasnya, kalau tidak ya begitulah, baru di perbaiki dua-tiga bulan sudah rusak lagi.

Prioritas Nasional
Akses jalan provinsi di Kota Dumai sangat memprihatinkan. Hal ini terlihat dari akses jalan sepanjang 12 Km masih tergolong rusak parah.

Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah Kota Dumai saat ini sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau.

Langkah ini dilakukan untuk mengusulkan akses transportasi tersebut menjadi jalan prioritas nasional.

Komitmen ini ditekankan, karena akses transportasi yang telah banyak memberikan kontribusi ke tingkat pemerintah pusat itu belum mendapatkan perhatian secara optimal.

Dijelaskan Khairul, jalan-jalan yang rusak itu berada disepanjang 4 kawasan industri yakni Belitung, Lubuk Gaung, Bukit Kapur dan kawasan Patra Dock untuk lokasi peti kemas.

Seperti di Jalan Purnama yang rusak parah mencapai 4,5 Km.

Kondisi ini menjadi salah satu penyebab terjadinya macet panjang. Bahkan sempat disterilkan masyarakat sebagai bentuk kekecewaan akan jalan yang belum mendapatkan perhatian pemerintah pusat.

‘’Provinsi sudah memberikan dukungan, namun masih sangat terbatas. Rp5 miliar yang hanya cukup untuk memperbaiki jalan sepanjang 1 Km. Oleh karena itu,idealnya Kementerian PU juga memberikan dukungan, karena jalan tersebut berperan membawa komoditi ekspor,’’ imbuhnya.

Dia menambahkan, sebagian besar perusahaan yang beroperasi di Dumai memproses hasil CPO yang dibawa dari seluruh kebun sawit di Riau.

Produk hilir sawit itu diarahkan ke Dumai oleh kendaraan truk bertonase 40 ton lebih untuk diekspor, sementara badan jalan nasional dan provinsi hanya sanggup menampung 10-12 ton, akibatnya jalan menjadi rusak parah.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Riau, H Wan Syamsir Yus menilai proses perbaikan jalan tersebut memang menjadi perhatian ekstra. Sebab sarana transportasi itu berperan besar dalam mendukung distribusi komoditi hasil eksploitasi di Bumi Lancang Kuning.

‘’Perbaikan dan pemeliharaan jalan memang harus kita carikan solusinya. Kita harap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan untuk itu, karena ini juga memberikan kontribusi untuk pusat,’’ harapnya.(afr/rio/nzr/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.